Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 26 Februari 2018 | 13.05 WIB

Menghitung Efektivitas Kebijakan Ganjil-Genap di Tol Gerbang Bekasi

Ilustrasi kemacetan luar biasa terjadi di jalan tol Jakarta Cikampek menuju Jakarta setiap pagi - Image

Ilustrasi kemacetan luar biasa terjadi di jalan tol Jakarta Cikampek menuju Jakarta setiap pagi

Jawapos.com - Pemerintah berencana menerapkan kebijakan ganjil genap mulai 12 Maret 2018 di gerbang tol (GT) Bekasi Timur dan Bekasi Barat arah Jakarta guna mempercepat laju kendaraan yang sudah melebihi kapasitas di dua gerbang tol tersebut.


Untuk mengimplementasikan kebijakan ini, pemerintah diminta terlebih dahulu untuk mengacu pada hasil kajian sebagai indikatornya.


Bicara mengenai efektif atau tidaknya suatu kebijakan, diperlukan tindakan yang paling realistis untuk meminimalkan masalah mengurangi volume kendaraan.


Pada kondisi eksisting saja, kapasitas jalan yang ada sudah jauh berkurang dan beban volumenya tetap atau mungkin bertambah jika dibandingkan dengan kondisi sebelum ada pembangunan berbagai infrastruktur.


"Dengan asumsi bahwa beban volume kendaraan tetap dan populasi kendaraan plat genap dan ganjil seimbang maka penerapan ganjil genap akan mengurangi populasi kendaraan 50 persen, maka secara sederhana dan linier kinerja kecepatan tempuh lalu lintas akan meningkat," jelas Pengamat Transportasi Universitas Indonesia, Alvinsyah kepada Jawapos.com, Senin (26/2).


Akan tetapi, kebijakan ini hanya dilakukan di satu lokasi GT saja yakni Bekasi Timur dan Bekasi Barat, sedangkan karakteristik lalu lintas itu seperti air yang mengalir sehingga selalu mencari ruang yang kosong.


"Maksudnya jangan lupa mungkin banyak pemilik kendaraan yang tadinya menggunakan rute lain atau GT lain, sekarang berpeluang menggunakan GT (Bekasi) ini dan sebaliknya yang biasa menggunakan GT ini berpeluang pindah menggunakan GT lainnya yang tidak menerapkan ganjil genap," terangnya.


Artinya, kata Alvinsyah, kalau bicara efektif atau tidak pemerintah harus jelaskan terlebih dahulu apa target yang ingin dicapai dalam konteks ruang dan waktu.


"Pengurangan durasi dan cakupan wilayah pengaruh dari suatu kebijakan , dan untuk memilih tindakan atau paket tindakan yang sesuai bisa melalui hasil kajian sebagai indikatornya," terang dia.


Dia menerangkan, pastinya gap antara transport demand dengan supplynya saat ini sangat besar. Sehingga tidak mudah untuk menerapkan kebijakan yang efektif. "Perlu keseriusan, kerja keras, komitmen dan konsistensi dari semua pihak termasuk masyarakatnya sendiri," ujar dia.

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore