
Ilustrasi kemacetan luar biasa terjadi di jalan tol Jakarta Cikampek menuju Jakarta setiap pagi
Jawapos.com - Pemerintah berencana menerapkan kebijakan ganjil genap mulai 12 Maret 2018 di gerbang tol (GT) Bekasi Timur dan Bekasi Barat arah Jakarta guna mempercepat laju kendaraan yang sudah melebihi kapasitas di dua gerbang tol tersebut.
Untuk mengimplementasikan kebijakan ini, pemerintah diminta terlebih dahulu untuk mengacu pada hasil kajian sebagai indikatornya.
Bicara mengenai efektif atau tidaknya suatu kebijakan, diperlukan tindakan yang paling realistis untuk meminimalkan masalah mengurangi volume kendaraan.
Pada kondisi eksisting saja, kapasitas jalan yang ada sudah jauh berkurang dan beban volumenya tetap atau mungkin bertambah jika dibandingkan dengan kondisi sebelum ada pembangunan berbagai infrastruktur.
"Dengan asumsi bahwa beban volume kendaraan tetap dan populasi kendaraan plat genap dan ganjil seimbang maka penerapan ganjil genap akan mengurangi populasi kendaraan 50 persen, maka secara sederhana dan linier kinerja kecepatan tempuh lalu lintas akan meningkat," jelas Pengamat Transportasi Universitas Indonesia, Alvinsyah kepada Jawapos.com, Senin (26/2).
Akan tetapi, kebijakan ini hanya dilakukan di satu lokasi GT saja yakni Bekasi Timur dan Bekasi Barat, sedangkan karakteristik lalu lintas itu seperti air yang mengalir sehingga selalu mencari ruang yang kosong.
"Maksudnya jangan lupa mungkin banyak pemilik kendaraan yang tadinya menggunakan rute lain atau GT lain, sekarang berpeluang menggunakan GT (Bekasi) ini dan sebaliknya yang biasa menggunakan GT ini berpeluang pindah menggunakan GT lainnya yang tidak menerapkan ganjil genap," terangnya.
Artinya, kata Alvinsyah, kalau bicara efektif atau tidak pemerintah harus jelaskan terlebih dahulu apa target yang ingin dicapai dalam konteks ruang dan waktu.
"Pengurangan durasi dan cakupan wilayah pengaruh dari suatu kebijakan , dan untuk memilih tindakan atau paket tindakan yang sesuai bisa melalui hasil kajian sebagai indikatornya," terang dia.
Dia menerangkan, pastinya gap antara transport demand dengan supplynya saat ini sangat besar. Sehingga tidak mudah untuk menerapkan kebijakan yang efektif. "Perlu keseriusan, kerja keras, komitmen dan konsistensi dari semua pihak termasuk masyarakatnya sendiri," ujar dia.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mantan Kiper Persebaya Surabaya Buka Suara! Dimas Galih Ungkap Kondisi Ruang Ganti PSBS Biak
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
