Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 11 Agustus 2017 | 00.48 WIB

Ngakunya Keturunan Sultan, ATM Orang Dikuras

Dua orang tersangka penipu yang diamankan di Polsek Wonokromo - Image

Dua orang tersangka penipu yang diamankan di Polsek Wonokromo

JawaPos.com - Dua orang penipu yang mengaku keturunan Sultan Brunei dibekuk Tim Antibandit Polrestabes Surabaya. Dengan sedikit memakai guna-guna, kedua pelaku berhasil menguras isi ATM sang korban.


Pelaku yang ditangkap adalah, Jonson, 36, warga Raden Patah, Tengerang dan Sri Firdaus, 45, warga KP Candu, Legok Tangerang. Mereka sudah beraksi di banyak lokasi antara lain Palembang, Semarang, dan sebuah mal di Jalan Raya Ngagel Surabaya.


Polisi memburu mereka hingga Pulau Dewata. "Mereka ditangkap di sebuah hotel di Jalan Teuku Umar, Denpasar," jelas Kapolsek Wonokromo Kompol Agus Bahari, Kamis siang (10/8).


Agus menjelaskan, aksi kejahatan tersangka berawal saat mereka mencari calon korban di mal. Mereka merancang aksinya dengan matang. Keduanya berbagi peran saat menguras isi atm milik salah seorang pengunjung mal bernama Siti Zubaidah.


Zubaidah awalnya dihampiri Jonson. Jonson lantas menawarkan beberapa barang antik sambil mengaku keturunan dari Sultan Brunei Darussalam. "Pelaku Jonson menunjukan barang antik yakni dua mustika yang bisa menyala," tutur Agus.


Setelah korban tertarik, Firdaus datang menghampiri. Dia seolah-olah tidak kenal dengan Jonson dan takjub dengan mustika giok merah. Tak hanya itu, Firdaus juga mengaku pernah menjajal khasiatnya bagi kesehatan." Setelah korban percaya kalau mustika itu berkhasiat, Jonson memanfaatkannya dengan meminta uang lewat ATM korban," lanjut mantan Kapolsek Gubeng tersebut.


Korban menyerahkan kartu ATM beserta nomor PINnya begitu aja. Dia seperti terhipnotis. Uang senilai Rp 38 juta di ATM tersebut dikuras habis. Saat mengembalikannya, ATM ditukar dengan sim card seluler yang dibungkus tissue." Setelah itu, pelaku pamit salat dan tidak kembali. Akhirnya korban melapor ke kami," sebut polisi asal Singaraja, Bali tersebut.


Jonson sendiri mengaku dirinya mengaku sebagai keturunan Sultan karena sudah latihan. "Saya belajar bahasa melayu dari film," bebernya.


Uang hasil kejahatan kerap digunakan untuk berfoya-foya. Berdasar catatan polisi, tersangka Firdaus merupakan residivis kasus sama dan pernah mendekam di sel tahanan Mapolsek Wonokromo.

Editor: Muhammad Syadri
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore