Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 30 Juni 2017 | 23.59 WIB

Paling Marak Pelanggar Batas Kecepatan

MEMBUAT SHOCK: Jenazah Riki Anangsyah Hakim digotong setelah disalatkan Kamis (29/6) di Masjid Baitun Nuur, Kupang Krajan, Surabaya. - Image

MEMBUAT SHOCK: Jenazah Riki Anangsyah Hakim digotong setelah disalatkan Kamis (29/6) di Masjid Baitun Nuur, Kupang Krajan, Surabaya.


JawaPos.com – Salah satu penyebab banyaknya laka lantas di dalam Kota Surabaya adalah tidak patuhnya para pengguna jalan. Terutama dalam hal aturan batas maksimal kecepatan dalam kota. Kasatlantas Polrestabes Surabaya AKBP Adewira mengakui, hal itu masih sulit ditanggulangi.



Sulitnya mengawasi batas maksimal kecepatan pengendara dalam kota itu disebabkan jumlah pengguna jalan yang membeludak. Sebagai kota metropolitan, pengguna jalan tidak hanya berasal dari Surabaya. Ribuan kendaraan juga datang dari luar kota. Sidoarjo, Gresik, dan Mojokerto mendominasi. ”Masyarakat dari luar kota cukup tinggi,” ujar Adewira.



Pemanfaatan teknologi untuk membantu pengawasan belum pernah dilakukan. Mengingat kebutuhan yang mendesak, pihaknya berencana mulai memanfaatkan speedgun. Rencananya, setelah Operasi Ramdniya, pihaknya akan memulai uji coba. ”Karena kita sudah tidak mungkin lagi kejar-kejaran dengan pengguna jalan. Malah riskan terjadi laka,” urainya.



Uji coba rencananya dilakukan di jalan-jalan utama. Misalnya, Jalan A. Yani, Jalan Darmo, Jalan Diponegoro, dan Jalan Ir Soekarno (MERR). Artinya, pihak kepolisian akan meningkatkan upaya penindakan. ”Semoga para pelanggar itu akhirnya jera,” tandasnya. (aji/c6/ano)


Editor: Suryo Eko Prasetyo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore