
Lebih Gampang ke Pos Terpadu
JawaPos.com – Warga metropolis bisa lebih tenang menjalankan ibadah puasa. Untuk kali pertama, pemkot membuka pos pantau terpadu. Ada lima pos pantau terpadu yang disiapkan untuk menerima berbagai laporan masyarakat.
Pos tersebut digawangi oleh dinas perhubungan (dishub), satpol PP, bakesbanglinmas, dan dinas pemadam kebakaran (DPK). Pos terhubung langsung dengan command center (CC) milik pemkot di Siola.
Sesuai dengan arahan wali kota, pos-pos itu akan beroperasi selama 24 jam. Petugas dibagi menjadi tiga sif. Keberadaan pos tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat dalam melaporkan insiden selama Ramadan.
Petugas yang diterjunkan juga bekerja sama dengan Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polrestabes Surabaya dan Garnisun Tetap 3 dari TNI. ’’Termasuk juga kecamatan dan kelurahan dilibatkan untuk siaga keamanan,’’ tutur Kepala Dishub Surabaya Irvan Wahyudrajat.
Pos pantau terpadu menggunakan lokasi milik pemkot. Misalnya, pos pantau timur. Pemkot memanfaatkan gedung eks dinas perindustrian dan perdagangan di Jalan Ir H Soekarno. Sejak kantor berpindah ke Siola, gedung bercat hijau itu memang belum difungsikan kembali. Pada hari pertama puasa, ada delapan petugas yang berjaga di pos tersebut. Yakni, masing-masing dua orang dari dishub, DPK, satpol PP, dan bakesbanglinmas.
Siswantono, petugas dari satpol PP, menyatakan bahwa belum ada laporan dari warga sepanjang hari pertama Ramadan kemarin. ’’Memang masih sepi karena bertepatan dengan awal puasa juga,’’ ujarnya.
Dia menyebutkan, kejadian yang paling banyak ditemukan di timur adalah kecelakaan lalu lintas. Sebab, ada ruas jalan MERR yang cukup lebar dan panjang. Pengendara cenderung mempercepat laju di sana. ’’Masing-masing wilayah biasanya punya tren kejadian sendiri,’’ jelasnya.
Di wilayah utara, rawan terjadi kebakaran karena daerah itu padat penduduk. Di barat, yang diwaspadai adalah banjir. ’’Tapi, sepertinya, untuk saat ini, cukup aman karena sudah masuk musim kemarau,” ucapnya. Sementara itu, di wilayah selatan hampir sama dengan timur, rawan terjadi kecelakaan lalu lintas.
Pos pantau terpadu bakal terintegrasi dengan CC hingga H+7 Lebaran. Dengan pos pantau tersebut, setiap kejadian diharapkan bisa lebih cepat diatasi sembari menunggu personel dari pusat. Karena itu, di masing-masing pos disediakan perlengkapan dan alat-alat pertolongan pertama. Misalnya, gergaji mesin untuk pohon tumbang dan dua tabung pemadam kebakaran. ’’Disiagakan juga mobil patroli. Dari satpol PP untuk wilayah barat dan utara serta dari linmas untuk wilayah timur dan selatan,’’ tuturnya. (deb/c20/fal)

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
