
Polisi mendatangi lokasi penelpon layanan darurat Command Centre 110 Polres Metro Jakarta Pusat hingga enam kali, pada Rabu (19/11). (Istimewa)
JawaPos.com - Layanan darurat Command Center 110 Polres Metro Jakarta Pusat menerima enam panggilan misterius beruntun dari satu nomor warga pada Rabu (19/11) sekitar pukul 13.25 WIB. Namun setiap panggilan langsung terputus begitu disambungkan.
Kondisi ini memunculkan dugaan adanya situasi gawat darurat yang membutuhkan pertolongan cepat.
Mendapati pola panggilan mencurigakan, Kabag Ops AKBP Askhabul Kahfi langsung menggerakkan tim Command Center 110 untuk melakukan pelacakan. Tim segera berkoordinasi dengan Unit Reskrim Polsek Johar Baru, sebelum informasi diteruskan kepada Kanit Reskrim IPTU Boy Fernanda Malau.
Tak menunggu lama, tim opsnal diterjunkan menuju alamat pemilik nomor di kawasan Johar Baru Utara III, Gang 6, sebagai langkah quick response demi memastikan situasi warga dalam keadaan aman.
Setelah pengecekan, dugaan keadaan darurat ternyata tidak terbukti. Nomor penelepon milik warga bernama Saleh Firdaus, namun penelepon sesungguhnya adalah putranya, Arkan Rafi, 7, yang tak sengaja menekan nomor darurat 110 saat mencoba menghubungi layanan pengaduan operator seluler.
Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro menegaskan, setiap laporan ke Command Center 110 akan selalu direspons serius tanpa pengecualian.
"Setiap panggilan ke 110 adalah prioritas. Tidak boleh ada yang diabaikan, karena bisa saja menyangkut nyawa. Kami bersyukur situasi kali ini tidak terjadi sesuatu, namun respons cepat tetap wajib dilakukan," ujarnya.
