
Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Shinto Silitonga (kiri), menunjukan kain yang membungkus jimat tapal kuda milik bandit Mat Seri.
JawaPos.com - Begal selalu punya cara untuk beraksi. Termasuk melakoni hal-hal di luar nalar. Salah satunya seperti yang dilakukan oleh Mat Seri, spesialis curas dan curanmor. Pria berusia 41 tahun itu yakin dirinya bisa selamat saat beraksi. Caranya dengan menyimpan jimat pemberian orang tuanya.
"Ini (jimat) warisan dari orang tua saya yang meninggal 10 tahun lalu," beber Mat Seri di Mapolrestabes Surabaya, Senin siang (22/5).
Polisi menunjukkan jimat yang dibawa Mat Seri. Bentuknya adalah potongan tapal kuda. Mat Seri membalutnya dengan kain putih-hijau yang sudah kusam bertulis rapalan mantra. Dia tidak tahu makna tulisan itu.
Namun yang jelas, selama lima kali mencuri sepeda motor di Surabaya dan Gresik, Mat Seri tidak pernah tertangkap. "Saya ikatkan di pinggang," tambah pria yang bekerja sebagai tukang becak itu.
Pada akhirnya, Mat Seri harus berjalan pincang. Betis kanannya tertembus timah panas polisi saat hendak melarikan motor curian ke Madura. Kesaktian jimat itu tak mempan sama sekali dengan tembakan tim antibandit Polrestabes Surabaya.
Polisi membuntuti Mat Seri setelah mendapat informasi bahwa ada dua pelaku curanmor yang beraksi di kawasan Surabaya Barat. Mat Seri memang biasa beraksi dengan kawannya Feri. Selepas mencuri motor, Mat Seri dihadang polisi.
Begitu berhadapan dengan aparat, kedua bandit itu mencoba melawan dan melarikan diri. Korps seragam cokelat tak ingin mengambil risiko dan menghadiahi kedua bandit itu dengan timah panas. "Untuk pelaku lainnya (Feri) masih berada di rumah sakit dalam proses penyembuhan luka," jelas Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Shinto Silitonga.
Shinto melanjutkan, saat ini pihaknya masih memburu tiga kawanan lainnya. Mat Seri cs biasa beraksi di atas jam 12 malam. Biasanya mereka rapat dulu sebelum menentukan sasaran. Tak jarang, mereka menenggak miras agar pede saat melancarkan kejahatan.
Berdasar pengakuan kepada penyidik, Mat Seri mendapat keuntungan Rp 500 ribu setiap beraksi. "Pelaku (Mat Seri) ini beperan sebagai kurir. Dia yang mengantar motor curian ke Madura," lanjut alumnus Akademi Kepolisian (Akpol) 1998 tersebut.
Selama ini wilayah kejahatan mereka rata-rata berada di Surabaya Barat. Mulai Pakal, Benowo, Lakarsantri, Tandes, hingga menyasar ke Gresik. (did/JPG)

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
