Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 23 Mei 2017 | 02.29 WIB

Bandit Mat Seri Bawa Jimat Tapal Kuda, Kesaktiannya Luntur Oleh...

Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Shinto Silitonga (kiri), menunjukan kain yang membungkus jimat tapal kuda milik bandit Mat Seri. - Image

Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Shinto Silitonga (kiri), menunjukan kain yang membungkus jimat tapal kuda milik bandit Mat Seri.

JawaPos.com - Begal selalu punya cara untuk beraksi. Termasuk melakoni hal-hal di luar nalar. Salah satunya seperti yang dilakukan oleh Mat Seri, spesialis curas dan curanmor. Pria berusia 41 tahun itu yakin dirinya bisa selamat saat beraksi. Caranya dengan menyimpan jimat pemberian orang tuanya.

"Ini (jimat) warisan dari orang tua saya yang meninggal 10 tahun lalu," beber Mat Seri di Mapolrestabes Surabaya, Senin siang (22/5).

Polisi menunjukkan jimat yang dibawa Mat Seri. Bentuknya adalah potongan tapal kuda. Mat Seri membalutnya dengan kain putih-hijau yang sudah kusam bertulis rapalan mantra. Dia tidak tahu makna tulisan itu.

Namun yang jelas, selama lima kali mencuri sepeda motor di Surabaya dan Gresik, Mat Seri tidak pernah tertangkap. "Saya ikatkan di pinggang," tambah pria yang bekerja sebagai tukang becak itu.

Pada akhirnya, Mat Seri harus berjalan pincang. Betis kanannya tertembus timah panas polisi saat hendak melarikan motor curian ke Madura. Kesaktian jimat itu tak mempan sama sekali dengan tembakan tim antibandit Polrestabes Surabaya.

Polisi membuntuti Mat Seri setelah mendapat informasi bahwa ada dua pelaku curanmor yang beraksi di kawasan Surabaya Barat. Mat Seri memang biasa beraksi dengan kawannya Feri. Selepas mencuri motor, Mat Seri dihadang polisi.

Begitu berhadapan dengan aparat, kedua bandit itu mencoba melawan dan melarikan diri. Korps seragam cokelat tak ingin mengambil risiko dan menghadiahi kedua bandit itu dengan timah panas. "Untuk pelaku lainnya (Feri) masih berada di rumah sakit dalam proses penyembuhan luka," jelas Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Shinto Silitonga.

Shinto melanjutkan, saat ini pihaknya masih memburu tiga kawanan lainnya. Mat Seri cs biasa beraksi di atas jam 12 malam. Biasanya mereka rapat dulu sebelum menentukan sasaran. Tak jarang, mereka menenggak miras agar pede saat melancarkan kejahatan.

Berdasar pengakuan kepada penyidik, Mat Seri mendapat keuntungan Rp 500 ribu setiap beraksi. "Pelaku (Mat Seri) ini beperan sebagai kurir. Dia yang mengantar motor curian ke Madura," lanjut alumnus Akademi Kepolisian (Akpol) 1998 tersebut.

Selama ini wilayah kejahatan mereka rata-rata berada di Surabaya Barat. Mulai Pakal, Benowo, Lakarsantri, Tandes, hingga menyasar ke Gresik. (did/JPG)

Editor: Yusuf Asyari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore