
TELITI: AKBP Shinto Silitonga Sabtu (29/4) malam memeriksa motor salah seorang pengendara saat razia.
JawaPos.com – Polrestabes Surabaya menurunkan anggotanya untuk melakukan operasi besar-besaran pada Sabtu (29/4) malam. Seluruh unit reskrim di polsek jajaran diminta melakukan hal serupa.
”Ini merupakan salah satu tindakan kami untuk menekan kejahatan jalanan yang ada di Surabaya,” ujar Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Shinto Silitonga.
Tim Polrestabes Surabaya memilih Jalan Arjuno sebagai tempat melangsungkan operasi. Penyekatan dilakukan di dua arah yang berbeda. ”Di sini memang tempat yang rawan kriminalitas,” jelas perwira dengan dua melati di pundak tersebut.
Jarum jam menunjukkan pukul 23.00 ketika operasi tersebut berlangsung. Para personel membagi diri ke dalam beberapa regu. Masing-masing berjaga di dua arah yang berbeda. ”Lihat rumah kuncinya, lihat rumah kuncinya,” teriak Shinto mengingatkan para personelnya. Instruksi tersebut mengantisipasi adanya kendaraan hasil curian.
Saat itu, polisi menyita 26 STNK dan 22 SIM dari pengendara. Juga ada tujuh motor yang diamankan. Tidak hanya itu, mereka juga menyita 30 butir pil koplo berjenis garnopen.
Sementara itu, puluhan pengendara motor terjaring operasi yang dilaksanakan rayon II gabungan Polsek Tegalsari dan Polsek Sawahan Antibandit. Polisi juga mengamankan seorang pemuda yang kedapatan membawa senjata tajam (sajam).
Razia yang dipimpin Kapolsek Tegalsari Kompol Noerijanto tersebut dimulai pukul 23.00. Sebanyak 40 anggota gabungan dikerahkan. ”Target kami adalah pembawa sajam, minuman keras, narkoba, dan kejahatan 3C (curat, curas, curanmor),” ujar Noerijanto.
Anggota reskrim dari kedua polsek ikut mengamankan jalannya operasi. Kanitreskrim Polsek Tegalsari Iptu Zaenal Abidin berkoordinasi dengan Panitreskrim I Polsek Sawahan Ipda Agus Setijadi. ”Kami menempatkan beberapa anggota reskrim di ujung jalan dan di bawah TL flyover Pasar Kembang,” ujar Abidin. Hal tersebut dilakukan untuk mengantisipasi pelaku membuang sajam atau narkoba yang dibawa.
Tim melakukan razia di bawah flyover Pasar Kembang yang mengarah ke Jalan Diponegoro. Lokasi tersebut merupakan area zona merah sajam, narkoba, dan miras. Noerijanto menyatakan, di daerah itu sering terjadi aksi penjambretan dan curanmor.
Dalam razia tersebut, Abidin menemukan seorang pemuda yang membawa pisau lipat. Pemuda yang bernama Ja’far itu menyimpan pisau di saku celana sebelah kiri. ”Ini cuma buat jaga diri, Pak. Bukan buat yang lain,” tuturnya ketakutan. Meski begitu, tim tetap membawa pemuda 21 tahun itu ke Mapolsek Tegalsari. (bin/han/c6/fal/sep/JPG)

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
