Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 24 Maret 2017 | 02.46 WIB

PAN Desak Polisi Ungkap Peneror Molotov

Pernyatan Sikap DPD PAN Gresik - Image

Pernyatan Sikap DPD PAN Gresik

JawaPos.com – Teror bom molotov terhadap rumah Ketua DPD PAN Gresik Khamsun memantik sikap tegas partai berlambang matahari tersebut. Rabu (22/3) secara resmi PAN mendesak Polres Gresik agar segera mengungkap pelakunya.


’’Kami dukung penuh kepolisian untuk mengungkap pelaku di balik teror ini,’’ kata Sekretaris DPD PAN Gresik Faqih Usman. Sikap partai tersebut dibacakan di depan Kantor DPD PAN Gresik, Jalan Raya Permata, Kompleks Graha Bunder Asri (GBA). Para petinggi partai hadir. Termasuk Ketua Majelis Musyawarah Partai (MMP) DPD PAN Gresik Achmad Rubaie. Perwakilan pengurus dari 18 Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PAN se-Gresik juga datang.


Faqih menyebutkan, pernyataan sikap itu berisi lima poin penting. Salah satunya mendesak polisi untuk segera mengungkap pelaku teror. Baik pelaku peledakan bom molotov maupun otak intelektualnya. Jangan sampai kejadian serupa terulang di tempat lain. PAN menilai insiden pada Senin dini hari (20/3) itu merupakan kejahatan serius yang mengancam keselamatan.


Wakil Ketua DPD PAN Gresik Mustajab mengatakan sudah berkoordinasi dengan DPW PAN Jatim dan DPP PAN di Jakarta. Pengurus DPW meminta Polda Jatim untuk turun tangan. Sementara itu, DPP mendesak Kapolri untuk menginstruksi jajarannya agar segera mengungkap teror tersebut. ’’Jadi, pengusutan kasus ini juga perintah Kapolri,’’ tegas Mustajab.


Rubaie menuturkan, pernyataan sikap tersebut merupakan bentuk solidaritas partai. Tujuannya, kader partai jangan sampai tersulut untuk melakukan tindakan provokatif. Termasuk mencegah kemungkinan aksi-aksi anarkistis. Setelah membacakan pernyataan sikap, mereka mendatangi rumah Khamsun di Jalan Marabahan 30, GKB.


Ditemui di rumahnya, Khamsun yakin polisi mampu mengungkap kasus tersebut. Dia yakin penyidik profesional. Keyakinan itu muncul karena penyidik Polres Gresik sangat aktif melakukan olah TKP. Hampir setiap waktu, kata Khamsun, penyidik stand by di rumahnya. Tujuannya, melacak jejak pelaku. ’’Ini masalah serius. Saya sangat yakin polisi bisa mengungkapnya,’’ jelas Khamsun.


Soal akun Facebook Deviana P., Khamsun lagi-lagi menampik dirinya terkait dengan status akun tersebut. Bahkan, dia menantang polisi untuk ikut mengungkap sosok di balik akun Deviana P. ’’Saya dukung kepolisian untuk mengungkap akun itu supaya jelas,’’ tegasnya.


Sebagaimana diberitakan, di dunia maya, teror bom molotov terhadap Khamsun dikaitkan dengan posting-an akun FB Deviana P. Akun tersebut kerap berisi caci maki terhadap pejabat pemerintah dan seorang pengusaha terkemuka di Kota Pudak. Status tersebut bernada melecehkan, bahkan menyudutkan.


Sumber Jawa Pos menyebutkan, akun Deviana bukan akun asli sesuai dengan nama dan data di Facebook. Pemilik akun tidak berani terang-terangan memunculkan jati dirinya. Padahal, kritik pedas tersebut langsung tunjuk hidung terhadap orang sekaligus fotonya.


Dalam status FB Deviana, terdapat karakter yang berbeda-beda. Ada status yang kritis, intelektual, dan berbobot. Bahkan dilengkapi data statistik. Hal itu menunjukkan bahwa penulisnya orang hebat dan terdidik.



Namun, ada pula status yang sarkastis. Bahasanya bernada umpatan-umpatan dalam bahasa Jawa. Status tersebut sangat kontradiktif. ’’Jadi, ada indikasi bahwa akun itu dikendalikan lebih dari satu orang,’’ tuturnya. Akun Deviana P. Rabu (22/3) telah mengubah foto perempuan cantik yang sebelumnya digunakan untuk profil. Juga, menghilangkan sebagian data-data serta posting-an yang bernada pedas terhadap pejabat dan pengusaha di Gresik. (mar/c15/roz/sep/JPG)

Editor: Suryo Eko Prasetyo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore