
TINDAK TEGAS: Kapolrestabes Surabaya Kombespol M. Iqbal di depan pelaku kriminalitas dan barang bukti kejahatan diamankan polisi dari 29 tersangka selama Januari.
JawaPos.com – Keresahan warga metropolis terhadap aksi kejahatan jalanan direspons serius oleh kepolisian. Mereka berjanji tidak bersikap lembek. Bahkan, kalau perlu, polisi akan menerapkan tembak di tempat.
”Kalau perlu ditembak mati jika ada pelaku yang malah mengancam nyawa anggota,” tegas Kapolrestabes Surabaya Kombespol M. Iqbal saat rilis hasil analisis dan evaluasi curanmor bulanan Selasa (6/2).
Iqbal menambahkan, saat ini banyak pelaku kejahatan dengan beragam modus. Terutama pencurian sepeda motor. Berdasar kasus yang terungkap, ada pelaku yang merusak kunci motor dengan berbagai perlengkapan. Misalnya, kunci leter T, Y, dan L.
Ada pula pelaku yang memakai magnet. Biasanya magnet digunakan untuk merusak pelindung rumah kunci. Jadi, meski pemiliknya sudah menutupnya, pelaku dengan gampang membongkar kunci. ”Kami akan terus melakukan mapping agar terungkap semua siapa-siapa saja yang ada di jaringan pelaku ini,” tambah alumnus Akademi Kepolisian (Akpol) 1991 tersebut.
Sepanjang Januari lalu, Satreskrim Polrestabes Surabaya dan polsek-polsek jajaran berhasil mengungkap 25 kasus curanmor. Dari seluruh kasus itu, korps seragam cokelat membekuk 29 bandit. Sebagian merupakan pelaku kambuhan alias sudah berpengalaman.
Polisi akan terus intens menangkal kejahatan, terutama di daerah rawan. Iqbal mengimbau warga agar ekstrahati-hati. Sebisanya warga menghindari kawasan yang sepi dan rawan aksi kejahatan. ”Satreskrim juga sudah saya perintahkan untuk membentuk tim antibandit,” jelas mantan Kabidhumas Polda Metro Jaya itu.
Tim tersebut akan berpatroli penuh selama 24 jam untuk mengatasi kasus 3C (curat, curas, dan curanmor). Mereka mendeteksi wilayah yang rawan dijadikan sasaran operasi para bandit serta menyisir kawasan itu. ”Kami tidak menakut-nakuti, cuma warga memang harus berhati-hati. Kalau sudah telanjur dipepet, tendang saja atau lari cari tempat ramai sekalian,” imbaunya.
Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Shinto Silitonga menambahkan, pihaknya akan terus memberantas kejahatan jalanan. Itu sudah menjadi bagian dari tugas polisi untuk melindungi masyarakat.
Polisi asal Medan tersebut mengatakan, pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan Wali Kota Tri Rismaharini untuk bisa memantau CCTV (closed circuit television) yang terpasang di jalanan. ’’Kami sudah berkomunikasi dengan Bu Wali Kota. Jadi, kalau lihat kejahatan di CCTV, langsung kami respons,’’ kata Shinto. (did/c7/fal/sep/JPG)
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Bali United FC vs Sabah FC di Dewata Challenge Series 2026: Serdadu Tridatu Berpesta!
Pegawai Diskominfo Kukar Bakar Kantor Usai Wajah Dijadikan Stiker WA
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Eks Dewas KPK Albertina Ho Tak Lolos Seleksi CHA di KY, TII Bandingkan dengan Politikus Golkar Ini
Sakit Hati, Alasan Eks Karyawan Bongkar Aib Richard Lee Suka 'Jajan Cewek'
3 Fakta Gonzalo Ritacco, Pemain Incaran Persebaya Surabaya yang Pernah Lawan Son Heung-min
HUT ke-81 RI, Naik Suroboyo Bus dan Wira Wiri Cuma Rp81, Berlaku Sepekan
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Everton vs Newcastle di Stadion Scottish Gas Murrayfield
Doktif Sebut Richard Lee Transfer Uang ke Mucikari, Klaim Gunakan Anak di Bawah Umur
