Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 8 Februari 2017 | 02.59 WIB

Sebulan Ungkap 25 Kasus Curanmor, Ancam Tembak Mati Bandit Jalanan

TINDAK TEGAS: Kapolrestabes Surabaya Kombespol M. Iqbal di depan pelaku kriminalitas dan barang bukti kejahatan diamankan polisi dari 29 tersangka selama Januari. - Image

TINDAK TEGAS: Kapolrestabes Surabaya Kombespol M. Iqbal di depan pelaku kriminalitas dan barang bukti kejahatan diamankan polisi dari 29 tersangka selama Januari.

JawaPos.com – Keresahan warga metropolis terhadap aksi kejahatan jalanan direspons serius oleh kepolisian. Mereka berjanji tidak bersikap lembek. Bahkan, kalau perlu, polisi akan menerapkan tembak di tempat.


”Kalau perlu ditembak mati jika ada pelaku yang malah mengancam nyawa anggota,” tegas Kapolrestabes Surabaya Kombespol M. Iqbal saat rilis hasil analisis dan evaluasi curanmor bulanan Selasa (6/2).


Iqbal menambahkan, saat ini banyak pelaku kejahatan dengan beragam modus. Terutama pencurian sepeda motor. Berdasar kasus yang terungkap, ada pelaku yang merusak kunci motor dengan berbagai perlengkapan. Misalnya, kunci leter T, Y, dan L.


Ada pula pelaku yang memakai magnet. Biasanya magnet digunakan untuk merusak pelindung rumah kunci. Jadi, meski pemiliknya sudah menutupnya, pelaku dengan gampang membongkar kunci. ”Kami akan terus melakukan mapping agar terungkap semua siapa-siapa saja yang ada di jaringan pelaku ini,” tambah alumnus Akademi Kepolisian (Akpol) 1991 tersebut.


Sepanjang Januari lalu, Satreskrim Polrestabes Surabaya dan polsek-polsek jajaran berhasil mengungkap 25 kasus curanmor. Dari seluruh kasus itu, korps seragam cokelat membekuk 29 bandit. Sebagian merupakan pelaku kambuhan alias sudah berpengalaman.


Polisi akan terus intens menangkal kejahatan, terutama di daerah rawan. Iqbal mengimbau warga agar ekstrahati-hati. Sebisanya warga menghindari kawasan yang sepi dan rawan aksi kejahatan. ”Satreskrim juga sudah saya perintahkan untuk membentuk tim antibandit,” jelas mantan Kabidhumas Polda Metro Jaya itu.


Tim tersebut akan berpatroli penuh selama 24 jam untuk mengatasi kasus 3C (curat, curas, dan curanmor). Mereka mendeteksi wilayah yang rawan dijadikan sasaran operasi para bandit serta menyisir kawasan itu. ”Kami tidak menakut-nakuti, cuma warga memang harus berhati-hati. Kalau sudah telanjur dipepet, tendang saja atau lari cari tempat ramai sekalian,” imbaunya.


Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Shinto Silitonga menambahkan, pihaknya akan terus memberantas kejahatan jalanan. Itu sudah menjadi bagian dari tugas polisi untuk melindungi masyarakat.



Polisi asal Medan tersebut mengatakan, pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan Wali Kota Tri Rismaharini untuk bisa memantau CCTV (closed circuit television) yang terpasang di jalanan. ’’Kami sudah berkomunikasi dengan Bu Wali Kota. Jadi, kalau lihat kejahatan di CCTV, langsung kami respons,’’ kata Shinto. (did/c7/fal/sep/JPG)

Editor: Suryo Eko Prasetyo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore