Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 20 Januari 2017 | 00.58 WIB

Dishub Sterilkan Terminal Purabaya

TIRU BANDARA: Mulai bulan depan, para calo bus tidak lagi bisa berkeliaran di area keberangkatan bus Terminal Purabaya. - Image

TIRU BANDARA: Mulai bulan depan, para calo bus tidak lagi bisa berkeliaran di area keberangkatan bus Terminal Purabaya.

JawaPos.com – Tidak lama lagi, alur penumpang di Terminal Purabaya akan diubah. Saat ini alur masih kacau. Calon penumpang maupun pengunjung bisa keluar masuk area parkir bus. Nanti area bus steril. Hanya calon penumpang serta kru bus yang bisa masuk area tersebut.


Menurut rencana, pengubahan alur penumpang dimulai bulan depan. Untuk menuju ke antrean bus, penumpang harus naik ke lantai 2. UPTD Terminal Purabaya menyediakan eskalator dan jalur untuk difabel. Setelah masuk di lantai 2, ada loket untuk check-in.


Di loket tersebut, tiket calon penumpang diperiksa. Masyarakat yang belum membeli atau tidak membawa tiket tidak bisa masuk ke lantai 2. Mereka hanya bisa berada di lantai bawah atau ruang tunggu.


Setelah lolos dari pemeriksaan tiket, calon penumpang menuju area parkir bus yang dituju. Untuk menuju ke antrean tersebut, calon penumpang harus melintasi lorong yang sudah tertulis masing-masing jurusannya. Lorong tersebut akan menghubungkan dengan lokasi bus sesuai jurusan yang diminta.


Di lantai bawah, tidak ada pintu penghubung antara ruang tunggu dan area bus. Berbeda dengan sekarang, pintu tersebut masih ada. Yakni, di depan pos suara Terminal Purabaya. Pintu itu akan ditutup. Dengan begitu, orang tidak bisa keluar masuk seenaknya di area bus.


Kepala Dinas Perhubungan Surabaya Irvan Wahyudrajad mengatakan, alur tersebut akan memisahkan calon penumpang dengan non-penumpang. Mereka yang bisa masuk ke area bus hanya calon penumpang yang membawa tiket. ”Selain mereka dan kru bus, tidak bisa. Area bus akan steril,” tegasnya.


Konsep tersebut hampir mirip dengan bandara maupun stasiun. Irvan berharap pola yang dirancang itu bisa terlaksana dengan baik. Dengan begitu, penumpang bisa lebih nyaman. Sistem keamanan juga terjamin. ”Pengawasan lebih mudah karena jumlah orang yang lalu lalang berkurang,” ungkapnya.


Kasubbag TU UPTD Terminal Purabaya Soesandi Ismawan mengatakan, sementara hanya alur yang ditata. Pemeriksaan tiket belum bisa diterapkan. Pihaknya masih menunggu program pemerintah pusat. ”Kami hanya menyiapkan loket dan perangkatnya,” katanya.


Sandi, sapaan akrabnya, menjelaskan bahwa sistem check-in di terminal bus sedang dirancang oleh Dirjen Perhubungan Darat. Program tersebut sudah diujicobakan di Terminal Tirtonadi, Solo. Saat ini masih masa pemantauan dan evaluasi. Apabila dianggap berhasil, sistem tersebut akan diterapkan serentak secara nasional.



Program itu juga menuntut semua terminal di Indonesia menyediakan ruang untuk check-in. Banyak terminal yang belum memenuhi standar tersebut. Itu poin yang menjadi kendala saat ini. ”Yang penting, untuk Terminal Purabaya, perangkat sudah siap. Tinggal penerapan,” ujar Sandi. (riq/c6/oni/sep/JPG)

Editor: Suryo Eko Prasetyo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore