
TAK LAGI SENDIRI: Wisnu Sakti Buana dan Dini Syafariah Endah selepas akad nikah kemarin. Kolega dan simpatisan PDI Perjuangan melepaskan balon-balon berwarna merah dan hitam.
JawaPos.com - Nuansa merah menyeruak di areal Masjid Nasional Al Akbar Surabaya (MAS) Selasa pagi (10/1). Ratusan pengurus ranting dan anggota PDIP seantero Surabaya berkumpul. Mereka ikut mangayubagya (menyambut) hari istimewa Wakil Wali Kota Wisnu Sakti Buana. Kemarin lelaki 42 tahun itu melepas kesendiriannya. Dia menyunting Dini Syafariah Endah.
Meski ijab kabul dijadwalkan pukul 09.00, undangan menunggu di ruang utama masjid sejak setengah jam sebelumnya. Tamu pria yang duduk di sisi tengah mengenakan kemeja batik dengan corak beragam. Adapun para perempuan dengan jilbab senada duduk di sisi kiri. Panitia dan pengurus MAS sibuk mempersiapkan kedatangan kedua mempelai ke hadapan penghulu.
Lalu, terdengar suara tepukan rebana dari depan masjid. Sang mempelai pria datang bersama iring-iringan rebana dengan membawa seserahan untuk keluarga mempelai perempuan. Tujuh kotak seserahan beralas merah diberikan secara simbolis kepada perwakilan keluarga Dini. Tidak berlama-lama di depan pintu masjid, iring-iringan kembali berjalan mengantar Wisnu yang mengenakan jas putih emas ke hadapan penghulu.
Akad nikah pagi itu memang sederhana. Acara diawali lantunan ayat Alquran, kemudian dilanjutkan khotbah oleh imam besar MAS Prof Dr H M. Roem Rowi.
Saksi pernikahan itu adalah Gubernur Jawa Timur Soekarwo. Wali Kota Tri Rismaharini tidak datang.
Prosesi ijab kabul dilangsungkan pukul 09.20. Dini, sang mempelai perempuan, kemudian menampakkan diri bersama delapan pengiring berpakaian putih dari ruang belakang MAS. Perempuan berdarah Jawa-Batak itu tampak anggun dalam balutan kebaya tipis bernuansa putih-merah muda. Ronce melati menjuntai apik di atas jilbab putihnya. Tata rias dan busana pengantin dikerjakan Zara Wedding Service.
Perempuan kelahiran Medan tersebut terlihat menahan haru saat Wisnu mengucap ijab di depan Dian Purwanto, kakak kandung Dian, dan petugas KUA Mulyorejo M. Nur Hidayat Ihsan. Berbekal maskawin seperangkat alat salat dan 233 gram emas, Wisnu sah memperistri Dini.
Dini, putri almarhum Parmin Haryanto itu, adalah teman Wisnu di SMPN 6 Surabaya. Namun, keduanya terpisah ketika masa SMA. Sebab, Dini memilih bersekolah di Jogjakarta. ''Saya sama nyonya tidak pernah resmi pacaran. Dekat iya,'' ucap Wisnu.
Dari MAS, Wisnu dan Dini diarak menuju ke markas Dewan Pengurus Cabang (DPC) PDIP di Jalan Kapuas. Ratusan simpatisan partai ikut berkonvoi dengan motor sepanjang Jalan Ahmad Yani dan Jalan Darmo. Motor-motor bergerak perlahan, bahkan sesekali berhenti. Menjelang belokan ke Jalan Kapuas, beberapa simpatisan terdepan memilih menuntun motornya.
Hari pernikahan Wisnu memang bertepatan dengan hari jadi PDIP. Dia mengatakan tidak pernah berniat melangsungkan pernikahan dengan meriah dan dihadiri ribuan orang. ''Tapi, ternyata memang jalannya harus semua tahu. Ya akhirnya kita buka sekalian,'' ungkap pria 42 tahun tersebut.
Dalam rangka HUT PDIP, Wisnu mengatakan bahwa kini PDIP punya 15 kursi di DPRD. Periode berikutnya, dia menargetkan perolehan kursi dua kali lipat lebih banyak. Namun, Wisnu menyampaikan bahwa para simpatisan harus menunjukkan sikap yang baik. ''Kalau bikin macet seperti tadi, bagaimana? Makanya, kita harus membantu masyarakat mikir solusi supaya nggak macet,'' paparnya dalam orasinya. Pekik simpatisan pun menyeruak.
Keluarga besar sang mempelai perempuan juga turut hadir dalam jamuan ulang tahun partai tersebut. Namun, mereka enggan berkomentar. Wisnu pun tidak bisa berlama-lama menikmati jadi raja sehari. Dia harus terbang ke Jakarta untuk mengikuti rapat kerja nasional partai. (deb/c15/dos)

14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Korban Dicekoki Miras Hingga Tak Sadar, Pelaku Pemerkosaan Cipondoh Masih Dicari
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
