
Liverpool harus mewaspadai penampilan mereka di babak kedua yang kerap lengah.
JawaPos.com - Laga superpanas bakal tersaji di Stadion Emirates, kandang Arsenal, Minggu (4/11) dini hari nanti. Liverpool yang menjadi salah satu dari tiga tim Premier League musim ini yang belum terkalahkan datang dengan ambisi besar. Menghentikan tren positif The Gunners di hadapan pendukung sendiri.
Namun, Arsenal yang akan dihadapi Liverpool dini hari nanti bukanlah tim yang tak mampu menang dalam 3 pertemuan terakhir keduanya. Arsenal musim ini sudah berbeda. Karena ada ahli strategi baru yang membuat performa The Gunners makin mantap. Unai Emery, sang pelatih anyar, telah membuat Arsenal tampil makin moncer. Pelan tapi pasti.
Pelatih Liverpool, Juergen Klopp pasti cukup mengenal sosok Unai Emery. Karena Emery lah yang pernah menggagalkan ambisinya mempersembahkan trofi bagi Liverpool. Pada musim perdananya bersama Liverpool, 2015-2016, Emery bersama Sevilla membuat Liverpool bertekuk lutut 1-3 di St.Jakob Park Basel.
Klopp dalam pre-match press conference Jumat kemarin (2/11) di Melwood mengatakan, Arsenal yang sedang ada di era baru sangatlah kuat. Sebelum bermain imbang 2-2 lawan Crystal Palace (28/10), The Gunners mencatatkan rekor selalu menang dalam 11 pertandingan di semua ajang.
“Ketika seorang pelatih baru datang maka semua pemain keluar dari zona nyaman. Apa yang dilakukan Emery sangat bagus setelah mereka menjalani awal yang sulit,” kata Klopp kepada Liverpool Echo.
Di dua laga pembuka musim ini, Arsenal sempat menjalani jadwal yang kurang bersahabat. Dengan situasi pelatih yang masih anyar mereka langsung babak belur oleh dua tim dari posisi 5 besar. Mesut Oezil dkk pun kalah 0-2 oleh Manchester City (12/8) dan 2-3 dari Chelsea (18/12).
Nah, bicara tentang kejadian dua tahun lalu di Basel, pelatih berusia 51 tahun tersebut belajar beberapa hal. Salah satunya Liverpool kehilangan momentum di babak kedua. Unggul satu gol di babak kedua, Liverpool jebol tiga gol di babak kedua.
“Pada babak kedua situasi berubah dengan sangat cepat. Tim kami seperti kehabisan tenaga setelah kami kebobolan gol kedua di menit ke-63,” ucap mantan pelatih Mainz 05 dan Borussia Dortmund itu. “Taktik Emery berjalan di babak kedua sedang strategi kami hanya berjalan di babak pertama.”
Dari kekalahan pahit itu Klopp belajar banyak dalam empat musimnya di Liverpool ini. Salah satunya yang paling mencolok musim ini adalah perbaikan lini belakang Liverpool. Sampai dengan pekan ke-10, Liverpool belum kalah dan hanya jebol empat kali. Nomor kedua paling sedikit bobol setelah Manchester City (3 gol).
Kalau melihat keempat gol yang bersarang ke gawang Liverpool musim ini, 3 di antaranya memang terjadi di babak kedua. Hanya saat lawan Chelsea (29/9), Liverpool kebobolan di babak pertama.
Repotnya, sejak ditangani Emery, Arsenal menjadi lebih membahayakan di babak kedua di kancah Premier League. Dari total 24 gol di level domestik, 17 di antaranya lahir di babak kedua. Kalau dipersentase maka Arsenal lebih berbahaya karena produktivitasnya mencapai 70,3 persen di 45 menit kedua.
Bek kiri Liverpool Andrew Robertson mengatakan kepada The Telegraph kalau kuartet lini belakang timnya beda dengan tiga musim lalu pada era Klopp. Masuknya Virgil van Dijk maupun kematangan Joe Gomez membuat lini belakang Liverpool lebih susah ditembus dibanding tahun lalu.
“Trent (Alexander-Arnold) sejak kembali dari Piala Dunia 2018 berkembang pesat. Joe (Gomez) kini pun bisa menembus Timnas Inggris padahal sebelumnya tak ada yang mengenalnya,” kata Robbo, sapaan Robertson. “Jangan lupakan juga Big Al (Alisson Becker, red.) di posisi kiper,” tambah bek asal Skotlandia itu.
Sementara itu, Emery kepada Football London mengatakan, ketika menuju babak kedua saat timnya tertinggal dari Liverpool di Basel dua tahun lalu, Emery membisikkan kata-kata motivasi kepada para pemainnya. “Saya minta kepada anak-anak untuk membayangkan seandainya kami saat ini bermain di Ramon Sanchez Pizjuan (markas Sevilla, red) dan bukan di Basel,” tutur Emery.
'Mantra' itu seperti menyihir skuad Los Nervionenses. Penyerang Sevilla Kevin Gameiro hanya membutuhkan 17 detik setelah babak kedua dimulai untuk mencetak gol. Terkena serangan blitzkrieg ala Jerman di Perang Dunia II, hancurlah mental Liverpool.

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
