Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 4 November 2026 | 22.04 WIB

Ingin Menikmati Cokelat Tanpa Merusak Pola Diet? Perhatikan Tips Ahli Gizi

Makan Coklat Saat Diet (magnific)

JawaPos.com - Menjalani diet sehat bukan berarti seseorang harus mengucapkan selamat tinggal pada makanan manis.

Permen, cokelat, dan camilan favorit tetap bisa menjadi bagian dari pola makan seimbang selama dikonsumsi secara bijak.

Hal ini menjadi pembahasan dalam artikel Healthline ditinjau secara medis oleh Amy Richter, MS, RD, pada 22 Oktober 2026.

Ahli gizi Alissa Palladino menjelaskan bahwa makanan manis tidak harus sepenuhnya dihindari, bahkan ketika seseorang sedang berusaha menjaga berat badan.

Menurut Palladino, pembatasan makanan secara berlebihan justru berpotensi menimbulkan perasaan kekurangan yang dapat memicu keinginan makan lebih banyak di kemudian hari.

Karena itu, memberikan ruang untuk menikmati camilan favorit dapat membantu membangun hubungan yang lebih sehat dengan makanan.

Permen dan cokelat memang tidak dapat menggantikan makanan bernutrisi seperti sayuran, buah, protein, dan biji-bijian utuh, tetapi tetap memiliki tempat dalam pola makan sehari-hari.

Jumlah camilan yang dikonsumsi sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan dan tujuan kesehatan masing-masing individu.

Bagi seseorang yang sedang mengelola berat badan, menikmati satu atau dua potong permen berukuran kecil setiap hari bisa menjadi salah satu pilihan.

Namun, kebutuhan setiap orang berbeda sehingga tidak ada satu ukuran porsi yang berlaku untuk semua. Palladino juga menyarankan memilih kemasan kecil atau porsi individual agar konsumsi makanan manis lebih mudah dikendalikan.

Waktu menikmati camilan juga perlu diperhatikan. Palladino menyarankan untuk mengonsumsi permen setelah menyantap makanan seimbang yang mengandung protein, lemak sehat, dan serat.

Cara ini dapat membantu seseorang merasa lebih kenyang sehingga tidak terlalu terdorong mengonsumsi makanan manis dalam jumlah berlebihan.

Sebaliknya, makan permen ketika sedang sangat lapar berpotensi membuat seseorang kesulitan mengatur porsinya.

Selain rasa lapar fisik, kondisi emosional juga dapat memengaruhi kebiasaan makan. Ketika merasa bosan, kesepian, marah, atau stres, seseorang terkadang menjadikan makanan manis sebagai pelarian untuk mendapatkan kenyamanan sementara.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore