Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 16 Oktober 2026 | 05.29 WIB

6 Tips Mencegah Blunder Saat Public Speaking, Tutorial Bicara Lebih Bijak dan Bertanggungjawab

Ilustrasi public speaking/Magnific - Image

Ilustrasi public speaking/Magnific

JawaPos.com-Public speaking sering dijumpai dalam aktivitas sehari-hari. Baik dalam skala besar maupun berbicara dengan satu orang.

Mulai dari presentasi, wawancara, interview kerja, sampai berpidato di atas podium, membutuhkan keterampilan public speaking yang cukup kompleks. 

Keterampilan ini juga mencakup kemampuan memeriksa sumber informasi, memastikan sumber dapat dipercaya, sampai mengecek ketepatan informasi yang diterima

Semua itu dilakukan supaya informasi yang disampaikan benar-benar akurat dan tidak menimbulkan blunder di kemudian hari. 

Informasi yang kabur dapat membuat perkataan anda terkesan kurang bijak dan sulit dipertanggungjawabkan. Jika terus dilakukan, hal tersebut dapat membuat orang lain kehilangan kepercayaan terhadap perkataan tersebut.

Melansir informasi dari laman aconsciousrethink pada (15/10) berikut 6 tips public speaking untuk mencegah blunder agar perkataan anda lebih bijak dan dapat dipertanggungjawabkan.

Sebelum menghadapi sesi public speaking, tanyakan pada diri sendiri apakah sesuatu yang hendak disampaikan benar adanya. Jika belum yakin, lebih baik menahan diri untuk tidak langsung mengatakannya. Pastikan sumber informasi benar-benar akurat. Jika masih ragu periksa kembali, dan jika sudah mengetahui bahwa informasi tersebut hoax jangan menyebarkannya.

Perkataan yang diucapkan sebaiknya memberikan manfaat bagi orang lain. Salah satunya bisa membuat lawan bicara merasa nyaman, aman, dan bebas menjadi diri sendiri. Perkataan yang membawa pengaruh positif adalah contoh dari ucapan yang bermanfaat, bukan justru menghambat ataupun menyulitkan orang lain.

Sikap menghargai orang lain tidak harus berarti memberikan pujian atau menyampaikan kata-kata motivasi. Anda perlu menunjukkan bahwa lawan bicara adalah manusia yang layak dihormati dan dihargai. Percakapan antara dua orang tidak seharusnya menjadi ajang untuk saling membanggakan diri. 

Pada situasi tertentu, anda perlu memilih kata-kata dan kalimat yang tepat. Kritik dan motivasi yang disampaikan mungkin benar, tetapi ada kalanya kritik tidak tepat diutarakan dalam kondisi tertentu. Anda dapat mengajak seseorang untuk memperbaiki diri dengan menyebutkan hal-hal spesifik yang bisa dilakukan serta menyampaikannya dengan intonasi lembut dan penuh kepedulian.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore