Ilustrasi percakapan (magnific)
JawaPos.com - Tidak semua percakapan harus berlangsung lama agar seseorang bisa disebut ramah atau pandai bergaul.
Ada kalanya obrolan hanya berputar pada topik yang sama, dipenuhi basa-basi tanpa arah, atau menghabiskan waktu tanpa menghasilkan pemahaman baru.
Dalam situasi seperti ini, kemampuan mengakhiri percakapan dengan sopan menjadi keterampilan sosial yang penting.
Orang yang memiliki kecakapan komunikasi biasanya memahami bahwa menjaga hubungan baik tidak berarti harus selalu melayani setiap percakapan sampai selesai.
Mereka bisa menunjukkan penghargaan kepada lawan bicara sekaligus menyadari kapan waktunya kembali bekerja, beristirahat, atau melanjutkan aktivitas lain.
Kuncinya terletak pada pemilihan kata yang tepat, nada bicara yang tenang, dan kemampuan menyampaikan batasan tanpa merendahkan orang lain.
Mengakhiri obrolan yang tidak lagi produktif juga bukan berarti menganggap lawan bicara tidak penting.
Percakapan yang terasa kurang bermakna bagi seseorang mungkin tetap menyenangkan bagi orang lain.
Karena itu, cara terbaik untuk mengakhirinya adalah dengan tetap menghargai orang yang diajak berbicara, tanpa berpura-pura ingin melanjutkan percakapan lebih lama.
Dilansir dari Your Tango, orang yang ingin mengakhiri percakapan tanpa basa-basi berkepanjangan dapat menggunakan sejumlah frasa santai dan elegan untuk menyampaikan maksudnya dengan tetap menjaga kesopanan.
Berikut 10 frasa yang bisa digunakan dalam situasi sosial maupun profesional, beserta penjelasan kapan dan bagaimana menggunakannya.
Frasa ini cocok digunakan ketika percakapan mulai berlangsung terlalu lama, terutama dalam situasi profesional atau ketika lawan bicara terlihat sedang memiliki kesibukan lain. Alih-alih mengatakan bahwa obrolan sudah membosankan, seseorang dapat mengalihkan perhatian pada waktu dan aktivitas lawan bicara. Kalimat ini menunjukkan bahwa ia menghargai waktu orang lain sekaligus memberikan isyarat bahwa percakapan sebaiknya segera diakhiri.
Keunggulan frasa tersebut terletak pada kesan yang tetap ramah. Orang yang mengucapkannya tidak perlu mengkritik isi percakapan atau membuat lawan bicara merasa tidak menarik. Ia cukup menyampaikan bahwa dirinya tidak ingin memperpanjang interaksi. Cara ini membantu mengurangi kemungkinan munculnya rasa tersinggung karena penutupan percakapan disampaikan melalui alasan yang wajar.
Dalam lingkungan kerja, kalimat tersebut dapat digunakan setelah diskusi singkat dengan rekan, atasan, atau klien. Sementara itu, dalam situasi sosial, frasa ini cocok ketika seseorang bertemu kenalan di tengah aktivitas yang sedang berlangsung. Namun, penggunaannya akan terasa lebih tulus jika disampaikan dengan nada yang hangat, bukan sebagai sindiran.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Fulham vs Hull City: The Tigers Berpeluang Menang Tipis di Craven Cottage
Prediksi Skor Garudayaksa vs Arema FC: Produktivitas Singo Edan Jadi Ancaman Bagi Tuan Rumah
Prediksi Skor Lille vs Brest di Liga Prancis: Verdonk Starter, Les Dogues Berjaya di Pierre Mauroy
Prediksi Susunan Pemain Real Betis vs Barcelona: Yamal dan Adeyemi Jadi Andalan
Prediksi Skor Hamburger SV vs Stuttgart: Die Roten Siap Pesta Gol di Volksparkstadion
Prediksi Skor Espanyol vs Atletico Madrid di Liga Spanyol: Los Rojiblancos Pertahankan Laju Positif
Prediksi Skor PSGC Ciamis vs PSIS Semarang di Pegadaian Championship: Tuan Rumah Hadapi Ujian Berat
Prediksi Susunan Pemain AS Roma vs Genoa: Santiago Castro Siap Jadi Andalan
Prediksi Skor Semen Padang vs PSMS di Championship: Kabau Sirah Bidik Kemenangan Kandang Perdana
Prediksi RANS Nusantara vs Persela Lamongan: Laskar Joko Tingkir Berburu Kemenangan di Malang

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022