Ilustrasi, rumah yang bersih. Magnific/ zinkevych.
JawaPos.com - Penelitian menunjukkan bahwa ritual bersih-bersih, salah satunya rumah dapat mendukung kesejahteraan dan membantu meredakan stres.
Namun, tidak semua generasi setuju dengan hal itu, termasuk seperti apa sebenarnya wujud rumah yang bersih atau metode yang diterapkan untuk membersihkan rumah mengalami perkembangan seiring waktu dan menarik untuk dibahas.
Dilansir JawaPos.com dari yourtango pada Rabu (14/10), berikut ini pendapat Generasi Baby Boomer, Gen X, Milenial, dan Gen Z tentang seperti apa rumah yang bersih itu.
Generasi Baby Boomer
Generasi Baby Boomer yang lahir tahun 1946 – 1964 lebih berkomitmen untuk membersihkan rumah menyeluruh secara rutin.
Rutinitas bersih-bersih rumah menjadi hal yang penting seiring semakin diprioritaskannya aktualisasi diri dan kesehatan bagi kaum Baby Boomer.
Bahkan, mereka melakukannya dengan penuh kesadaran seiring bertambahnya usia.
Terlebih lagi, pengaruh budaya kerja keras yang mewarnai masa pertumbuhan menjadikan rutinitas ini menjadi hal yang mutlak untuk dilakukan.
Meski kenyataannya lebih mudah mengutamakan kenyamanan dan melewatkan tugas bebersih rumah, namun generasi ini tetap meluangkan waktu untuk melakukannya.
Mereka menaruh perhatian pada detail kebersihan, berkat sikap tangguh yang menjadi andalan mereka sehari-hari.
Perpaduan antara sikap teratur, kebersihan, dan kebiasaan praktis membentuk rutinitas Generasi Baby Boomer.
Meski rutinitas ini tampak sangat membosankan dan berbeda dari generasi selanjutnya, namun tetap saja hal tersebut menjadi bagian penting dalam kehidupan mereka.
Generasi X (Gen X)
Generasi kelahiran 1965 – 1980 cenderung mengutamakan keteraturan, kepraktisan, dan konsistensi.
Jadi, mereka mengaitkan konsep rumah yang rapi dengan keteraturan.
Mereka secara umum tidak terlalu mementingkan kepemilikan barang dibandingkan generasi lainnya.
Bagi mereka, lebih penting menata dan menyediakan tempat khusus bagi setiap barang daripada mengandalkan laci serbaguna atau ruangan untuk tempat penyimpanan.
Jadi, kebiasaan bersih-bersih rumah bagi kaum Gen X sangat mengutamakan keteraturan dan memiliki pola tersendiri.
Misalnya saja menjalankan rutinitas bersih-bersih rumah secara mingguan atau bulanan dan meluangkan waktu khusus untuk melakukan pembersihan menyeluruh.
Pada intinya, mereka sangat menghargai kerapian dan kebersihan.
Generasi Milenial
Menarik! Generasi Milenial membersihkan rumah karena kebutuhan dan mengutamakan kepraktisan.
Mereka yang lahir tahun 1981 – 1996 mulai menjalani kehidupan rumah tangga dan berkeluarga.
Tidak heran bila mereka menunda kebiasaan bersih-bersih rumah yang sering kali menjadi prioritas generasi sebelumnya.
Jadi, mereka mungkin membersihkan dapur, area pintu masuk, atau kamar mandi karena ada tamu yang akan datang. Tapi, menunda-nunda membersihkan debu di kipas angin.
Meski waktu luang kaum Milenial sama banyaknya dengan Gen X atau Baby Boomer, namun prioritas mereka berbeda.
Mereka lebih memilih menghabiskan waktu untuk menyiapkan makanan, menempuh perjalanan, atau mengurus anak-anak di rumah.
Akibatnya, waktu yang tersisa untuk bersih-bersih rumah menjadi lebih sedikit.
Ini membentuk pandangan mereka tentang seperti apa rumah yang bersih itu, yaitu yang memiliki suasana 'benar-benar' berpenghuni dan bersifat praktis.
Mereka tidak selalu terobsesi memiliki rumah yang sangat bersih tanpa noda, karena bagi mereka memiliki rumah yang fungsional dan praktis jauh lebih penting guna mendukung gaya hidup Milenial yang super sibuk.
Generasi Z (Gen Z)
Generasi Z lebih sering lagi menunda kegiatan bersih-bersih rumah dan memilih menyembunyikan barang-barang yang berserakan di area khusus.
Sebuah studi oleh Talker Research mengungkapkan, sekitar 31 persen responden Gen Z dan Milenial memiliki setidaknya satu ruangan di rumah yang tidak dibersihkan selama lebih dari enam bulan.
Maksudnya, mereka yang lahir tahun 1997 – 2012 memiliki area khusus di rumah untuk menampung barang-barang yang berserakan, alih-alih merapikan dan membersihkan semuanya sekaligus.
Mereka juga memandang kegiatan bersih-bersih rumah sebagai hal yang bisa ditunda demi melakukan aktivitas atau pengalaman lain.
Jadi, sama seperti Milenial, Gen Z pun memprioritaskan waktu luang untuk menikmati pengalaman, pergi bersama teman, atau menekuni hobi di rumah.
Tapi, di sisi lain, banyak anggota Gen Z mengubah kegiatan bersih-bersih menjadi sebuah ritual.
Alih-alih menganggap kegiatan bersih-bersih menyeluruh setiap minggu sebagai beban pekerjaan rumah tangga, Gen Z lebih memilih menganggapnya sebagai perawatan diri atau 'self care' dan ritual-ritual kecil harian yang terasa lebih ringan dan tidak mengikat.
Bagi mereka, rumah yang bersih lebih mencerminkan kenyamanan dan selera pribadi, bukan sekadar ruangan yang steril atau area yang bebas noda.
Hal ini mungkin membuat orang tua mereka dari generasi Baby Boomer atau Gen X merasa kesal, namun sikap tersebut tidak bermaksud personal ataupun menunjukkan rasa tidak hormat.
Ini hanya perbedaan nilai yang dianut tentang seperti apa rumah yang bersih itu.***