Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 14 Oktober 2026 | 17.17 WIB

10 Perilaku Mencurigakan Pria yang Tak Mencintaimu, tetapi Menyukai Apa yang Kamu Lakukan untuknya

Ilustrasi pria yang berpura-pura mencintai pasangannya (magnific) - Image

Ilustrasi pria yang berpura-pura mencintai pasangannya (magnific)

 
 

JawaPos.com - Dalam sebuah hubungan, perhatian dan kasih sayang seharusnya tumbuh dari ketertarikan yang tulus terhadap diri seseorang, bukan semata-mata karena manfaat yang bisa diperoleh darinya. 

Namun, tidak semua pria yang terlihat dekat, sering menghubungi, atau bersikap manis benar-benar memiliki perasaan yang sama seperti yang ditunjukkannya. 

Ada kalanya, kedekatan tersebut lebih banyak didorong oleh kenyamanan, bantuan, perhatian, atau dukungan yang diberikan pasangannya.

Situasi ini bisa membuat perempuan merasa dihargai pada awalnya, tetapi perlahan menyadari bahwa hubungan yang dijalani terasa berat sebelah. 

Ia mungkin selalu hadir ketika pria tersebut membutuhkan bantuan, tetapi justru kesulitan mendapatkan dukungan saat dirinya sedang menghadapi masalah. 

Perbedaan antara kasih sayang yang tulus dan hubungan yang berorientasi pada keuntungan pribadi memang tidak selalu mudah dikenali.

Lantas, bagaimana cara mengetahui apakah seorang pria benar-benar mencintaimu atau hanya menyukai hal-hal yang kamu lakukan untuknya? 

Ada sejumlah perilaku yang patut diperhatikan, terutama jika muncul berulang kali dan membentuk pola hubungan yang tidak seimbang. 

Berikut 10 perilaku mencurigakan pria yang mungkin lebih menyukai manfaat darimu daripada membangun hubungan yang saling menghargai, dikutip dari Your Tango. 

1. Dia Selalu Hadir Ketika Membutuhkan Sesuatu, tetapi Jarang Ada Saat Kamu Membutuhkannya

Salah satu tanda yang patut diperhatikan adalah ketika seorang pria selalu mencari kamu saat membutuhkan bantuan, perhatian, atau dukungan emosional, tetapi sulit ditemukan ketika kamu sedang menghadapi masalah.

Dia mungkin menghubungimu ketika sedang kesepian, membutuhkan seseorang untuk mendengarkan keluhannya, atau ingin dibantu menyelesaikan urusan tertentu. Namun, ketika kamu membutuhkan dukungan serupa, responsnya justru terasa dingin atau tidak konsisten.

Dalam hubungan yang sehat, dukungan tidak harus selalu diberikan dalam jumlah yang sama setiap saat. Ada masa ketika salah satu pihak membutuhkan lebih banyak perhatian karena sedang menghadapi masalah.

Hal yang perlu diperhatikan adalah apakah kedua orang tetap berusaha saling mendukung dalam jangka panjang atau hubungan terus berpusat pada kebutuhan satu pihak.

Dari sudut pandang psikologi hubungan, pola timbal balik dan respons terhadap kebutuhan pasangan merupakan bagian penting dalam membangun kedekatan.

Ketika seseorang berulang kali menerima perhatian tanpa berusaha memahami kebutuhan pasangannya, hubungan dapat terasa timpang.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore