Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 13 Oktober 2026 | 21.36 WIB

Masa Kecil Bahagia Tak Selalu Diceritakan, Ini 7 Ciri yang Terlihat Saat Dewasa

ilustrasi keluarga bahagia. Sumber foto: Freepik - Image

ilustrasi keluarga bahagia. Sumber foto: Freepik

JawaPos.com - Tidak semua orang yang memiliki kenangan indah saat kecil gemar menceritakannya kepada orang lain. Ada yang tidak pernah mengunggah kisah masa lalu di media sosial atau membahas kedekatannya dengan keluarga dalam percakapan sehari-hari.

Meski begitu, pengalaman masa kecil yang positif sering kali tercermin melalui sikap dan perilaku seseorang ketika dewasa. Pengaruhnya dapat terlihat dari cara mereka membangun hubungan, mengelola emosi, hingga menghadapi berbagai persoalan hidup.

Masa kecil yang dipenuhi rasa aman dan kasih sayang juga dapat membantu seseorang mengembangkan kepercayaan diri, empati, serta kemampuan memahami perasaan diri sendiri dan orang lain.

Dilansir dari Geediting, ada tujuh tanda yang dapat menunjukkan bahwa seseorang pernah tumbuh dalam lingkungan masa kecil yang bahagia, meskipun ia tidak pernah membicarakannya secara terbuka.

1. Memiliki Rasa Aman dan Percaya Diri yang Alami

Seseorang yang tumbuh dalam lingkungan keluarga yang stabil secara emosional umumnya memiliki rasa aman dalam dirinya. Mereka tidak selalu merasa harus membuktikan kemampuan atau mencari pengakuan dari orang lain agar merasa berharga.

Ketika melakukan kesalahan, mereka cenderung mampu menerimanya sebagai bagian dari proses belajar, bukan menganggapnya sebagai akhir dari segalanya. Mereka juga lebih mudah menghadapi ketidakpastian tanpa terus-menerus dibayangi ketakutan berlebihan.

Rasa aman tersebut dapat berkembang sejak masa kanak-kanak ketika seseorang merasa diterima, dilindungi, dan dihargai oleh orang-orang terdekatnya.

2. Nyaman Menerima Kasih Sayang dari Orang Lain

Bagi sebagian orang, mendapatkan perhatian atau ungkapan cinta justru bisa menimbulkan kecanggungan. Mereka mungkin sulit menerima pujian, merasa tidak nyaman ketika dipeluk, atau meragukan ketulusan seseorang yang menunjukkan kepedulian.

Sebaliknya, orang yang terbiasa menerima kasih sayang secara sehat sejak kecil cenderung lebih terbuka terhadap bentuk perhatian tersebut. Mereka dapat menghargai pujian, menerima bantuan, dan menunjukkan kedekatan tanpa merasa harus selalu waspada.

Hal ini dapat terbentuk ketika kasih sayang di lingkungan keluarga diberikan secara tulus, bukan dijadikan alat untuk mengendalikan perilaku atau menuntut balasan.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore