seseorang yang memaksimalkan kebahagiaan. (Magnific)
“Kalau pekerjaan sudah selesai, aku akan lebih bahagia.”
“Kalau sudah punya cukup uang, aku bisa menikmati hidup.”
“Kalau semua masalah sudah beres, aku akan punya waktu untuk diri sendiri.”
Namun, kenyataannya tidak selalu seperti itu.
Kita bisa memiliki waktu luang yang cukup tetapi tetap merasa lelah, kosong, atau tidak puas. Sebaliknya, ada orang yang memiliki jadwal padat tetapi tetap merasa hidupnya bermakna dan menyenangkan.
Hal ini menunjukkan bahwa persoalannya bukan hanya berapa banyak waktu yang kita miliki, tetapi bagaimana kita menggunakannya.
Dalam psikologi, waktu memiliki hubungan yang sangat erat dengan kesejahteraan subjektif. Cara seseorang mengalokasikan waktunya dapat memengaruhi suasana hati, rasa bermakna, kepuasan hidup, kualitas hubungan, bahkan bagaimana ia menilai kehidupannya secara keseluruhan.
Karena itu, jika kamu ingin menggunakan waktu dengan lebih baik sekaligus meningkatkan kebahagiaan, kamu tidak harus mengubah seluruh hidupmu.
Kamu bisa memulainya dengan beberapa perubahan sederhana.
Dilansir dari Psychology Today pada Selasa (6/10), terdapat enam cara efektif yang dapat membantu kamu menggunakan waktu untuk memaksimalkan kebahagiaan.
1. Jangan Hanya Mengisi Waktu, tetapi Isi dengan Hal yang Benar-Benar Bermakna
Salah satu jebakan kehidupan modern adalah menganggap kesibukan sebagai tanda bahwa kita sedang menjalani hidup dengan baik.
Kalender penuh.
Notifikasi terus berdatangan.
Pekerjaan tidak pernah benar-benar selesai.
Ada rapat, pesan, tugas, target, pekerjaan rumah, media sosial, dan berbagai tuntutan lainnya.
Kita begitu sibuk mengisi waktu sampai lupa bertanya:
“Sebenarnya, untuk apa aku menggunakan waktuku?”
Padahal, dari perspektif psikologi, kebahagiaan tidak selalu muncul karena seseorang melakukan lebih banyak aktivitas. Yang lebih penting adalah apakah aktivitas tersebut sesuai dengan kebutuhan psikologis dan nilai pribadi seseorang.
Cobalah membedakan antara aktivitas yang menghabiskan waktu dan aktivitas yang memberikan nilai bagi hidupmu.
Misalnya, menonton video pendek selama satu jam mungkin terasa menyenangkan pada awalnya. Namun setelah selesai, kamu belum tentu merasa lebih puas.
Sebaliknya, menghabiskan satu jam berbicara dengan orang yang kamu sayangi, membaca buku yang menarik, berolahraga, membuat sesuatu, atau mengerjakan hobi mungkin memberikan kepuasan yang lebih bertahan lama.
Karena itu, jangan hanya bertanya:
“Apa yang harus aku lakukan hari ini?”
Cobalah bertanya:
“Apa yang ingin aku rasakan dari hari ini?”
Jika kamu ingin merasa dekat dengan orang lain, sisihkan waktu untuk hubungan.
Jika kamu ingin merasa berkembang, gunakan waktu untuk belajar.
Jika kamu ingin merasa tenang, berikan ruang untuk beristirahat.
Jika kamu ingin merasa hidupmu bermakna, lakukan sesuatu yang sesuai dengan nilai dan tujuanmu.
Kebahagiaan sering kali bukan hasil dari memiliki lebih banyak waktu.
Kebahagiaan muncul ketika waktu yang kita miliki digunakan untuk sesuatu yang memang kita anggap penting.
Coba lakukan ini
Setiap pagi atau malam sebelumnya, pilih tiga hal:
satu hal yang penting untuk pekerjaan,
satu hal yang penting untuk dirimu sendiri,
satu hal yang penting untuk hubunganmu dengan orang lain.
Dengan begitu, harimu tidak hanya dipenuhi kewajiban, tetapi juga memiliki ruang untuk kehidupan yang ingin kamu jalani.
2. Sisihkan Waktu untuk Orang-Orang yang Membuat Hidup Terasa Lebih Berarti
Jika ada satu investasi waktu yang sering diremehkan, mungkin itu adalah hubungan sosial.
Banyak orang bersedia menghabiskan berjam-jam untuk bekerja demi masa depan, tetapi sulit meluangkan tiga puluh menit untuk berbicara dengan orang yang mereka cintai.
Padahal, manusia pada dasarnya adalah makhluk sosial.
Hubungan yang sehat dapat memberikan rasa diterima, didukung, dipahami, dan dimiliki. Semua hal tersebut berperan besar dalam kesejahteraan psikologis.
Menariknya, menghabiskan waktu bersama orang lain tidak harus selalu dilakukan melalui aktivitas besar.
Tidak harus liburan mahal.
Tidak harus makan di restoran mewah.
Tidak harus pergi ke tempat yang jauh.
Terkadang, kebahagiaan muncul dari hal yang sangat sederhana:
minum kopi bersama teman,
makan malam bersama keluarga,
berjalan kaki sambil berbicara,
mengirim pesan kepada seseorang yang sudah lama tidak dihubungi,
atau sekadar duduk bersama tanpa harus melakukan sesuatu yang istimewa.
Masalahnya, kita sering berpikir bahwa nanti akan selalu ada waktu.
“Nanti kalau pekerjaan sudah selesai.”
“Nanti kalau sudah tidak sibuk.”
“Nanti kalau sudah punya lebih banyak uang.”
Padahal, waktu tidak pernah benar-benar menunggu.
Orang-orang yang kita sayangi juga terus berubah.
Karena itu, salah satu cara terbaik menggunakan waktu adalah dengan sengaja mengalokasikan sebagian waktu untuk hubungan yang penting bagi kita.
Coba lakukan ini
Buat satu kebiasaan kecil setiap minggu.
Misalnya:
menelepon orang tua,
bertemu teman dekat,
makan bersama pasangan tanpa menggunakan ponsel,
mengajak anak bermain,
atau sekadar mengobrol dengan seseorang yang membuatmu merasa nyaman.
Jangan menunggu punya banyak waktu.
Gunakan waktu yang ada.
Karena dalam banyak kasus, kualitas hubungan bukan dibangun oleh satu momen besar, melainkan oleh banyak momen kecil yang dilakukan secara konsisten.
3. Belajar Menghargai Waktu Luang, Bukan Menganggapnya sebagai Waktu yang Terbuang
Ada orang yang merasa bersalah ketika tidak produktif.
Ketika memiliki waktu kosong, mereka langsung mencari sesuatu untuk dikerjakan.
Saat duduk santai, mereka membuka ponsel.
Saat sedang libur, mereka merasa harus melakukan sesuatu.
Bahkan ketika tubuh sudah lelah, pikiran masih berkata:
“Aku seharusnya melakukan sesuatu.”
Jika kamu sering mengalami hal ini, mungkin kamu perlu mengubah cara pandang terhadap waktu luang.
Istirahat bukan selalu bentuk kemalasan.
Waktu kosong bukan berarti waktu yang terbuang.
Manusia membutuhkan jeda.
Tubuh membutuhkan pemulihan.
Pikiran juga membutuhkan ruang untuk berhenti menerima rangsangan.
Masalahnya, teknologi membuat kita hampir tidak pernah benar-benar mengalami kekosongan.
Ketika bosan, kita membuka media sosial.
Ketika menunggu, kita melihat ponsel.
Ketika makan, kita menonton sesuatu.
Ketika berbaring, kita menggulir layar.
Akibatnya, kita kehilangan kesempatan untuk benar-benar beristirahat secara mental.
Waktu luang yang sehat seharusnya tidak selalu bertujuan menghasilkan sesuatu.
Kadang-kadang, kamu boleh melakukan sesuatu hanya karena menikmatinya.
Duduk di teras.
Berjalan tanpa tujuan tertentu.
Mendengarkan musik.
Membaca.
Bercanda.
Minum teh.
Menatap langit.
Atau bahkan tidak melakukan apa-apa selama beberapa menit.
Tidak semua waktu harus menghasilkan pencapaian.
Ada waktu yang memang digunakan untuk menjadi manusia, bukan untuk menjadi produktif.
Coba lakukan ini
Mulailah menyediakan 20–30 menit setiap hari tanpa target produktivitas.
Jauhkan pekerjaan dan, jika memungkinkan, kurangi penggunaan ponsel.
Tanyakan kepada diri sendiri:
“Apa yang membuat tubuh dan pikiranku terasa lebih ringan?”
Kemudian lakukan hal tersebut tanpa merasa bersalah.
4. Kurangi Waktu untuk Hal-Hal yang Hanya Memberikan Kesenangan Sesaat
Tidak semua hal yang menyenangkan akan membuat kita lebih bahagia dalam jangka panjang.
Ini adalah salah satu hal penting yang perlu dipahami ketika berbicara tentang penggunaan waktu.
Otak manusia cenderung tertarik pada sesuatu yang memberikan penghargaan cepat.
Notifikasi.
Video pendek.
Gim.
Belanja impulsif.
Makanan tertentu.
Gosip.
Hiburan tanpa akhir.
Semua itu bisa memberikan kesenangan sesaat.
Masalahnya, kesenangan sesaat mudah berubah menjadi kebiasaan yang menghabiskan banyak waktu.
Kita awalnya hanya ingin melihat satu video.
Lalu satu video menjadi sepuluh.
Sepuluh menjadi tiga puluh.
Tiba-tiba satu jam berlalu.
Setelah itu, kita merasa menyesal karena waktu yang digunakan tidak memberikan kepuasan yang sebanding.
Bukan berarti semua hiburan harus dihilangkan.
Hiburan tetap penting.
Yang perlu diperhatikan adalah apakah aktivitas tersebut benar-benar membuatmu merasa lebih baik setelah melakukannya.
Cobalah melakukan evaluasi sederhana.
Setelah melakukan suatu aktivitas, tanyakan:
“Apakah aku merasa lebih segar, lebih bahagia, lebih dekat dengan orang lain, atau lebih puas?”
Jika jawabannya sering “tidak”, mungkin aktivitas tersebut perlu dikurangi.
Sebaliknya, pertahankan aktivitas yang memberikan dampak positif setelah selesai dilakukan.
Misalnya, olahraga mungkin terasa berat saat dimulai, tetapi setelah selesai kamu merasa lebih baik.
Membaca mungkin membutuhkan konsentrasi, tetapi membuat pikiran terasa lebih kaya.
Bertemu teman mungkin membutuhkan usaha untuk keluar rumah, tetapi membuatmu merasa lebih terhubung.
Inilah perbedaan antara kesenangan instan dan kepuasan yang lebih mendalam.
Coba lakukan ini
Selama satu minggu, perhatikan tiga aktivitas yang paling sering menghabiskan waktumu.
Kemudian beri nilai dari 1–10:
seberapa menyenangkan saat dilakukan,
seberapa baik perasaanmu setelah selesai,
seberapa bermakna aktivitas tersebut bagimu.
Kamu mungkin akan menemukan bahwa beberapa aktivitas yang paling banyak memakan waktu justru memberikan kepuasan paling sedikit.
Itulah aktivitas yang layak dikurangi.
5. Gunakan Waktu untuk Melakukan Sesuatu yang Membuatmu Merasa Berkembang
Kebahagiaan bukan hanya tentang merasa nyaman.
Manusia juga membutuhkan perasaan bahwa dirinya berkembang.
Kita ingin merasa mampu.
Ingin belajar.
Ingin menjadi lebih baik.
Ingin menguasai sesuatu.
Ingin melihat bahwa usaha kita menghasilkan perubahan.
Karena itu, menggunakan sebagian waktu untuk mengembangkan diri dapat menjadi investasi psikologis yang sangat berharga.
Tidak harus sesuatu yang besar.
Kamu tidak perlu langsung memulai bisnis.
Tidak perlu membaca lima puluh buku dalam setahun.
Tidak perlu mempelajari banyak keterampilan sekaligus.
Cukup pilih satu hal yang membuatmu penasaran.
Belajar bahasa baru.
Berolahraga.
Memasak.
Menulis.
Membaca.
Belajar desain.
Mempelajari keahlian profesional.
Bermain alat musik.
Atau mengembangkan kemampuan yang sudah lama ingin kamu miliki.
Ketika kita melihat diri sendiri berkembang, muncul rasa kompetensi dan kemajuan.
Dan perasaan bahwa kita sedang bergerak maju dapat memberikan kepuasan yang berbeda dari sekadar hiburan.
Yang menarik, proses tersebut tidak selalu harus menghasilkan sesuatu yang langsung terlihat.
Kadang-kadang, kebahagiaan berasal dari perjalanan itu sendiri.
Dari menyadari bahwa:
“Dulu aku tidak bisa, sekarang aku mulai bisa.”
Kalimat sederhana itu dapat memberikan rasa puas yang sangat besar.
Coba lakukan ini
Sisihkan setidaknya 20 menit beberapa kali dalam seminggu untuk mempelajari atau melatih sesuatu yang benar-benar kamu sukai.
Jangan fokus pada seberapa cepat kamu menjadi ahli.
Fokus pada konsistensi.
Sedikit kemajuan yang dilakukan terus-menerus lebih baik daripada motivasi besar yang hanya bertahan beberapa hari.
6. Jangan Terlalu Sering Menunda Kebahagiaan untuk “Nanti”
Mungkin ini adalah kesalahan terbesar dalam menggunakan waktu.
Kita sering menempatkan kebahagiaan di masa depan.
“Nanti kalau sudah sukses.”
“Nanti kalau sudah punya rumah.”
“Nanti kalau penghasilan sudah meningkat.”
“Nanti kalau semua masalah selesai.”
“Nanti kalau pekerjaan sudah lebih santai.”
“Nanti kalau sudah pensiun.”
Masalahnya, kehidupan nyata hampir tidak pernah benar-benar bebas dari masalah.
Setelah satu tujuan tercapai, biasanya muncul tujuan berikutnya.
Setelah satu masalah selesai, muncul masalah lain.
Jika kebahagiaan selalu ditempatkan di masa depan, kita berisiko menghabiskan seluruh hidup dalam mode menunggu.
Menunggu kondisi ideal.
Padahal, hidup berlangsung sekarang.
Ini bukan berarti kamu tidak boleh memiliki ambisi.
Justru sebaliknya.
Kamu tetap boleh mengejar karier, uang, pendidikan, kesehatan, dan berbagai tujuan hidup.
Namun, jangan sampai proses mengejar masa depan membuatmu kehilangan seluruh kesempatan untuk menikmati masa kini.
Belajarlah memiliki kebahagiaan yang bisa dirasakan sekarang sekaligus tujuan yang ingin dicapai nanti.
Kamu bisa bekerja keras dan tetap makan malam bersama keluarga.
Kamu bisa mengejar karier dan tetap memiliki waktu untuk teman.
Kamu bisa menabung untuk masa depan dan tetap menikmati hal-hal sederhana hari ini.
Kamu bisa memiliki ambisi tanpa harus menunda seluruh kehidupanmu.
Coba lakukan ini
Setiap hari, tanyakan:
“Apa satu hal kecil yang bisa kunikmati hari ini?”
Tidak perlu mahal.
Tidak perlu spektakuler.
Mungkin secangkir kopi.
Makanan favorit.
Percakapan yang menyenangkan.
Jalan sore.
Mendengarkan lagu.
Membaca beberapa halaman buku.
Atau sekadar menikmati matahari pagi.
Kebahagiaan sering kali tidak datang dalam bentuk peristiwa besar.
Ia hadir dalam potongan-potongan kecil yang kita sadari.
Pada Akhirnya, Waktu Adalah Cara Kita Menghabiskan Hidup
Kita sering membicarakan waktu seolah-olah waktu hanyalah angka di jam.
Padahal, waktu adalah sesuatu yang jauh lebih besar.
Waktu adalah bagian dari hidup yang tidak bisa dikembalikan.
Setiap satu jam yang berlalu sebenarnya adalah satu bagian dari kehidupan kita yang sudah selesai.
Karena itu, pertanyaan yang lebih penting bukan:
“Bagaimana aku bisa membuat hariku lebih sibuk?”
Melainkan:
“Apakah cara aku menggunakan waktuku mencerminkan kehidupan yang ingin aku jalani?”
Jika jawabannya belum, kamu tidak harus mengubah semuanya sekaligus.
Mulailah dari hal kecil.
Gunakan lebih banyak waktu untuk orang-orang yang kamu cintai.
Berikan ruang untuk istirahat.
Kurangi aktivitas yang hanya memberikan kesenangan sesaat.
Belajar sesuatu yang membuatmu berkembang.
Lakukan hal-hal yang sesuai dengan nilai hidupmu.
Dan yang tidak kalah penting, berhentilah terus-menerus menunda kebahagiaan sampai suatu hari nanti.
Karena pada akhirnya, kehidupan bukan hanya tentang berapa banyak hal yang berhasil kita selesaikan.
Kehidupan juga tentang apa yang kita rasakan, siapa yang kita temui, apa yang kita pelajari, dan momen-momen yang sempat kita nikmati sepanjang perjalanan.
Kamu mungkin tidak bisa menambah jumlah jam dalam sehari.
Tetapi kamu masih bisa memilih bagaimana menggunakan jam-jam yang sudah diberikan kepadamu.
Dan mungkin, salah satu bentuk kebahagiaan yang paling sederhana adalah ketika suatu hari kamu bisa melihat kembali hidupmu dan berkata:
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Besan KDM Komjen Karyoto Dimutasi dari Jabatan Kabaharkam Jelang Pensiun
Prediksi Susunan Pemain Prancis vs Belgia: Zidane Ingin Menang di Stade de France
Prediksi Skor Kosta Rika vs Haiti di CONCACAF: Les Grenadiers Bisa Menang Tipis
Prediksi Skor Skotlandia vs Slovenia di UEFA Nations League: Duel Sengit Rawan Imbang
Prediksi Skor Siprus vs Latvia di Liga Nations UEFA: I Galanolefki Menang Tipis di Neo GSP
Koordinator BEM UI Diserang OTK di Tebet Jaksel, Sempat Diancam Bunuh
Rekam Jejak Wadankor Brimob Irjen Victor Alexander Lateka, dari Densus 88 hingga BIN
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor Kazakhstan vs Kepulauan Faroe: Duel Tim Papan Bawah Sulit Diprediksi
Prediksi Skor Luksemburg vs Bulgaria di UEFA Nations League: The Lions Jemawa Bisa Curi Poin

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022