Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 13 Oktober 2026 | 21.31 WIB

Jangan Disepelekan, Ini 5 Ciri Alergi Debu dan Cara Mencegahnya Kambuh

ilustrasi orang yang bersin. Sumber foto: Freepik

JawaPos.com – Debu merupakan partikel yang mudah ditemukan di berbagai tempat, mulai dari kamar tidur, ruang kerja, hingga perabot rumah tangga. Bagi sebagian orang, paparan debu dapat memicu reaksi alergi yang mengganggu kenyamanan dan aktivitas sehari-hari.

Salah satu pemicu yang umum adalah tungau debu rumah, yaitu organisme mikroskopis yang banyak ditemukan di kasur, bantal, karpet, dan furnitur berlapis kain. Reaksi alergi biasanya muncul ketika sistem kekebalan tubuh merespons protein dari tungau maupun kotorannya.

Dilansir dari English Jagran, ada lima tanda yang dapat mengindikasikan alergi terhadap debu, disertai sejumlah langkah untuk membantu mengurangi paparannya. Mengenali gejala sejak awal dapat membantu seseorang menentukan langkah penanganan yang sesuai.

Lantas, apa saja gejala yang perlu diperhatikan dan bagaimana cara mengurangi risiko alergi debu? Berikut penjelasannya.

1. Bersin Berkali-kali, Terutama pada Pagi Hari

Bersin berulang kali bisa menjadi salah satu tanda rinitis alergi akibat paparan alergen di lingkungan sekitar. Kondisi ini terkadang lebih terasa ketika seseorang baru bangun tidur atau sedang membersihkan kamar.

Reaksi tersebut terjadi karena sistem kekebalan tubuh merespons zat pemicu alergi yang masuk melalui saluran pernapasan. Akibatnya, hidung terasa teriritasi dan tubuh berusaha mengeluarkan pemicunya melalui bersin.

Jika keluhan sering muncul ketika merapikan tempat tidur, menyapu, atau membersihkan perabot, paparan tungau debu bisa menjadi salah satu kemungkinan penyebabnya.

Untuk mengurangi risiko, bersihkan permukaan menggunakan kain lembap agar debu tidak mudah beterbangan. Saat membersihkan area yang sangat berdebu, gunakan masker dan pastikan ruangan memiliki sirkulasi udara yang baik.

2. Hidung Sering Tersumbat atau Berair

Gejala alergi debu tidak selalu berupa bersin. Sebagian orang juga mengalami hidung meler, tersumbat, atau rasa gatal di bagian dalam hidung.

Keluhan tersebut muncul ketika jaringan di dalam hidung mengalami peradangan akibat reaksi alergi. Kondisi ini dapat membuat seseorang merasa kurang nyaman, terutama ketika beristirahat atau beraktivitas di dalam ruangan.

Gejala bisa berulang saat seseorang terpapar alergen di kamar tidur, terutama jika kasur, bantal, gorden, dan karpet jarang dibersihkan.

Untuk membantu meredakannya, kurangi paparan debu dan bersihkan perlengkapan rumah secara rutin. Larutan saline atau cairan pembilas hidung juga dapat membantu sebagian orang, asalkan digunakan dengan benar dan menggunakan air steril, air suling, atau air yang telah direbus lalu didinginkan.

Jika hidung tersumbat berlangsung lama atau sering kambuh, konsultasikan dengan tenaga medis untuk mengetahui penyebab dan penanganan yang tepat.

3. Mata Terasa Gatal, Merah, dan Berair

Paparan alergen tidak hanya memengaruhi hidung, tetapi juga dapat menimbulkan reaksi pada mata. Gejalanya meliputi rasa gatal, kemerahan, dan keluarnya air mata secara berlebihan.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore