ilustrasi orang yang bersin. Sumber foto: Freepik JawaPos.com – Debu merupakan partikel yang mudah ditemukan di berbagai tempat, mulai dari kamar tidur, ruang kerja, hingga perabot rumah tangga. Bagi sebagian orang, paparan debu dapat memicu reaksi alergi yang mengganggu kenyamanan dan aktivitas sehari-hari. Salah satu pemicu yang umum adalah tungau debu rumah, yaitu organisme mikroskopis yang banyak ditemukan di kasur, bantal, karpet, dan furnitur berlapis kain. Reaksi alergi biasanya muncul ketika sistem kekebalan tubuh merespons protein dari tungau maupun kotorannya. Dilansir dari English Jagran, ada lima tanda yang dapat mengindikasikan alergi terhadap debu, disertai sejumlah langkah untuk membantu mengurangi paparannya. Mengenali gejala sejak awal dapat membantu seseorang menentukan langkah penanganan yang sesuai. Lantas, apa saja gejala yang perlu diperhatikan dan bagaimana cara mengurangi risiko alergi debu? Berikut penjelasannya. Bersin berulang kali bisa menjadi salah satu tanda rinitis alergi akibat paparan alergen di lingkungan sekitar. Kondisi ini terkadang lebih terasa ketika seseorang baru bangun tidur atau sedang membersihkan kamar. Reaksi tersebut terjadi karena sistem kekebalan tubuh merespons zat pemicu alergi yang masuk melalui saluran pernapasan. Akibatnya, hidung terasa teriritasi dan tubuh berusaha mengeluarkan pemicunya melalui bersin. Jika keluhan sering muncul ketika merapikan tempat tidur, menyapu, atau membersihkan perabot, paparan tungau debu bisa menjadi salah satu kemungkinan penyebabnya. Untuk mengurangi risiko, bersihkan permukaan menggunakan kain lembap agar debu tidak mudah beterbangan. Saat membersihkan area yang sangat berdebu, gunakan masker dan pastikan ruangan memiliki sirkulasi udara yang baik. Gejala alergi debu tidak selalu berupa bersin. Sebagian orang juga mengalami hidung meler, tersumbat, atau rasa gatal di bagian dalam hidung. Keluhan tersebut muncul ketika jaringan di dalam hidung mengalami peradangan akibat reaksi alergi. Kondisi ini dapat membuat seseorang merasa kurang nyaman, terutama ketika beristirahat atau beraktivitas di dalam ruangan. Gejala bisa berulang saat seseorang terpapar alergen di kamar tidur, terutama jika kasur, bantal, gorden, dan karpet jarang dibersihkan. Untuk membantu meredakannya, kurangi paparan debu dan bersihkan perlengkapan rumah secara rutin. Larutan saline atau cairan pembilas hidung juga dapat membantu sebagian orang, asalkan digunakan dengan benar dan menggunakan air steril, air suling, atau air yang telah direbus lalu didinginkan. Jika hidung tersumbat berlangsung lama atau sering kambuh, konsultasikan dengan tenaga medis untuk mengetahui penyebab dan penanganan yang tepat. Paparan alergen tidak hanya memengaruhi hidung, tetapi juga dapat menimbulkan reaksi pada mata. Gejalanya meliputi rasa gatal, kemerahan, dan keluarnya air mata secara berlebihan.
1. Bersin Berkali-kali, Terutama pada Pagi Hari
2. Hidung Sering Tersumbat atau Berair
3. Mata Terasa Gatal, Merah, dan Berair
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Newcastle Jets vs Gamba Osaka di AFC Champions League Elite: Tim Tamu Diunggulkan Menang
Prediksi Skor Newcastle Jets vs Gamba Osaka: Pertahanan Rapuh Tuan Rumah Jadi Celah!
Prediksi Skor Pohang Steelers vs Johor Darul Ta’zim: Harimau Selatan Siap Terkam Tuan Rumah
Prediksi Skor Buriram United vs Beijing Guoan: The Imperial Guards Terancam Tertahan
Prediksi Skor Kyoto Sanga vs Ratchaburi: Duel Tim Pesakitan Rawan Berakhir Imbang!
Prediksi Skor Atalanta vs Venezia: Rekor Pertemuan Jadi Modal Tuan Rumah
Prediksi Skor Tenerife vs Girona: Tamu Incar Tiga Poin, Tuan Rumah Tertekan
Prediksi Skor Buriram United vs Beijing Guoan di AFC Champions League Elite: Duel Berujung Imbang
TPG Guru Non-ASN Belum Cair, PGRI Desak Kemendikdasmen dan Kemenkeu Berikan Kepastian
Prediksi Skor Atalanta vs Venezia: La Dea Diburu Krisis, Tim Tamu Lebih Mengenaskan

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022