Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 12 Oktober 2026 | 03.37 WIB

6 Cara Mengatasi Energi yang Menipis saat Hari Masih Panjang Menurut Psikologi

Ilustrasi Cara Mengatasi Energi yang Menipis ( Magnific/diana.grytsku) - Image

Ilustrasi Cara Mengatasi Energi yang Menipis ( Magnific/diana.grytsku)

JawaPos.com - Pernahkah kamu merasa tubuh dan pikiran sudah kehabisan tenaga, padahal pekerjaan masih menumpuk dan hari belum berakhir?

Kondisi ini cukup umum terjadi, terutama ketika seseorang menjalani aktivitas yang padat, kurang beristirahat, atau terus-menerus menghadapi tekanan mental.

Energi yang menipis pada siang hingga sore hari bukan selalu tanda kurangnya motivasi. Ritme biologis tubuh, kualitas tidur, pola makan, dehidrasi, dan stres dapat ikut memengaruhi tingkat kewaspadaan serta kemampuan berkonsentrasi.

Dalam perspektif psikologi, mengatasi kelelahan bukan sekadar memaksa diri untuk terus produktif. Mengenali kebutuhan tubuh, mengatur beban pikiran, dan memberikan jeda yang tepat dapat membantu seseorang menjalani sisa hari dengan lebih terarah.

Dilansir dari Your Tango, berikut enam cara mengatasi energi yang menipis saat hari masih panjang yang bisa diterapkan dalam rutinitas sehari-hari.

Ppembahasan ini dirangkum dengan pendekatan psikologi dan kebiasaan sehari-hari yang mendukung pengelolaan energi.

Namun, setiap orang memiliki kondisi yang berbeda, sehingga strategi yang efektif bagi satu orang belum tentu memberikan hasil yang sama bagi orang lain.

1. Berhenti Sejenak dan Berikan Waktu bagi Pikiran untuk Beristirahat

Salah satu cara mengatasi energi yang menipis saat hari masih panjang adalah mengambil jeda singkat sebelum kelelahan semakin mengganggu konsentrasi. Ketika pekerjaan datang bertubi-tubi, seseorang sering merasa harus terus bergerak agar semua tanggung jawab selesai tepat waktu. Namun, bekerja tanpa jeda dapat membuat perhatian semakin mudah teralihkan dan tugas sederhana terasa lebih sulit diselesaikan.

Dari sudut pandang psikologi, perhatian dan kemampuan mengambil keputusan membutuhkan sumber daya mental. Ketika seseorang terlalu lama mempertahankan fokus, kualitas konsentrasi dapat menurun. Memberikan jeda bukan berarti kehilangan produktivitas, melainkan memberi kesempatan untuk mengalihkan perhatian dari tuntutan pekerjaan untuk sementara waktu.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore