Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 12 Oktober 2026 | 03.20 WIB

7 Alasan Orang Tidak Peduli Bagaimana Mereka Dipandang Orang Lain Menurut Psikologi

seseorang yang tidak peduli dengan pendapat orang lain (Magnific/Bizon) - Image

seseorang yang tidak peduli dengan pendapat orang lain (Magnific/Bizon)

JawaPos.com - Kita hidup di tengah lingkungan sosial yang membuat penilaian orang lain terasa begitu penting. Cara berpakaian, cara berbicara, pekerjaan, pencapaian, hubungan, bahkan kehidupan pribadi sering kali menjadi sesuatu yang dibandingkan dan dinilai.

Tidak sedikit orang yang merasa perlu menjaga citra. Mereka memikirkan bagaimana perkataan mereka diterima, apakah orang lain menyukai mereka, apakah penampilan mereka dianggap menarik, atau apakah keputusan yang mereka ambil akan mendapat persetujuan dari lingkungan.

Namun, ada juga orang yang tampaknya tidak terlalu memikirkan semua itu.

Mereka bisa berpakaian sesuai kenyamanan sendiri, mengatakan pendapat tanpa terlalu takut tidak disukai, memilih jalan hidup yang berbeda dari kebanyakan orang, dan tetap tenang meskipun mengetahui bahwa orang lain mungkin memiliki penilaian negatif terhadap mereka.

Apakah mereka benar-benar tidak peduli? Belum tentu. Dalam psikologi, sikap seperti ini bisa muncul dari berbagai alasan. Ada yang memang memiliki tingkat kebutuhan akan penerimaan sosial yang lebih rendah.

Ada yang sudah memiliki rasa aman dalam dirinya. Ada pula yang sebenarnya pernah sangat peduli terhadap penilaian orang lain, tetapi kemudian belajar melepaskan kebutuhan tersebut.

Dilansir dari Psychology Today pada Minggu (11/10), terdapat tujuh alasan mengapa sebagian orang terlihat tidak peduli dengan bagaimana mereka dipandang oleh orang lain.

1. Mereka Memiliki Rasa Percaya Diri yang Lebih Stabil

Salah satu alasan paling umum adalah rasa percaya diri yang relatif stabil.

Orang yang memiliki penilaian positif terhadap dirinya sendiri biasanya tidak sepenuhnya menggantungkan harga dirinya pada pendapat orang lain. Mereka tetap bisa menerima kritik atau penolakan tanpa langsung menyimpulkan bahwa dirinya tidak berharga.

Misalnya, seseorang mengunggah sebuah karya dan mendapatkan komentar negatif. Orang dengan rasa percaya diri yang lebih stabil mungkin berpikir:

"Orang ini tidak menyukai karya saya. Itu tidak otomatis berarti saya adalah orang yang buruk atau tidak mampu."

Ini berbeda dengan seseorang yang harga dirinya sangat bergantung pada validasi eksternal. Kritik kecil dapat terasa seperti serangan terhadap identitas.

Ketika seseorang sudah memiliki dasar penerimaan diri yang cukup kuat, penilaian orang lain tetap bisa didengar, tetapi tidak selalu menjadi penentu utama bagaimana ia melihat dirinya.

Ia mungkin tetap ingin dihargai, tetapi tidak merasa harus disukai semua orang.

Inilah salah satu perbedaan penting.

Tidak peduli bukan berarti tidak memiliki perasaan.

Seseorang bisa merasa sedih ketika dikritik, tetapi tetap mampu melanjutkan hidup tanpa menghabiskan seluruh energinya untuk mendapatkan persetujuan orang lain.

2. Mereka Tidak Menjadikan Validasi Sosial sebagai Sumber Utama Kebahagiaan

Editor: Novia Tri Astuti
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore