seseorang yang tertawa dengan lepas. (Magnific)
Kita sering mendengarnya ketika seseorang sedang sedih, stres, sakit hati, atau menghadapi masalah berat. Seolah-olah, ketika hidup terasa terlalu serius, sedikit tawa dapat membuat semuanya menjadi lebih ringan.
Tentu saja, secara medis, tertawa bukanlah obat yang dapat menyembuhkan semua penyakit. Seseorang yang mengalami infeksi, patah tulang, kanker, atau penyakit kronis tetap membutuhkan pemeriksaan dan pengobatan yang tepat.
Namun, jika dilihat dari perspektif psikologi, ungkapan tersebut memiliki alasan yang cukup kuat. Tertawa memang dapat memberikan sejumlah efek positif terhadap kondisi psikologis dan bahkan memengaruhi respons tubuh terhadap stres.
Menariknya, manfaat tertawa tidak hanya muncul ketika seseorang benar-benar merasa sangat bahagia. Dalam situasi tertentu, tertawa bahkan dapat menjadi cara manusia untuk mengurangi ketegangan, membangun hubungan sosial, mengubah perspektif, dan membuat masalah terasa lebih mudah dihadapi.
Lalu, mengapa tertawa sering dianggap sebagai “obat” untuk berbagai persoalan kehidupan?
Dilansir dari Psychology Today pada Selasa (6/10), terdapat 7 alasannya menurut psikologi.
1. Tertawa membantu tubuh meredakan stres
Salah satu alasan utama mengapa tertawa dianggap memiliki efek “menyembuhkan” adalah hubungannya dengan stres.
Ketika seseorang menghadapi tekanan, tubuh dapat masuk ke dalam kondisi siaga. Pikiran menjadi lebih waspada, tubuh terasa tegang, dan perhatian terus tertuju pada sumber masalah.
Dalam kondisi seperti ini, seseorang bisa merasa seolah-olah tidak memiliki ruang untuk bernapas.
Tertawa dapat menjadi salah satu cara untuk memecah ketegangan tersebut.
Ketika seseorang tertawa, terjadi perubahan pada pola pernapasan, ketegangan otot, perhatian, dan respons emosional. Untuk sementara, otak tidak sepenuhnya terfokus pada ancaman atau masalah yang sedang dihadapi.
Itulah sebabnya seseorang yang sedang berada dalam situasi tegang terkadang justru tertawa.
Misalnya, dua orang sedang menghadapi masalah besar. Setelah berdiskusi cukup lama, salah satu dari mereka tiba-tiba melontarkan lelucon sederhana. Keduanya tertawa.
Masalahnya tentu belum selesai.
Namun, suasana berubah.
Mereka menjadi sedikit lebih santai dan dapat kembali memikirkan persoalan tersebut dengan kepala yang lebih dingin.
Dalam psikologi, kemampuan untuk menciptakan jarak sementara dari tekanan emosional seperti ini sangat penting.
Tertawa tidak selalu menghilangkan masalah, tetapi dapat mengurangi intensitas emosi yang menyertai masalah tersebut.
Dan terkadang, ketika emosi sudah lebih terkendali, seseorang dapat melihat solusi yang sebelumnya sulit ditemukan.
2. Tertawa dapat membantu mengubah cara seseorang memandang masalah
Tidak semua penderitaan manusia berasal dari peristiwa itu sendiri.
Sebagian penderitaan muncul dari cara kita menafsirkan peristiwa tersebut.
Dua orang dapat mengalami kejadian yang sama, tetapi memberikan makna yang berbeda. Orang pertama mungkin melihatnya sebagai sebuah bencana, sedangkan orang kedua melihatnya sebagai pengalaman yang menyebalkan tetapi masih bisa dilewati.
Humor dan tawa dapat membantu menciptakan perubahan perspektif semacam ini.
Ketika seseorang mampu menemukan sisi lucu dari sebuah pengalaman, ia sebenarnya sedang melakukan sesuatu yang cukup menarik secara psikologis: mengubah cara melihat situasi.
Contohnya, seseorang gagal dalam sebuah wawancara pekerjaan.
Pada awalnya ia merasa malu dan kecewa.
Beberapa minggu kemudian, ia mungkin sudah bisa menceritakan pengalaman tersebut sambil tertawa:
“Waktu itu saya gugup sampai salah menyebut nama perusahaan.”
Peristiwa yang sama tetap pernah terjadi.
Namun, hubungan emosionalnya terhadap peristiwa tersebut telah berubah.
Dulu terasa memalukan.
Sekarang bisa menjadi cerita lucu.
Inilah salah satu kekuatan humor.
Tertawa dapat membantu seseorang mengambil jarak psikologis dari pengalaman yang tidak menyenangkan.
Bukan berarti pengalaman buruk harus dianggap remeh. Sebaliknya, seseorang mungkin justru lebih mampu berdamai dengan pengalaman tersebut setelah ia tidak lagi melihatnya hanya dari satu sudut pandang.
3. Tertawa membuat seseorang merasa lebih terhubung dengan orang lain
Manusia pada dasarnya adalah makhluk sosial.
Kita membutuhkan hubungan dengan orang lain bukan hanya untuk mendapatkan bantuan, tetapi juga untuk memperoleh rasa aman, diterima, dan dimengerti.
Tertawa memiliki peran besar dalam hubungan sosial.
Pernahkah Anda memperhatikan bahwa ketika seseorang tertawa, orang-orang di sekitarnya sering ikut tersenyum atau tertawa meskipun mereka tidak mengetahui persis apa yang lucu?
Tawa memiliki sifat sosial.
Seseorang dapat menggunakan tawa untuk menunjukkan bahwa ia merasa nyaman, menikmati kebersamaan, atau memahami suasana.
Itulah sebabnya percakapan yang awalnya terasa kaku dapat berubah menjadi lebih akrab setelah kedua orang mulai tertawa bersama.
Dalam hubungan pertemanan, keluarga, maupun pasangan, momen tertawa bersama juga dapat menjadi pengalaman emosional yang memperkuat kedekatan.
Bayangkan dua orang yang sedang mengalami hari yang buruk.
Mereka tidak selalu membutuhkan nasihat panjang.
Kadang-kadang, menonton sesuatu yang lucu bersama dan tertawa selama beberapa menit sudah cukup membuat mereka merasa:
“Setidaknya, saya tidak menghadapi hari ini sendirian.”
Perasaan terhubung seperti itu sangat penting bagi kesehatan psikologis.
Tawa dalam konteks ini bukan sekadar suara.
Ia menjadi semacam sinyal sosial bahwa seseorang berada bersama orang lain dan tidak sepenuhnya sendirian menghadapi dunia.
4. Tertawa dapat membantu mengalihkan perhatian dari pikiran negatif
Ketika seseorang sedang mengalami stres berat, pikirannya dapat masuk ke dalam pola yang berulang.
Masalah yang sama dipikirkan berkali-kali.
Percakapan lama diingat kembali.
Kesalahan masa lalu dianalisis terus-menerus.
Skenario buruk tentang masa depan dibayangkan berulang kali.
Dalam psikologi, pola berpikir berulang seperti ini dapat membuat seseorang semakin sulit melepaskan diri dari emosi negatif.
Tertawa dapat menjadi salah satu bentuk “jeda psikologis”.
Ketika seseorang menonton komedi, berbicara dengan teman yang humoris, atau mengalami momen spontan yang lucu, fokus perhatian untuk sementara berpindah.
Pikiran tidak lagi hanya berkutat pada masalah.
Jeda tersebut mungkin hanya berlangsung beberapa menit, tetapi tetap memiliki nilai.
Bayangkan pikiran seperti mesin yang terus bekerja tanpa berhenti.
Kadang-kadang mesin tersebut tidak membutuhkan perbaikan besar.
Ia hanya membutuhkan waktu untuk berhenti sejenak.
Tertawa dapat menjadi salah satu bentuk jeda tersebut.
Setelah pikiran mendapatkan ruang, seseorang mungkin dapat kembali menghadapi masalah dengan kondisi emosional yang sedikit lebih stabil.
Karena itulah, dalam kehidupan sehari-hari, orang sering mencari film komedi, bercanda dengan teman, membaca meme, atau melakukan aktivitas yang membuat mereka tertawa setelah menjalani hari yang berat.
Bukan karena mereka sedang melarikan diri dari masalah.
Kadang-kadang mereka hanya sedang memberi otak kesempatan untuk beristirahat.
5. Tertawa dapat membantu membangun ketahanan psikologis
Hidup tidak pernah sepenuhnya bebas dari masalah.
Akan selalu ada kegagalan, kehilangan, penolakan, konflik, perubahan, dan ketidakpastian.
Karena itu, kesehatan mental bukan berarti seseorang tidak pernah mengalami kesedihan.
Justru salah satu tanda kesehatan psikologis adalah kemampuan untuk menghadapi emosi yang sulit tanpa sepenuhnya dikuasai olehnya.
Humor dapat menjadi salah satu sumber daya psikologis dalam menghadapi kesulitan.
Orang yang mampu menemukan sedikit humor di tengah situasi sulit terkadang memiliki kemampuan untuk menjaga jarak dari tekanan emosional.
Misalnya, seseorang mengalami kegagalan dalam sebuah proyek.
Ia tetap kecewa.
Ia tetap harus mengevaluasi kesalahannya.
Namun, ia mungkin dapat mengatakan:
“Setidaknya sekarang saya tahu lima cara bagaimana proyek ini bisa gagal.”
Kalimat tersebut tidak menghapus kegagalan.
Tetapi humor membuat kegagalan tidak menjadi satu-satunya identitas dirinya.
Ia gagal dalam sebuah proyek.
Bukan berarti ia adalah manusia yang gagal.
Perbedaan kecil semacam itu dapat memiliki arti besar dalam psikologi.
Kemampuan untuk tetap menemukan sesuatu yang ringan di tengah kesulitan dapat membantu seseorang mempertahankan harapan dan fleksibilitas emosional.
6. Tertawa dapat memberikan sensasi tubuh yang membuat seseorang merasa lebih rileks
Tertawa bukan hanya aktivitas mental.
Ia juga melibatkan tubuh.
Ketika seseorang tertawa, berbagai otot tubuh ikut bekerja. Pola pernapasan berubah, wajah bergerak, dan tubuh mengalami perubahan fisiologis.
Setelah tertawa cukup lama, seseorang terkadang merasa lebih lemas atau rileks.
Itulah pengalaman yang sering membuat orang mengatakan:
“Rasanya lega setelah tertawa.”
Perasaan lega tersebut masuk akal.
Ketika seseorang berada dalam kondisi tegang, tubuh dapat mempertahankan ketegangan otot dan kesiagaan yang cukup tinggi.
Aktivitas yang melibatkan tawa dapat membantu mengubah keadaan tersebut.
Namun, penting untuk memahami batasnya.
Tertawa bukan pengganti pengobatan medis.
Jika seseorang memiliki penyakit serius, tertawa tidak boleh dianggap sebagai alternatif untuk berkonsultasi dengan dokter.
Yang lebih tepat adalah melihat tawa sebagai salah satu bagian dari perawatan kesejahteraan psikologis sehari-hari.
Sama seperti tidur cukup, melakukan aktivitas fisik, bersosialisasi, dan memiliki waktu istirahat, tertawa dapat menjadi salah satu aktivitas yang membantu seseorang menjaga kondisi emosionalnya.
7. Tertawa mengingatkan manusia bahwa hidup tidak harus selalu dijalani dengan serius
Alasan terakhir mungkin terdengar sederhana, tetapi justru sangat manusiawi.
Kita hidup di dunia yang penuh tuntutan.
Harus bekerja.
Harus menghasilkan uang.
Harus sukses.
Harus terlihat baik.
Harus memenuhi harapan orang lain.
Harus memikirkan masa depan.
Dalam kondisi seperti itu, seseorang dapat tanpa sadar menjalani kehidupan dalam mode “serius” sepanjang waktu.
Tertawa menjadi pengingat bahwa manusia tidak hanya membutuhkan produktivitas.
Kita juga membutuhkan permainan, spontanitas, kedekatan, dan kesenangan.
Tidak semua momen harus menghasilkan sesuatu.
Tidak semua percakapan harus membahas masa depan.
Tidak semua hari buruk harus langsung diselesaikan.
Terkadang, manusia hanya perlu duduk bersama orang yang disukai dan tertawa karena sesuatu yang sebenarnya tidak penting.
Justru momen-momen sederhana semacam itulah yang sering membuat hidup terasa lebih manusiawi.
Tertawa memberi seseorang izin untuk berhenti sejenak dari tuntutan kehidupan.
Dan mungkin, di situlah letak makna sebenarnya dari ungkapan “tertawa adalah obat.”
Bukan karena tawa mampu menyembuhkan semua penyakit secara harfiah.
Melainkan karena tawa dapat membantu manusia menghadapi kehidupan dengan cara yang sedikit lebih ringan.
Jadi, Apakah Benar Tertawa adalah “Obat untuk Semua Penyakit”?
Jawabannya adalah tidak secara harfiah.
Tertawa tidak dapat menggantikan obat, terapi, pemeriksaan medis, atau perawatan profesional.
Namun, ungkapan tersebut memiliki makna psikologis yang menarik.
Tertawa dapat membantu seseorang mengelola stres, menciptakan jarak dari emosi negatif, mempererat hubungan sosial, mengubah perspektif terhadap masalah, dan memberikan pengalaman emosional yang lebih positif.
Dengan kata lain, tawa mungkin tidak selalu mampu menghilangkan sumber masalah, tetapi dapat membantu seseorang memiliki kondisi mental yang lebih baik untuk menghadapi masalah tersebut.
Dan itu bukan sesuatu yang kecil.
Sebab dalam banyak situasi kehidupan, yang kita perlukan bukanlah hidup tanpa masalah.
Yang kita perlukan adalah kemampuan untuk tetap berdiri ketika masalah datang.
Kita mungkin tidak bisa mengendalikan semua hal yang terjadi dalam hidup.
Kita tidak bisa mencegah semua kegagalan.
Kita tidak bisa menghapus semua kehilangan.
Tetapi kita masih dapat mencari ruang kecil untuk bernapas, tersenyum, dan tertawa.
Mungkin itulah sebabnya manusia di berbagai budaya sejak dahulu memiliki humor.
Ketika hidup terasa berat, tawa menjadi semacam pengingat:
masalah ini memang nyata, tetapi masalah ini bukan satu-satunya hal yang ada dalam hidup kita.
Pada akhirnya, tertawa bukanlah obat ajaib.
Namun, ia bisa menjadi salah satu “vitamin psikologis” yang membuat perjalanan hidup terasa sedikit lebih ringan.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Fulham vs Hull City: The Tigers Berpeluang Menang Tipis di Craven Cottage
Prediksi Skor Garudayaksa vs Arema FC: Produktivitas Singo Edan Jadi Ancaman Bagi Tuan Rumah
Prediksi Skor Lille vs Brest di Liga Prancis: Verdonk Starter, Les Dogues Berjaya di Pierre Mauroy
Prediksi Susunan Pemain Real Betis vs Barcelona: Yamal dan Adeyemi Jadi Andalan
Prediksi Skor Hamburger SV vs Stuttgart: Die Roten Siap Pesta Gol di Volksparkstadion
Prediksi Skor Espanyol vs Atletico Madrid di Liga Spanyol: Los Rojiblancos Pertahankan Laju Positif
Prediksi Skor PSGC Ciamis vs PSIS Semarang di Pegadaian Championship: Tuan Rumah Hadapi Ujian Berat
Prediksi Susunan Pemain AS Roma vs Genoa: Santiago Castro Siap Jadi Andalan
Prediksi Skor Semen Padang vs PSMS di Championship: Kabau Sirah Bidik Kemenangan Kandang Perdana
Prediksi RANS Nusantara vs Persela Lamongan: Laskar Joko Tingkir Berburu Kemenangan di Malang

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022