seseorang yang senang mengajak bermain kepada pasangannya. (Magnific)
Sifat suka bermain bukan berarti seseorang kekanak-kanakan, tidak serius, atau selalu bercanda. Dalam psikologi, playfulness lebih dekat dengan kemampuan seseorang untuk melihat sisi menyenangkan dari kehidupan, menikmati spontanitas, menciptakan humor, bereksperimen dengan cara-cara baru, serta membuat interaksi terasa lebih ringan.
Menariknya, sifat ini dapat memberikan pengaruh positif terhadap kualitas hubungan. Hubungan yang diwarnai tawa, permainan kecil, kejutan spontan, atau aktivitas menyenangkan bersama sering kali terasa lebih dekat dan hidup dibandingkan hubungan yang hanya berpusat pada rutinitas dan kewajiban.
Lalu, mengapa sifat suka bermain bisa membuat hubungan menjadi lebih berkualitas?
Dilansir dari Psychology Today pada Selasa (6/10), terdapat tujuh alasannya.
1. Sifat Suka Bermain Membantu Menciptakan Kedekatan Emosional
Hubungan yang dekat tidak hanya dibangun melalui percakapan serius. Kedekatan juga muncul dari pengalaman-pengalaman kecil yang menyenangkan dan hanya dipahami oleh dua orang yang menjalaninya.
Misalnya, pasangan memiliki lelucon internal yang tidak dimengerti orang lain. Atau dua sahabat mempunyai kebiasaan saling mengirim meme ketika sedang menghadapi hari yang melelahkan. Bisa juga seseorang sengaja menggunakan panggilan lucu untuk orang yang dicintainya.
Hal-hal seperti ini mungkin terlihat sederhana, tetapi sebenarnya dapat menjadi bagian dari "dunia kecil" yang dimiliki bersama.
Sifat suka bermain membuat seseorang lebih mudah menciptakan pengalaman semacam itu. Ia tidak selalu melihat interaksi sebagai sesuatu yang harus serius atau produktif. Sebaliknya, ia mampu menikmati momen hanya karena momen tersebut menyenangkan.
Dalam hubungan, pengalaman positif yang dilakukan berulang kali dapat memperkuat rasa keterhubungan. Ketika dua orang sering tertawa, bermain, bercanda, atau melakukan sesuatu yang menyenangkan bersama, hubungan mereka mendapatkan lebih banyak kenangan positif.
Pada akhirnya, pasangan atau teman bukan hanya menjadi seseorang yang hadir ketika masalah muncul, tetapi juga menjadi sumber pengalaman menyenangkan.
Hubungan yang kuat membutuhkan ruang untuk bersenang-senang, bukan hanya ruang untuk menyelesaikan masalah.
2. Bermain Membantu Mengurangi Ketegangan dalam Hubungan
Tidak ada hubungan yang selalu berjalan mulus.
Perbedaan pendapat, kesalahpahaman, tekanan pekerjaan, masalah keuangan, kelelahan, dan berbagai persoalan sehari-hari dapat membuat suasana hubungan menjadi tegang.
Dalam situasi tertentu, humor dan sifat suka bermain dapat membantu menurunkan ketegangan.
Bayangkan dua orang sedang menghadapi hari yang buruk. Alih-alih terus membicarakan masalah dengan suasana semakin berat, salah satu dari mereka membuat komentar lucu yang tidak meremehkan masalah tersebut. Keduanya kemudian tertawa.
Masalahnya memang belum selesai. Namun, tingkat ketegangan mungkin berkurang.
Inilah salah satu fungsi penting dari permainan dan humor dalam hubungan: memberikan jeda psikologis.
Seseorang yang memiliki sifat suka bermain cenderung lebih mudah menemukan cara untuk membuat situasi terasa sedikit lebih ringan. Ia dapat mengajak pasangan berjalan-jalan spontan, menonton sesuatu yang lucu, memasak bersama dengan cara yang menyenangkan, atau sekadar melakukan sesuatu yang tidak terlalu serius.
Tentu saja, humor tidak selalu tepat.
Masalah serius tidak seharusnya ditertawakan. Begitu pula humor tidak boleh digunakan untuk menghindari pembicaraan penting atau meremehkan perasaan pasangan.
Namun, ketika digunakan pada situasi yang tepat, kemampuan untuk membawa sedikit keceriaan dapat menjadi salah satu mekanisme yang membantu hubungan menghadapi tekanan.
3. Sifat Suka Bermain Membuat Komunikasi Lebih Fleksibel
Komunikasi yang sehat bukan hanya tentang memilih kata yang tepat. Komunikasi juga berkaitan dengan kemampuan membaca suasana, menyesuaikan diri, dan menemukan cara yang membuat orang lain merasa nyaman.
Seseorang yang memiliki sifat suka bermain biasanya lebih terbuka terhadap spontanitas.
Ia tidak selalu membutuhkan interaksi yang sangat terstruktur. Ia dapat mengubah cara berbicara sesuai situasi dan menggunakan humor, ekspresi, permainan kata, atau aktivitas bersama untuk menciptakan suasana yang lebih cair.
Fleksibilitas seperti ini dapat membantu hubungan karena manusia memiliki kondisi emosional yang berubah-ubah.
Ada saat ketika pasangan membutuhkan percakapan serius. Ada saat ketika ia membutuhkan didengarkan. Ada juga saat ketika ia hanya ingin bersantai dan tertawa.
Kemampuan untuk mengetahui kapan harus serius dan kapan bisa bermain merupakan bentuk fleksibilitas emosional.
Misalnya, seseorang baru pulang kerja dalam kondisi lelah. Pasangannya mungkin tidak perlu langsung mengajaknya membicarakan berbagai masalah rumah tangga. Bisa jadi yang dibutuhkan terlebih dahulu adalah makan bersama, bercanda, atau beristirahat.
Setelah suasana lebih tenang, pembicaraan serius dapat dilakukan.
Dengan demikian, sifat suka bermain bukan berarti menghindari komunikasi yang serius. Justru, ketika ditempatkan dengan tepat, sifat tersebut dapat membantu menciptakan kondisi emosional yang lebih nyaman untuk berkomunikasi.
4. Bermain Membantu Hubungan Terhindar dari Kebosanan
Salah satu tantangan hubungan jangka panjang adalah rutinitas.
Pada awal hubungan, hampir semua hal terasa baru. Bertemu terasa istimewa. Mengobrol berjam-jam terasa menyenangkan. Bahkan aktivitas sederhana bisa terasa seperti pengalaman yang menarik.
Namun, seiring waktu, hubungan memasuki fase yang lebih stabil.
Rutinitas mulai muncul.
Bangun, bekerja, makan, mengurus rumah, tidur, kemudian mengulangi hal yang sama pada hari berikutnya.
Stabilitas tentu bukan sesuatu yang buruk. Bahkan, stabilitas merupakan salah satu bagian penting dari hubungan yang aman. Tetapi jika hubungan hanya berisi rutinitas tanpa variasi, rasa bosan dapat muncul.
Di sinilah sifat suka bermain dapat memberikan warna.
Orang yang suka bermain biasanya lebih terbuka terhadap aktivitas baru. Mereka mungkin mengajak pasangan mencoba restoran yang belum pernah didatangi, melakukan perjalanan spontan, memainkan permainan sederhana di rumah, memasak resep baru, melakukan olahraga bersama, atau menciptakan tradisi kecil yang unik.
Aktivitas tersebut tidak harus mahal.
Bahkan, sesuatu yang sederhana seperti membeli makanan secara acak berdasarkan undian, berjalan-jalan tanpa tujuan tertentu, atau membuat tantangan kecil di rumah dapat memberikan pengalaman berbeda.
Kuncinya bukan pada seberapa spektakuler aktivitas tersebut, melainkan pada rasa kebaruan dan keterlibatan bersama.
Hubungan yang sehat tidak harus selalu penuh kejutan. Tetapi sesekali menghadirkan sesuatu yang berbeda dapat membantu menjaga hubungan tetap terasa hidup.
5. Bermain Mendorong Munculnya Pengalaman Positif Bersama
Dalam hubungan, orang sering mengingat bagaimana mereka merasa ketika bersama seseorang.
Apakah mereka merasa aman?
Apakah mereka merasa dihargai?
Apakah mereka merasa diterima?
Apakah mereka bisa menjadi diri sendiri?
Apakah mereka merasa bahagia?
Sifat suka bermain dapat meningkatkan jumlah pengalaman positif yang dibagikan bersama.
Ketika dua orang tertawa bersama, melakukan aktivitas menyenangkan, atau menikmati spontanitas, mereka menciptakan pengalaman emosional yang positif.
Pengalaman semacam ini kemudian menjadi bagian dari sejarah hubungan.
Contohnya sederhana.
Sebuah pasangan mungkin tidak mengingat secara detail percakapan mereka pada hari Selasa tiga tahun lalu. Tetapi mereka mungkin masih mengingat ketika mereka tersesat saat perjalanan dan akhirnya tertawa bersama karena salah membaca petunjuk jalan.
Kenangan semacam itu menjadi "perekat" emosional.
Semakin banyak pengalaman positif yang dimiliki bersama, semakin kaya pula cerita yang membentuk identitas hubungan.
Hal ini juga berlaku dalam persahabatan dan hubungan keluarga. Bermain bersama, bercanda, melakukan aktivitas kreatif, atau menciptakan pengalaman spontan dapat memperkuat perasaan bahwa "kita menikmati waktu bersama".
6. Sifat Suka Bermain Membuat Seseorang Terlihat Lebih Autentik dan Mudah Didekati
Ada orang yang merasa harus selalu terlihat sempurna di depan orang lain.
Mereka terlalu memikirkan bagaimana cara berbicara, bagaimana cara terlihat pintar, atau bagaimana cara menjaga citra.
Dalam hubungan yang dekat, tekanan seperti ini justru dapat membuat seseorang sulit merasa benar-benar bebas.
Sifat suka bermain dapat membuka ruang untuk menjadi lebih spontan.
Ketika seseorang berani melakukan hal konyol, tertawa terhadap dirinya sendiri, membuat lelucon sederhana, atau menunjukkan sisi yang tidak terlalu sempurna, hubungan dapat terasa lebih manusiawi.
Ada pesan tidak langsung yang muncul:
"Aku merasa cukup aman untuk menjadi diriku sendiri bersamamu."
Hal tersebut penting dalam hubungan.
Kedekatan emosional membutuhkan rasa aman. Seseorang perlu merasa bahwa dirinya tidak terus-menerus dinilai.
Tentu saja, menjadi suka bermain bukan berarti harus selalu bertingkah konyol. Yang lebih penting adalah kemampuan untuk menurunkan pertahanan ketika berada di lingkungan yang aman.
Seseorang yang dapat bermain bersama pasangannya mungkin juga lebih mudah menunjukkan sisi rentan, mengakui kesalahan, atau tertawa terhadap kekurangannya sendiri.
Pada akhirnya, hubungan yang berkualitas bukan hubungan antara dua orang yang sempurna.
Hubungan yang berkualitas adalah hubungan di mana dua orang dapat merasa cukup aman untuk menjadi manusia yang sebenarnya.
7. Bermain Membantu Pasangan Menghadapi Tekanan Kehidupan sebagai Sebuah Tim
Kehidupan orang dewasa penuh dengan tanggung jawab.
Pekerjaan, keluarga, keuangan, pendidikan, kesehatan, dan berbagai kewajiban lain dapat membuat kehidupan terasa sangat serius.
Jika semua interaksi dalam hubungan hanya berpusat pada tanggung jawab, hubungan itu sendiri dapat terasa seperti daftar pekerjaan yang tidak pernah selesai.
"Sudah bayar tagihan?"
"Sudah beli kebutuhan rumah?"
"Besok siapa yang mengantar?"
"Kapan kita menyelesaikan ini?"
Semua pertanyaan tersebut penting. Tetapi hubungan membutuhkan sesuatu di luar daftar tugas.
Sifat suka bermain membantu mengingatkan bahwa dua orang yang menjalani kehidupan bersama bukan hanya rekan dalam menyelesaikan kewajiban. Mereka juga merupakan dua manusia yang ingin menikmati hidup.
Bermain dapat menjadi cara untuk mengatakan:
"Kita sedang menghadapi banyak hal, tetapi kita tetap bisa menikmati waktu bersama."
Dalam kondisi penuh tekanan, kemampuan untuk menciptakan momen kecil yang menyenangkan dapat membantu pasangan merasa bahwa mereka berada di pihak yang sama.
Mereka bukan hanya dua orang yang berusaha menyelesaikan masalah.
Mereka adalah sebuah tim yang juga bisa tertawa di tengah kesulitan.
Bukan Berarti Harus Selalu Bercanda
Meski sifat suka bermain memiliki banyak manfaat, ada satu hal yang perlu dipahami: playfulness bukan berarti harus selalu bercanda.
Orang yang suka bermain tetap bisa serius.
Ia tetap bisa membicarakan konflik, menetapkan batasan, bertanggung jawab, dan menghadapi masalah.
Justru, bentuk playfulness yang sehat adalah kemampuan untuk berpindah antara keseriusan dan keceriaan sesuai kebutuhan.
Ada waktunya mendengarkan.
Ada waktunya meminta maaf.
Ada waktunya membicarakan masa depan.
Dan ada waktunya tertawa karena hal yang sangat sederhana.
Masalah muncul ketika humor digunakan sebagai cara untuk menghindari tanggung jawab.
Misalnya, seseorang terus bercanda ketika pasangannya sedang mencoba membicarakan sesuatu yang menyakitkan. Dalam situasi seperti ini, humor bukan lagi menjadi alat untuk mempererat hubungan, tetapi menjadi bentuk penghindaran emosional.
Karena itu, sifat suka bermain akan memberikan manfaat paling besar ketika disertai dengan empati, kedewasaan emosional, dan kemampuan membaca situasi.
Kesimpulan
Sifat suka bermain mungkin terlihat seperti karakter yang sederhana, tetapi pengaruhnya terhadap hubungan bisa cukup besar.
Menurut perspektif psikologi hubungan, kemampuan untuk bermain, tertawa, menikmati spontanitas, dan menciptakan pengalaman menyenangkan bersama dapat membantu:
Meningkatkan kedekatan emosional.
Mengurangi ketegangan dalam hubungan.
Membuat komunikasi lebih fleksibel.
Mengurangi kebosanan akibat rutinitas.
Menciptakan lebih banyak pengalaman positif bersama.
Membantu seseorang merasa lebih autentik dan mudah didekati.
Membantu pasangan menghadapi tekanan kehidupan sebagai sebuah tim.
Pada akhirnya, hubungan yang sehat bukan hanya tentang seberapa baik dua orang menyelesaikan masalah. Hubungan juga tentang seberapa baik mereka menikmati kehidupan ketika sedang tidak menghadapi masalah.
Mungkin karena itu, salah satu pertanyaan sederhana yang layak ditanyakan dalam sebuah hubungan adalah:
"Apakah kita masih bisa bersenang-senang bersama?"
Sebab, di tengah kesibukan, rutinitas, dan berbagai tuntutan kehidupan, kemampuan untuk bermain dan tertawa bersama bisa menjadi pengingat bahwa hubungan bukan sekadar sesuatu yang harus dipertahankan.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Persela Lamongan vs Deltras: Duel Sengit Dua Tim Teratas Grup B Championship
Prediksi Skor PSS Sleman vs PSM Makassar: Super Elang Jawa Berambisi Raih Kemenangan Pertama
Prediksi Skor Arema FC vs Bhayangkara FC: Berpeluang Imbang di Kanjuruhan
Prediksi Skor Feyenoord vs AZ Alkmaar: Sama-Sama Produktif, Laga Berpotensi Imbang
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Surabaya Panas! Keringat Penjahit, Kipas Angin Laris, dan Tagihan Listrik Bengkak
Prediksi Skor Barcelona vs Getafe di Liga Spanyol: Blaugrana Pesta Gol di Camp Nou
Prediksi Susunan Pemain Como vs AS Roma: Fabregas Siapkan Taktik Subbuteo
Prediksi Skor Racing Santander vs Valencia: Los Che Terdesak, Hasil Imbang Jadi Skenario Realistis
Prediksi Skor Rayo Vallecano vs Athletic Bilbao di Liga Spanyol: Emil Audero Incar Poin di Kandang

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022