Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 3 Oktober 2026 | 04.46 WIB

8 Ungkapan yang Kerap Muncul Saat Seseorang Sedang Rapuh Secara Mental dan Emosional

Ilustrasi orang yang sedang rapuh secara mental (magnific) - Image

Ilustrasi orang yang sedang rapuh secara mental (magnific)

JawaPos.com - Kondisi mental dan emosional seseorang dapat memengaruhi cara mereka menghadapi masalah, merespons tekanan, hingga berkomunikasi dengan orang di sekitarnya.

Ketika seseorang mengalami kerapuhan emosional, berbagai perasaan seperti cemas, malu, takut, atau kecewa dapat terasa jauh lebih sulit untuk dikelola.

Kerapuhan emosional tidak selalu berarti sesuatu yang buruk. Orang yang sensitif terhadap perasaan sering kali memiliki empati dan kepedulian yang tinggi terhadap orang lain.

Namun, ketika seseorang kesulitan mengatur emosinya, kondisi tersebut dapat memengaruhi hubungan, kepercayaan diri, dan kesejahteraan sehari-hari.

Salah satu hal yang dapat diamati adalah pola bahasa yang digunakan dalam percakapan. Beberapa ungkapan tertentu dapat muncul ketika seseorang sedang kewalahan menghadapi perasaannya.

Dilansir dari laman YourTango, berikut delapan frasa yang sering dikaitkan dengan kesulitan mengelola emosi.

1. “Aku tidak bisa menahannya”

Menjadi pribadi yang sensitif bukan berarti seseorang memiliki kelemahan. Justru, kepekaan terhadap perasaan dapat membuat seseorang lebih mudah memahami dan berempati kepada orang lain.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore