Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 2 Oktober 2026 | 13.44 WIB

Sering Mendengar 6 Frasa Ini? Bisa Jadi Seseorang Diam-Diam Sedang Berusaha Menjatuhkan Anda

Ilustrasi seseorang yang sedang menjatuhkan orang lain (magnific/drobotdean)

JawaPos.com - Tidak semua orang yang hadir dalam kehidupan kita benar-benar memiliki niat baik. Ada kalanya seseorang terlihat perhatian dan peduli, tetapi cara mereka berbicara justru perlahan merendahkan, membuat kita merasa bersalah, atau mempertanyakan diri sendiri.

Orang yang memiliki kecenderungan manipulatif sering menggunakan kata-kata tertentu untuk mendapatkan kendali dalam sebuah hubungan.

Mereka dapat menyamarkan sindiran sebagai candaan, menganggap perasaan orang lain sebagai sesuatu yang berlebihan, atau menghindari tanggung jawab ketika perkataannya menyakiti.

Karena itu, penting untuk memperhatikan pola komunikasi seseorang, bukan hanya melihat satu kalimat secara terpisah.

Dilansir dari laman YourTango, berikut enam frasa yang patut diwaspadai ketika muncul berulang kali dalam percakapan.

1. “Kamu terlalu sensitif”

Kalimat ini sering digunakan untuk mengalihkan perhatian dari perilaku seseorang kepada reaksi emosional orang yang menjadi lawan bicaranya.

Ketika seseorang mengatakan Anda terlalu sensitif setelah melakukan atau mengatakan sesuatu yang menyakitkan, persoalan utamanya bisa berubah.

Alih-alih membicarakan tindakan yang membuat Anda tersinggung, pembicaraan justru berfokus pada apakah reaksi Anda dianggap berlebihan.

Dalam hubungan yang tidak sehat, pola semacam ini dapat membuat seseorang mulai meragukan perasaannya sendiri. Padahal, memiliki perasaan tidak selalu berarti seseorang bersikap terlalu sensitif.

2. “Aku cuma bercanda”

Candaan memang menjadi bagian dari percakapan sehari-hari. Namun, candaan dapat berubah menjadi cara untuk menyampaikan penghinaan ketika seseorang sengaja mengatakan sesuatu yang merendahkan lalu berlindung di balik alasan bahwa dirinya hanya bercanda.

Ungkapan “aku cuma bercanda” sering muncul setelah lawan bicara menunjukkan bahwa dirinya merasa tersinggung.

Masalahnya bukan sekadar apakah sebuah perkataan dimaksudkan sebagai lelucon, melainkan bagaimana seseorang merespons ketika mengetahui bahwa perkataannya telah menyakiti orang lain.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore