Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 19 September 2026 | 19.29 WIB

9 Ucapan Pikiran Sempit dan Kurang Empati yang Sering Terlontar dalam Percakapan Menurut Psikologi

Ucapan pikiran sempit dan kurang empati dalam percakapan menurut psikologi(Magnific/magnific) - Image

Ucapan pikiran sempit dan kurang empati dalam percakapan menurut psikologi(Magnific/magnific)

JawaPos.com - Pikiran sempit dan kurang empati sering tercermin dari ucapan sederhana yang terlontar dalam percakapan santai.

Orang dengan pikiran terbuka biasanya lebih fleksibel dan mudah menerima berbagai perspektif dalam kehidupannya.

Sebaliknya, orang dengan pikiran sempit sulit keluar dari zona nyaman dan enggan menunjukkan empati kepada orang lain.

Dilansir dari laman YourTango pada Sabtu (19/9), berikut sembilan ucapan psikologi pikiran sempit dan kurang empati yang sering terlontar dalam percakapan sehari-hari.

1. Menyuruh seseorang segera melupakan masalahnya

Orang dengan empati rendah tidak peduli menciptakan ruang aman bagi perasaan orang di sekitarnya.

Mereka justru mengharapkan orang lain mengalah demi kenyamanan pribadi yang selalu diutamakan.

Sikap ini membuat mereka kesulitan membangun hubungan yang sehat karena hanya memedulikan perasaannya sendiri.

Ucapan ini menunjukkan kecenderungan mengabaikan sekaligus meniadakan perasaan orang lain demi kenyamanan diri.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore