BRICS+ Fashion Summit menjadi peluang pelaku industri Indonesia mode untuk memperluas koneksi dari Asia, Amerika Latin, Afrika hingga Timur Tengah. (IST)
JawaPos.com - BRICS+ Fashion Summit menjadi peluang bagi pelaku industri mode Indonesia untuk memperluas koneksi dari Asia, Amerika Latin, Afrika hingga Timur Tengah.
BRICS+ Fashion Summit menawarkan akses tambahan bagi pelaku industri menuju pasar-pasar yang sedang berkembang. Di pasar tersebut, berbagai jenama baru terus bermunculan dan permintaan terhadap produk fashion juga semakin meningkat.
Indonesia sebagai salah satu eksportir tekstil terbesar di dunia, perlu menjangkau lebih banyak negara sebagai tujuan ekspor agar tidak hanya mengandalkan pasar tertentu. Diversifikasi pasar menjadi salah satu langkah yang dapat dilakukan untuk menghadapi perubahan kondisi perdagangan dan kebijakan tarif dari sejumlah mitra dagang utama.
Sejumlah pihak yang pernah mewakili Indonesia di antaranya Indonesian Fashion Chamber, Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API), dan produsen tekstil Pan Brothers.
Event Director Indonesian Fashion Chamber Ali Charisma mengatakan, keikutsertaannya dalam BRICS+ Fashion Summit memberinya kesempatan untuk bertemu dengan berbagai pelaku industri fashion dari negara lain.
“Pengalaman saya di BRICS+ Fashion Summit benar-benar luar biasa. Saya berkesempatan bertemu banyak profesional di bidang fashion, desainer, creative entrepreneur, dan pelaku industri yang belum pernah saya temui sebelumnya,” ungkap Ali Charisma.
Menurut Ali, keberagaman peserta dalam forum tersebut menunjukkan besarnya komunitas fashion yang berkembang di Rusia.
Hal serupa disampaikan Nguyen Vi Huu Canh, Head of Fashion Sector di VDAS Vietnam. Menurutnya, pertemuan tersebut juga memperluas pandangannya terhadap perkembangan industri fashion global.
“Menghadiri BRICS+ Fashion Summit di Moskow sangat memperluas pemahaman saya tentang komunitas fashion global,” ujar Nguyen.
Ia menilai bahwa meskipun setiap negara memiliki budaya, ukuran pasar, dan tingkat perkembangan yang berbeda, industri fashion di negara berkembang menghadapi sejumlah tantangan yang serupa. Tantangan tersebut mencakup keterbatasan investasi, distribusi internasional, perkembangan teknologi, pelestarian kerajinan tradisional, hingga kebutuhan memperkuat local brand.
Upaya Pelestarian Budaya
Selain membuka akses ke pasar yang sedang berkembang, BRICS+ Fashion Summit juga memiliki fokus pada pelestarian warisan budaya. Hal ini sejalan dengan Indonesia yang memiliki sejarah tekstil yang kaya dan berbagai teknik tradisional, seperti batik.
Kekayaan tersebut menjadi salah satu kekuatan Indonesia dalam mengembangkan kerajinan lokal menjadi karya fashion modern yang dapat dikenal secara global. Dalam penyelenggaraan di Moskow, isu heritage dan identitas lokal juga menjadi salah satu pembahasan utama yang dapat menjadi ruang bagi jenama Indonesia untuk memperkenalkan keahlian mereka kepada audiens internasional.
Agenda fashion di Moskow tidak berhenti pada BRICS+ Fashion Summit. Pada 26 September hingga 1 Oktober 2026, kota tersebut juga akan menjadi lokasi penyelenggaraan Moscow Fashion Week. Ajang ini menjadi salah satu panggung bagi emerging designers dari berbagai negara untuk memperkenalkan karya mereka sekaligus bagian akhir dari rangkaian kalender fashion week global setelah Milan, Paris, London, dan New York.
Pada penyelenggaraan tahun ini, sejumlah desainer dari Tiongkok, Sri Lanka, Turki, Spanyol, Kazakhstan, Inggris, dan negara lainnya akan tampil bersama jenama lokal Rusia.
BRICS+ Fashion Summit dan Moscow Fashion Week tidak hanya menjadi ajang untuk mempertemukan pelaku industri dan desainer dari berbagai negara. Rangkaian kegiatan tersebut juga menjadi ruang untuk bertukar gagasan, memperluas jaringan, serta melihat perkembangan industri fashion di berbagai pasar.
Bagi Indonesia, kesempatan tersebut dapat dimanfaatkan untuk memperluas koneksi sekaligus memperkenalkan kekayaan tekstil dan kreativitas jenama lokal kepada pasar internasional. Dengan begitu, industri fashion Indonesia memiliki akses yang lebih luas untuk menjangkau pasar global.