Ilustrasi orang yang stabil secara mental (magnific)
Orang yang stabil secara mental bukan berarti tidak pernah marah, sedih, kecewa, atau terluka. Mereka tetap merasakan emosi seperti manusia pada umumnya, tetapi cenderung memiliki kemampuan untuk menyadari apa yang sedang dirasakan tanpa langsung membiarkan emosi tersebut mengambil alih perilaku.
Seperti dirangkum dari laman YourTango, artikel ini akan membahas tiga emosi yang sering membuat seseorang kesulitan dalam kehidupan dan hubungan, sekaligus pentingnya memahami fungsi emosi daripada sekadar berusaha menekannya.
Berikut tiga emosi yang dapat menjadi gambaran bagaimana seseorang belajar mengelola dirinya secara lebih sehat.
Marah sering dianggap sebagai emosi negatif yang harus segera dihilangkan. Padahal, kemarahan pada dasarnya dapat memberikan informasi bahwa ada sesuatu yang dianggap mengganggu, tidak adil, melanggar batasan, atau tidak sesuai dengan kebutuhan seseorang.
Menurut artikel YourTango, kemarahan yang sehat dapat berfungsi sebagai semacam sinyal bahwa seseorang perlu menetapkan batas. Dengan kata lain, marah tidak selalu berarti seseorang kehilangan kendali. Yang menjadi persoalan adalah bagaimana kemarahan tersebut diekspresikan.
Orang yang mampu mengatur kemarahan biasanya tidak langsung membalas ketika tersinggung. Mereka dapat mengambil jeda, memahami sumber kemarahan, kemudian menentukan respons yang lebih sesuai.
Misalnya, ketika seseorang diperlakukan tidak menghargai, respons impulsif mungkin berupa berteriak atau mengeluarkan kata-kata kasar. Sementara itu, respons yang lebih teratur bisa berupa mengatakan, “Saya tidak nyaman diperlakukan seperti itu. Tolong jangan ulangi lagi.”
Perbedaannya terlihat sederhana, tetapi dampaknya besar.
Mengelola kemarahan bukan berarti membiarkan orang lain melewati batas. Justru, kemampuan mengatur marah memungkinkan seseorang mempertahankan batas dengan cara yang lebih jelas tanpa harus merusak hubungan.
Orang yang stabil secara emosional juga tidak perlu berpura-pura bahwa dirinya tidak marah. Mereka dapat mengakui, “Ya, saya sedang marah,” tanpa menjadikan kemarahan tersebut sebagai alasan untuk menyakiti orang lain.
Kesedihan merupakan emosi lain yang sering kali berusaha disembunyikan. Banyak orang merasa harus segera terlihat baik-baik saja setelah mengalami kehilangan, kegagalan, penolakan, atau kekecewaan.
Padahal, tidak semua kesedihan harus segera dihilangkan.
YourTango menjelaskan bahwa kesedihan memiliki fungsi penting dalam proses seseorang menghadapi dan melepaskan rasa sakit. Menekan emosi tersebut terus-menerus bukan berarti masalah sudah selesai.
Orang yang mampu mengatur kesedihan bukan berarti mereka tidak pernah menangis. Sebaliknya, mereka dapat memberikan ruang kepada dirinya untuk merasakan apa yang sedang terjadi tanpa menganggap dirinya lemah hanya karena sedang sedih.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Trisha JKT48 Ingin “Ayo Senyumlah” Jadi Energi Positif di Tengah Situasi Sulit
Prediksi Skor Groningen vs PEC Zwolle di Liga Belanda: Trots van het Noorden Menang Tipis di Kandang
Prediksi Skor Arema FC vs Persik Kediri di Super League: Macan Putih Kembali Jinakkan Singo Edan!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor PSM vs Persita di Super League: Pendekar Cisadane Curi 3 Poin di B.J. Habibie
Prediksi Skor Everton vs Ipswich Town di Liga Inggris: The Toffees Kunci 3 Poin di Kandang
Prediksi Skor Espanyol vs Elche di Liga Spanyol: Los Franjiverdes Curi Poin di RCDE Stadium
Prediksi Skor Tottenham Hotspur vs Aston Villa di Liga Inggris: The Lilywhites Bakal Sulit Menang!
Prediksi Susunan Pemain Persebaya vs Garudayaksa FC: Risto Mitrevski Pantang Remehkan Tim Promosi
Prediksi Skor Lyon vs Rennes di Liga Prancis: Les Gones Garansi 3 Poin di Parc Olympique Lyonnais

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022