Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 10 September 2026 | 13.21 WIB

Cara Mengetahui Seberapa Cerdas Seseorang dari 10 Pertanyaan yang Mereka Ajukan Ketika Buntu

Ilustrasi orang cerdas (magnific) - Image

Ilustrasi orang cerdas (magnific)

 

JawaPos.com - Ketika seseorang sedang mengalami kebuntuan, respons yang muncul bisa sangat beragam. 

Ada yang langsung menyerah, menyalahkan keadaan, atau sibuk mencari siapa yang harus disalahkan. 

Namun, ada pula orang yang justru berhenti sejenak dan mengajukan pertanyaan yang membantu mereka menemukan jalan keluar.

Menariknya, cara seseorang bertanya ketika menghadapi masalah dapat memberikan gambaran tentang bagaimana ia berpikir

Bukan berarti satu atau dua pertanyaan dapat digunakan sebagai tes IQ atau ukuran pasti kecerdasan seseorang, tetapi pertanyaan tertentu dapat menunjukkan kemampuan menetapkan prioritas, melakukan refleksi, menyederhanakan masalah, dan belajar dari pengalaman.

Dirangkum dari laman YourTango, artikel ini akam membahas 10 pertanyaan reflektif yang dapat digunakan ketika seseorang merasa bingung atau terjebak dalam situasi tertentu.

Berikut 10 pertanyaan yang menarik untuk diperhatikan ketika ingin mengetahui bagaimana seseorang menghadapi kebuntuan.

1. “Apa satu hal yang bisa saya lakukan hari ini agar hal lainnya menjadi lebih mudah?”

Orang yang mampu mengajukan pertanyaan ini biasanya tidak berusaha menyelesaikan seluruh persoalan sekaligus. Mereka mencoba mencari satu tindakan dengan dampak terbesar.

Ketika sedang menghadapi banyak masalah, pikiran manusia dapat dengan mudah kewalahan karena semua persoalan terasa sama-sama mendesak. Akibatnya, seseorang justru tidak melakukan apa pun karena tidak tahu harus mulai dari mana.

Pertanyaan ini mengubah pendekatan tersebut. Alih-alih bertanya, “Bagaimana saya menyelesaikan semuanya?”, seseorang mulai bertanya, “Apa satu hal yang paling penting untuk saya kerjakan sekarang?”

Menurut sumber YourTango, pendekatan semacam ini membantu mempersempit berbagai kemungkinan solusi menjadi tindakan yang paling berdampak.

Misalnya, seseorang merasa hidupnya berantakan karena pekerjaan menumpuk, rumah tidak terurus, dan kurang tidur. Daripada mencoba memperbaiki semuanya dalam satu hari, ia mungkin memilih menyelesaikan pekerjaan paling mendesak terlebih dahulu.

Kecerdasan dalam konteks ini bukan sekadar mengetahui banyak hal. Ada unsur prioritas dan problem solving di dalamnya.

Orang tersebut memahami bahwa menyelesaikan satu masalah utama dapat menciptakan ruang untuk menyelesaikan masalah berikutnya.

2. “Kebiasaan apa yang jika saya lakukan secara konsisten akan paling memperbaiki energi dan kesejahteraan saya?”

Pertanyaan kedua menunjukkan kemampuan melihat perubahan sebagai sesuatu yang dibangun secara bertahap.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore