
seseorang yang tak diduga menemukan tujuan hidup dari anak-anak (Magnific/zinkevych)
Namun, dari sudut pandang psikologi, hubungan antara anak dan orang dewasa sebenarnya tidak berjalan satu arah. Anak-anak juga dapat menjadi sumber pembelajaran yang sangat kuat bagi orang dewasa. Cara mereka bermain, bertanya, mencintai, gagal, mencoba kembali, dan menikmati hal-hal sederhana dapat mengingatkan kita pada sesuatu yang sering hilang ketika memasuki kehidupan dewasa: apa sebenarnya yang membuat hidup terasa bermakna?
Ketika dewasa, tujuan hidup sering dikaitkan dengan pekerjaan, penghasilan, jabatan, pencapaian, rumah, status sosial, atau berbagai target jangka panjang. Kita terbiasa bertanya, “Apa yang harus saya capai?” jauh lebih sering daripada bertanya, “Mengapa saya melakukan semua ini?”
Padahal, psikologi menunjukkan bahwa kehidupan yang bermakna tidak hanya dibangun dari pencapaian besar. Makna juga dapat muncul melalui hubungan, pengalaman sehari-hari, rasa ingin tahu, kontribusi, pertumbuhan pribadi, serta kemampuan untuk hadir dalam kehidupan yang sedang dijalani.
Menariknya, banyak dari prinsip tersebut justru dapat kita lihat secara alami dalam perilaku anak-anak.
Dilansir dari Psychology Today pada Senin (24/8), terdapat enam hal tak terduga yang dapat diajarkan anak-anak kepada kita tentang tujuan hidup.
1. Tujuan Hidup Tidak Selalu Harus Berupa Pencapaian Besar
Salah satu perubahan terbesar ketika seseorang beranjak dewasa adalah cara ia memandang waktu dan keberhasilan.
Anak kecil dapat menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk menyusun balok, menggambar sesuatu yang sederhana, bermain dengan boneka, mengejar gelembung sabun, atau mengamati serangga di halaman.
Bagi orang dewasa, aktivitas tersebut mungkin tampak tidak produktif.
Kita sering berpikir bahwa waktu harus menghasilkan sesuatu. Jika tidak menghasilkan uang, prestasi, sertifikat, keterampilan, atau kemajuan karier, aktivitas tersebut mudah dianggap sebagai pemborosan waktu.
Anak-anak mengajarkan perspektif yang berbeda.
Mereka menunjukkan bahwa sebuah aktivitas tidak selalu harus menghasilkan sesuatu untuk memiliki nilai.
Dalam psikologi, pengalaman melakukan aktivitas karena aktivitas itu sendiri menyenangkan berkaitan dengan konsep intrinsic motivation atau motivasi intrinsik. Seseorang melakukan sesuatu bukan semata-mata karena hadiah, pengakuan, atau keuntungan eksternal, tetapi karena aktivitas tersebut memberikan kepuasan dari dalam.
Ketika orang dewasa kehilangan hubungan dengan motivasi intrinsik, hidup dapat berubah menjadi serangkaian kewajiban.
Bangun untuk bekerja.
Bekerja untuk mendapatkan uang.
Mendapatkan uang untuk memenuhi kebutuhan.
Memenuhi kebutuhan sambil mengejar target berikutnya.
Kemudian setelah target tercapai, muncul target baru.
Siklus tersebut tidak selalu buruk. Ambisi dan pencapaian tetap penting. Namun, jika seluruh identitas seseorang dibangun hanya dari pencapaian, ia dapat mengalami kekosongan ketika tujuan tersebut berhasil dicapai.
Anak-anak mengingatkan kita bahwa tujuan hidup tidak selalu harus berbunyi:
“Saya ingin menjadi seseorang.”
Kadang-kadang tujuan hidup juga dapat berbunyi:
“Saya ingin mengalami kehidupan.”
Makan bersama keluarga, berjalan kaki tanpa tujuan, membaca buku, bermain, membuat sesuatu dengan tangan sendiri, mendengarkan musik, bercanda dengan orang yang disayangi, atau menikmati sore yang tenang mungkin tidak terlihat seperti pencapaian besar.
Namun, pengalaman semacam itu dapat menjadi bagian penting dari kehidupan yang terasa bermakna.
Pelajaran untuk orang dewasa
Tidak semua hal yang bernilai harus masuk ke dalam CV.
Sesekali, lakukan sesuatu bukan karena hal itu meningkatkan produktivitas, tetapi karena Anda benar-benar menikmatinya.
Anak-anak mengajarkan bahwa hidup bukan hanya tentang mencapai tujuan. Menjalani perjalanan itu sendiri juga merupakan bagian dari tujuan.
2. Rasa Ingin Tahu Dapat Membawa Kita Menemukan Arah Hidup
“Kenapa langit berwarna biru?”
“Kenapa bulan mengikuti kita?”
“Kenapa orang itu menangis?”
“Bagaimana pesawat bisa terbang?”
“Kenapa kita harus bekerja?”
Pertanyaan anak-anak terkadang terdengar sederhana, tetapi sebenarnya menunjukkan salah satu kemampuan psikologis yang sangat penting: rasa ingin tahu.
Ketika masih kecil, manusia cenderung memiliki dorongan kuat untuk memahami dunia.
Sayangnya, rasa ingin tahu sering berubah ketika seseorang menjadi dewasa.
Kita mulai merasa harus sudah mengetahui jawabannya.
Kita takut terlihat bodoh jika bertanya.
Kita terlalu sibuk untuk mengeksplorasi sesuatu yang baru.
Bahkan dalam pekerjaan, seseorang mungkin sudah bertahun-tahun menjalankan rutinitas yang sama tanpa lagi bertanya apakah pekerjaan tersebut benar-benar sesuai dengan nilai dan tujuan hidupnya.
Padahal, pertanyaan dapat menjadi pintu menuju perubahan.
Seseorang yang bertanya:
“Apakah saya benar-benar bahagia dengan kehidupan saya sekarang?”
mungkin mulai mengevaluasi hidupnya.
Seseorang yang bertanya:
“Apa yang sebenarnya penting bagi saya?”
mungkin mulai menemukan nilai-nilai pribadinya.
Seseorang yang bertanya:
“Jika saya tidak takut gagal, apa yang ingin saya lakukan?”
mungkin menemukan kemungkinan hidup yang sebelumnya tidak pernah dipertimbangkan.
Dalam psikologi perkembangan, rasa ingin tahu merupakan bagian penting dari proses belajar dan eksplorasi. Manusia membutuhkan eksplorasi untuk memahami lingkungan sekaligus memahami dirinya sendiri.
Karena itu, menemukan tujuan hidup sering kali bukan proses menemukan satu jawaban ajaib.
Sebaliknya, tujuan hidup dapat berkembang melalui serangkaian pertanyaan.
Anak-anak tidak malu mengatakan, “Saya tidak tahu.”
Orang dewasa sering kali justru merasa harus memiliki semua jawaban.
Padahal, mengakui bahwa kita tidak tahu dapat menjadi awal dari pembelajaran.
Pelajaran untuk orang dewasa
Jangan terlalu cepat mematikan pertanyaan.
Jika akhir-akhir ini hidup terasa monoton, mungkin Anda tidak selalu membutuhkan jawaban baru. Bisa jadi Anda membutuhkan pertanyaan baru.
Tanyakan kepada diri sendiri:
Apa yang membuat saya benar-benar penasaran?
Hal apa yang selalu ingin saya pelajari tetapi terus saya tunda?
Apa yang membuat saya kehilangan rasa ingin tahu?
Jika saya bebas mencoba sesuatu tanpa takut dinilai, apa yang ingin saya eksplorasi?
Terkadang, arah hidup tidak muncul ketika kita berhenti dan menunggu jawaban.
Arah hidup muncul ketika kita mulai berani bertanya.
3. Anak-Anak Mengajarkan Bahwa Hubungan dengan Orang Lain Adalah Bagian dari Makna Hidup
Ada alasan mengapa seorang anak dapat merasa sangat bahagia hanya karena orang tuanya duduk dan bermain bersamanya.
Bagi orang dewasa, mungkin hanya berlangsung 20 menit.
Bagi anak, pengalaman tersebut dapat terasa sangat berarti.
Anak-anak secara alami membutuhkan hubungan dengan orang lain. Mereka mencari perhatian, kasih sayang, rasa aman, penerimaan, dan koneksi.
Ketika dewasa, kebutuhan tersebut tidak benar-benar hilang. Hanya bentuknya yang berubah.
Kita mungkin tidak lagi meminta orang tua untuk membacakan cerita sebelum tidur. Namun, kita tetap membutuhkan seseorang yang bersedia mendengarkan ketika hari kita terasa berat.
Kita mungkin tidak lagi meminta seseorang menggandeng tangan ketika menyeberang jalan. Namun, kita tetap membutuhkan hubungan yang membuat kita merasa tidak sendirian menghadapi kehidupan.
Psikologi positif banyak membahas pentingnya hubungan sosial bagi kesejahteraan manusia. Kehidupan yang bermakna bukan hanya tentang apa yang kita capai secara individual, tetapi juga tentang bagaimana kita terhubung dengan orang lain.
Anak-anak mengajarkan sesuatu yang sering dilupakan orang dewasa:
kehadiran memiliki nilai.
Kita sering merasa harus memberikan sesuatu yang besar kepada orang lain.
Padahal, terkadang seseorang hanya membutuhkan kita untuk hadir.
Mendengarkan cerita anak tanpa melihat ponsel.
Makan malam bersama keluarga.
Menghubungi teman yang sudah lama tidak berbicara.
Menanyakan kabar pasangan dan benar-benar mendengarkan jawabannya.
Menghabiskan waktu bersama orang tua.
Hal-hal tersebut mungkin tidak terlihat spektakuler.
Namun, justru pengalaman sederhana semacam itu dapat menjadi bagian dari kehidupan yang bermakna.
Pelajaran untuk orang dewasa
Jika Anda sedang mencari tujuan hidup, jangan hanya bertanya:
“Apa yang ingin saya capai?”
Tambahkan pertanyaan:
“Dengan siapa saya ingin menjalani kehidupan ini?”
Karena pada akhirnya, pencapaian yang tidak memiliki hubungan emosional dengan orang lain dapat terasa jauh lebih kosong dibandingkan kehidupan sederhana yang dipenuhi hubungan yang bermakna.
4. Anak-Anak Mengajarkan Kita untuk Tidak Takut Gagal
Perhatikan seorang anak yang sedang belajar berjalan.
Ia berdiri.
Jatuh.
Bangun lagi.
Jatuh lagi.
Kemudian mencoba lagi.
Ia tidak membuat presentasi PowerPoint tentang kegagalan tersebut.
Ia tidak berpikir, “Mungkin saya memang tidak berbakat berjalan.”
Ia juga tidak berkata, “Saya akan berhenti mencoba karena tadi saya gagal.”
Ia hanya mencoba kembali.
Tentu saja, anak kecil belum memiliki kemampuan kognitif seperti orang dewasa. Namun, perilaku tersebut menggambarkan sesuatu yang sering hilang ketika kita semakin dewasa: kesediaan untuk mencoba tanpa terlalu takut terhadap kegagalan.
Seiring bertambahnya usia, kegagalan menjadi lebih kompleks.
Kita takut kehilangan uang.
Takut ditolak.
Takut dipermalukan.
Takut mengecewakan keluarga.
Takut dianggap tidak kompeten.
Takut memilih karier yang salah.
Akibatnya, seseorang bisa menghabiskan bertahun-tahun dalam situasi yang tidak memuaskan hanya karena takut mencoba sesuatu yang berbeda.
Anak-anak memberikan pelajaran penting bahwa kemampuan sering kali terbentuk melalui proses.
Mereka belum mampu melakukan sesuatu bukan berarti mereka tidak akan mampu selamanya.
Ini sejalan dengan gagasan tentang growth mindset: kemampuan dapat berkembang melalui usaha, pembelajaran, strategi, dan pengalaman.
Dalam konteks tujuan hidup, prinsip ini sangat penting.
Banyak orang merasa harus menemukan tujuan hidup terlebih dahulu sebelum mengambil langkah.
Padahal, terkadang tujuan justru menjadi lebih jelas setelah seseorang mulai mencoba.
Anda mungkin tidak tahu apakah Anda menyukai bidang tertentu sampai benar-benar mengalaminya.
Anda mungkin tidak tahu apakah sebuah proyek cocok untuk Anda sampai mengerjakannya.
Anda mungkin tidak tahu apakah suatu aktivitas memiliki makna sampai memberinya kesempatan.
Pelajaran untuk orang dewasa
Jangan menganggap kegagalan sebagai bukti bahwa hidup Anda salah arah.
Kegagalan bisa menjadi informasi.
Ia memberi tahu kita apa yang tidak berhasil, apa yang perlu diperbaiki, dan apa yang mungkin perlu dipelajari.
Anak-anak menunjukkan bahwa jatuh bukan akhir dari proses. Kadang-kadang, jatuh hanyalah bagian dari belajar berdiri.
5. Anak-Anak Mengajarkan Pentingnya Hidup di Saat Ini
Salah satu kemampuan yang sering dimiliki anak-anak secara alami adalah kemampuan untuk tenggelam dalam pengalaman saat ini.
Ketika bermain, mereka benar-benar bermain.
Ketika tertawa, mereka tertawa.
Ketika melihat sesuatu yang menarik, perhatian mereka dapat berpindah sepenuhnya ke objek tersebut.
Orang dewasa sering jauh lebih sulit melakukan hal yang sama.
Saat makan, kita memikirkan pekerjaan.
Saat bekerja, kita memikirkan masalah keluarga.
Saat bersama keluarga, kita memikirkan pekerjaan besok.
Saat liburan, kita memikirkan apa yang harus dilakukan setelah kembali.
Tubuh berada di satu tempat, tetapi pikiran berada di tempat lain.
Dalam psikologi, kemampuan memberikan perhatian pada pengalaman saat ini tanpa terus-menerus terseret oleh penilaian atau kekhawatiran merupakan salah satu inti dari mindfulness.
Bukan berarti orang dewasa harus berhenti merencanakan masa depan.
Perencanaan tetap penting.
Namun, hidup yang sepenuhnya berorientasi pada masa depan memiliki risiko membuat kita tidak pernah benar-benar mengalami masa kini.
Kita berkata:
“Kalau sudah mendapatkan pekerjaan yang lebih baik, saya akan bahagia.”
“Kalau sudah punya rumah, saya akan tenang.”
“Kalau sudah punya cukup uang, saya akan menikmati hidup.”
“Kalau anak-anak sudah besar, saya akan punya waktu untuk diri sendiri.”
Masalahnya, ketika satu tujuan tercapai, tujuan lain sering muncul.
Akhirnya, kehidupan selalu terasa seperti sesuatu yang akan dimulai nanti.
Anak-anak dapat mengingatkan kita bahwa sebagian kehidupan yang kita tunggu-tunggu sebenarnya sedang berlangsung sekarang.
Pelajaran untuk orang dewasa
Ketika sedang berbicara dengan seseorang, benar-benar dengarkan.
Ketika makan, rasakan makanan.
Ketika berjalan, perhatikan lingkungan.
Ketika bermain dengan anak, jangan hanya hadir secara fisik—hadirlah secara mental.
Tujuan hidup bukan hanya sesuatu yang berada di masa depan.
Sebagian makna hidup ditemukan dalam kemampuan untuk benar-benar hadir dalam kehidupan yang sedang kita jalani.
6. Anak-Anak Mengajarkan Bahwa Tujuan Hidup Dapat Berubah Seiring Waktu
Anak berusia lima tahun mungkin ingin menjadi astronot.
Beberapa tahun kemudian ingin menjadi dokter.
Kemudian berubah menjadi guru.
Lalu musisi.
Kemudian ingin memiliki toko sendiri.
Orang dewasa sering tersenyum melihat perubahan tersebut.
Namun, sebenarnya ada pelajaran penting di baliknya.
Kita tidak selalu harus memiliki satu tujuan hidup yang tetap sepanjang waktu.
Kebutuhan, pengalaman, kemampuan, nilai, dan prioritas manusia dapat berubah.
Apa yang terasa sangat penting ketika berusia 20 tahun mungkin tidak lagi menjadi prioritas ketika berusia 40 tahun.
Seseorang mungkin dahulu mengejar karier karena ingin membuktikan kemampuannya. Setelah bertahun-tahun bekerja, ia mungkin mulai lebih menghargai waktu bersama keluarga.
Seseorang mungkin dahulu mengejar uang karena ingin merasa aman. Setelah kebutuhan finansial lebih stabil, ia mungkin mulai mencari kontribusi sosial.
Seseorang yang sebelumnya ingin mencapai posisi tinggi mungkin kemudian menyadari bahwa ia lebih menikmati membimbing orang lain daripada memimpin organisasi besar.
Perubahan tersebut bukan selalu tanda bahwa seseorang kehilangan arah.
Bisa jadi ia sedang mengembangkan definisi tentang apa yang bermakna.
Dalam psikologi, perkembangan manusia tidak berhenti ketika seseorang mencapai usia dewasa. Identitas, nilai, tujuan, dan cara seseorang memahami kehidupannya dapat terus berkembang.
Karena itu, kita tidak perlu merasa gagal hanya karena tujuan hidup kita berubah.
Yang penting adalah memahami alasan perubahan tersebut.
Apakah kita berubah karena takut?
Atau karena semakin mengenal diri sendiri?
Apakah kita meninggalkan tujuan karena menyerah?
Atau karena menemukan sesuatu yang lebih sesuai dengan nilai hidup kita?
Pertanyaan semacam ini membantu membedakan antara kehilangan arah dan pertumbuhan.
Pelajaran untuk orang dewasa
Anda tidak harus menjadi orang yang sama seperti lima atau sepuluh tahun lalu.
Tujuan hidup bukan kontrak yang harus dipertahankan selamanya.
Terkadang, tujuan baru muncul karena kehidupan memberikan pengalaman baru.
Dan itu tidak masalah.
Bertumbuh berarti memberi izin kepada diri sendiri untuk berubah.
Mengapa Anak-Anak Bisa Menjadi Guru Kehidupan yang Tidak Terduga?
Anak-anak tentu belum memiliki semua pengetahuan dan pengalaman yang dimiliki orang dewasa. Mereka tetap membutuhkan bimbingan, perlindungan, dan pendidikan.
Namun, proses belajar dalam keluarga sebenarnya bersifat dua arah.
Orang tua mengajarkan anak bagaimana menghadapi dunia.
Anak dapat mengingatkan orang tua bagaimana cara memandang dunia.
Mereka mengingatkan kita bahwa rasa ingin tahu masih penting.
Bahwa bermain bukan selalu pemborosan waktu.
Bahwa hubungan dengan orang lain memiliki nilai.
Bahwa kegagalan bukan akhir.
Bahwa masa kini layak untuk diperhatikan.
Dan bahwa tujuan hidup boleh berkembang.
Mungkin itulah salah satu ironi kehidupan orang dewasa.
Kita menghabiskan bertahun-tahun mengajarkan anak-anak bagaimana menjadi orang dewasa, sementara tanpa sadar mereka mengajarkan kita kembali bagaimana menjadi manusia.
Tujuan Hidup Mungkin Lebih Sederhana daripada yang Kita Bayangkan
Pada akhirnya, psikologi tidak memberikan satu jawaban universal mengenai apa tujuan hidup setiap manusia.
Setiap orang memiliki nilai, pengalaman, hubungan, dan prioritas yang berbeda.
Namun, banyak pendekatan psikologis menunjukkan bahwa kehidupan yang bermakna tidak hanya berkaitan dengan pencapaian pribadi. Makna juga dapat ditemukan melalui hubungan yang dekat, pengalaman yang bernilai, pertumbuhan diri, kontribusi kepada orang lain, dan keterlibatan penuh dalam kehidupan sehari-hari.
Dan menariknya, banyak prinsip tersebut dapat kita lihat dalam diri anak-anak.
Maka, ketika Anda merasa bingung mengenai arah hidup, mungkin tidak selalu perlu mencari jawaban yang sangat besar.
Cobalah memperhatikan anak-anak di sekitar Anda.
Perhatikan bagaimana mereka bertanya.
Bagaimana mereka bermain.
Bagaimana mereka tertawa.
Bagaimana mereka gagal lalu mencoba lagi.
Bagaimana mereka dapat menemukan kebahagiaan dari sesuatu yang sederhana.
Dan bagaimana mereka dapat mencintai seseorang tanpa terlebih dahulu menghitung apakah hubungan tersebut akan memberikan keuntungan bagi mereka.
Mungkin dari sana kita kembali memahami sesuatu yang sederhana:
Tujuan hidup bukan hanya tentang menjadi lebih sukses. Tujuan hidup juga tentang menjadi lebih hadir, lebih terhubung, lebih ingin tahu, lebih berani mencoba, dan lebih mampu menghargai kehidupan yang sedang kita jalani.
Anak-anak mungkin belum tahu banyak tentang dunia.
Tetapi dalam beberapa hal, justru karena mereka belum terlalu dibebani oleh tuntutan dunia, mereka dapat mengingatkan orang dewasa tentang hal-hal yang paling mendasar dalam kehidupan.
Dan mungkin, salah satu pertanyaan paling penting yang dapat kita bawa pulang bukanlah:
“Apa yang harus saya capai dalam hidup?”
Melainkan:
“Apa yang membuat kehidupan ini layak untuk dijalani?”
Jawaban atas pertanyaan tersebut mungkin berbeda bagi setiap orang.
Tetapi terkadang, kita tidak perlu pergi terlalu jauh untuk mulai mencarinya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Trisha JKT48 Ingin “Ayo Senyumlah” Jadi Energi Positif di Tengah Situasi Sulit
Prediksi Skor Groningen vs PEC Zwolle di Liga Belanda: Trots van het Noorden Menang Tipis di Kandang
Prediksi Skor Arema FC vs Persik Kediri di Super League: Macan Putih Kembali Jinakkan Singo Edan!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor PSM vs Persita di Super League: Pendekar Cisadane Curi 3 Poin di B.J. Habibie
Prediksi Skor Everton vs Ipswich Town di Liga Inggris: The Toffees Kunci 3 Poin di Kandang
Prediksi Skor Espanyol vs Elche di Liga Spanyol: Los Franjiverdes Curi Poin di RCDE Stadium
Prediksi Skor Tottenham Hotspur vs Aston Villa di Liga Inggris: The Lilywhites Bakal Sulit Menang!
Prediksi Susunan Pemain Persebaya vs Garudayaksa FC: Risto Mitrevski Pantang Remehkan Tim Promosi
Prediksi Skor Lyon vs Rennes di Liga Prancis: Les Gones Garansi 3 Poin di Parc Olympique Lyonnais

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022