
ilustrasi orang yang stres. Sumber foto: Freepik
JawaPos.com – Rasa lelah, munculnya jerawat secara tiba-tiba, atau keinginan mengonsumsi makanan manis sering kali dianggap sebagai kondisi yang biasa terjadi. Padahal, keluhan tersebut dapat menjadi sinyal bahwa tubuh sedang mengalami gangguan metabolisme maupun ketidakseimbangan hormon.
Perubahan hormon dapat memengaruhi berbagai fungsi tubuh, mulai dari kualitas tidur, kondisi kulit, hingga suasana hati. Mengenali tanda-tandanya sejak dini dapat membantu seseorang menentukan kapan perlu berkonsultasi dengan tenaga medis.
Dilansir dari UCLA Health, berikut enam sinyal yang dapat muncul ketika hormon dalam tubuh tidak berada dalam kondisi seimbang.
Kerontokan rambut yang terjadi secara berlebihan tidak selalu disebabkan oleh penggunaan produk perawatan yang kurang tepat. Kondisi ini bisa berkaitan dengan kekurangan zat besi, vitamin D, seng, maupun gangguan pada kelenjar tiroid seperti hipotiroidisme.
Saat tubuh kekurangan hormon tiroid atau mengalami anemia, pasokan nutrisi ke folikel rambut dapat berkurang sehingga rambut menjadi lebih mudah rontok dan kulit terasa kering.
Keinginan mengonsumsi makanan manis setelah makan, disertai kesulitan berkonsentrasi, dapat berkaitan dengan resistensi insulin atau naik-turunnya kadar gula darah secara drastis.
Ketika sel tubuh tidak merespons insulin dengan baik, glukosa sulit dimanfaatkan sebagai sumber energi. Akibatnya, otak terus mengirimkan sinyal lapar meskipun seseorang telah makan. Kondisi ini juga dapat dipengaruhi oleh tingginya kadar hormon stres, yaitu kortisol.
Jika tubuh tetap terasa lelah meski telah tidur selama tujuh hingga delapan jam, penyebabnya tidak selalu kurang istirahat. Keluhan tersebut dapat berkaitan dengan kekurangan zat besi atau gangguan keseimbangan hormon, seperti kadar estrogen dan progesteron yang tidak stabil maupun hipotiroidisme pada tahap awal.
Perubahan emosi yang terjadi secara cepat, seperti mudah menangis lalu tiba-tiba marah, tidak selalu dapat dianggap sebagai gejala pramenstruasi biasa.
Pada sebagian kasus, kondisi ini dapat dipengaruhi oleh dominasi hormon estrogen, rendahnya progesteron, atau kekurangan magnesium dan vitamin B yang berperan penting dalam menjaga fungsi sistem saraf.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Jafar dan Adnan Diduga Terlibat Match Fixing, PBSI Langsung Ubah Komposisi Ganda Campuran
Prediksi Skor Persib vs Persebaya di Final Piala Presiden 2026: Duel Tim Kelelahan!
Prediksi Skor Persija Jakarta vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Macan Kemayoran Diunggulkan!
Profil Jafar Hidayatullah dan Adnan Maulana: Diduga Match Fixing, Dicoret PBSI dari Kejuaraan Dunia
Prediksi Skor Persib vs Persebaya di Final Piala Presiden 2026: Maung Bandung Favorit Juara
Aji Santoso Resmi Latih de Red FC, Klub Baru Jawa Timur Pilih Stadion Gelora 10 November Surabaya
Bertahun-Tahun Mogok Kerja, Tim 10 Pekerja Freeport Serahkan Tuntutan ke Said Iqbal
Jafar/Felisha dan Adnan/Indah Dicoret dari Kejuaraan Dunia, PBSI Buka Suara Soal Dugaan Match Fixing
Prediksi Skor Singapura vs Timnas Indonesia di Piala AFF 2026: Pembuktian Sihir John Herdman!
Profil Malik Bawazier, Suami Cut Keke yang Dilaporkan Kasus Perzinaan dan Kohabitasi
