Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 7 Agustus 2026 | 22.43 WIB

Dari Rambut Rontok hingga Sulit Tidur, Ini Gejala Hormon Tidak Seimbang

ilustrasi orang yang stres. Sumber foto: Freepik - Image

ilustrasi orang yang stres. Sumber foto: Freepik

JawaPos.com – Rasa lelah, munculnya jerawat secara tiba-tiba, atau keinginan mengonsumsi makanan manis sering kali dianggap sebagai kondisi yang biasa terjadi. Padahal, keluhan tersebut dapat menjadi sinyal bahwa tubuh sedang mengalami gangguan metabolisme maupun ketidakseimbangan hormon.

Perubahan hormon dapat memengaruhi berbagai fungsi tubuh, mulai dari kualitas tidur, kondisi kulit, hingga suasana hati. Mengenali tanda-tandanya sejak dini dapat membantu seseorang menentukan kapan perlu berkonsultasi dengan tenaga medis.

Dilansir dari UCLA Health, berikut enam sinyal yang dapat muncul ketika hormon dalam tubuh tidak berada dalam kondisi seimbang.

1. Rambut Rontok Disertai Kulit Kering

Kerontokan rambut yang terjadi secara berlebihan tidak selalu disebabkan oleh penggunaan produk perawatan yang kurang tepat. Kondisi ini bisa berkaitan dengan kekurangan zat besi, vitamin D, seng, maupun gangguan pada kelenjar tiroid seperti hipotiroidisme.

Saat tubuh kekurangan hormon tiroid atau mengalami anemia, pasokan nutrisi ke folikel rambut dapat berkurang sehingga rambut menjadi lebih mudah rontok dan kulit terasa kering.

2. Sering Mengidam Makanan Manis dan Sulit Fokus

Keinginan mengonsumsi makanan manis setelah makan, disertai kesulitan berkonsentrasi, dapat berkaitan dengan resistensi insulin atau naik-turunnya kadar gula darah secara drastis.

Ketika sel tubuh tidak merespons insulin dengan baik, glukosa sulit dimanfaatkan sebagai sumber energi. Akibatnya, otak terus mengirimkan sinyal lapar meskipun seseorang telah makan. Kondisi ini juga dapat dipengaruhi oleh tingginya kadar hormon stres, yaitu kortisol.

3. Bangun Tidur tetapi Tetap Merasa Lelah

Jika tubuh tetap terasa lelah meski telah tidur selama tujuh hingga delapan jam, penyebabnya tidak selalu kurang istirahat. Keluhan tersebut dapat berkaitan dengan kekurangan zat besi atau gangguan keseimbangan hormon, seperti kadar estrogen dan progesteron yang tidak stabil maupun hipotiroidisme pada tahap awal.

4. Perubahan Suasana Hati yang Drastis

Perubahan emosi yang terjadi secara cepat, seperti mudah menangis lalu tiba-tiba marah, tidak selalu dapat dianggap sebagai gejala pramenstruasi biasa.

Pada sebagian kasus, kondisi ini dapat dipengaruhi oleh dominasi hormon estrogen, rendahnya progesteron, atau kekurangan magnesium dan vitamin B yang berperan penting dalam menjaga fungsi sistem saraf.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags

Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore