Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 5 Agustus 2026 | 00.38 WIB

6 Perilaku yang Merusak Peluang Seseorang untuk Lanjut ke Kencan Kedua Menurut Psikologi

seseorang yang tak mendapat kesempatan lanjut ke kencan kedua. (Magnific)

 

 
JawaPos.com - Kencan pertama sering kali menjadi momen yang menentukan. Bukan hanya soal penampilan atau tempat yang dipilih, tetapi juga bagaimana seseorang bersikap selama pertemuan berlangsung. Dalam hitungan jam, otak manusia secara alami mulai menilai apakah lawan bicara layak untuk dikenal lebih jauh atau justru sebaiknya dihindari.


Psikologi menjelaskan bahwa keputusan untuk melanjutkan hubungan ke kencan kedua tidak hanya didasarkan pada rasa tertarik secara fisik. Faktor seperti kenyamanan emosional, kemampuan berkomunikasi, rasa saling menghargai, hingga kesan mengenai kepribadian memainkan peran yang jauh lebih besar.

Menariknya, banyak orang gagal mendapatkan kesempatan untuk bertemu lagi bukan karena mereka "tidak menarik", melainkan karena menunjukkan perilaku tertentu yang menciptakan kesan negatif. Bahkan kebiasaan yang tampak sepele dapat membuat calon pasangan merasa hubungan tersebut tidak memiliki masa depan.

Dilansir dari Psychology Today pada Selasa (4/8), terdapat enam perilaku yang menurut berbagai temuan psikologi dapat merusak peluang seseorang untuk lanjut ke kencan kedua.

1. Terlalu Banyak Membicarakan Diri Sendiri

Salah satu kesalahan paling umum saat kencan pertama adalah mendominasi percakapan. Sebagian orang tanpa sadar terus menceritakan pekerjaan, pencapaian, pengalaman hidup, atau masalah pribadi tanpa memberikan ruang bagi lawan bicara.

Dalam psikologi sosial, percakapan yang sehat bersifat timbal balik. Manusia cenderung merasa lebih dekat dengan orang yang menunjukkan rasa ingin tahu terhadap dirinya. Ketika hanya satu pihak yang terus berbicara, lawan bicara bisa merasa tidak dihargai atau sekadar menjadi pendengar pasif.

Selain itu, mendominasi percakapan sering kali memberikan kesan egosentris. Walaupun niatnya hanya ingin mengisi suasana, perilaku ini dapat membuat hubungan terasa tidak seimbang sejak awal.

Cara yang lebih baik adalah menerapkan prinsip komunikasi dua arah. Setelah menceritakan sesuatu tentang diri sendiri, ajukan pertanyaan terbuka dan dengarkan jawaban dengan penuh perhatian.

2. Terlalu Sering Menggunakan Ponsel

Psikologi mengenal istilah phubbing, yaitu kebiasaan mengabaikan orang yang sedang bersama kita karena lebih fokus pada ponsel.

Meskipun hanya sesekali memeriksa notifikasi, tindakan ini dapat mengirimkan pesan bahwa lawan bicara tidak cukup penting untuk mendapatkan perhatian penuh.

Penelitian mengenai komunikasi interpersonal menunjukkan bahwa perhatian penuh menjadi salah satu fondasi utama terbentuknya kedekatan emosional. Ketika seseorang merasa diabaikan, tingkat kenyamanan dan kepercayaan akan menurun.

Jika memang menunggu panggilan penting, jelaskan sejak awal agar lawan bicara memahami situasinya. Selain kondisi darurat, sebaiknya simpan ponsel selama kencan berlangsung.

3. Bersikap Kasar kepada Orang Lain

Cara seseorang memperlakukan pelayan restoran, sopir, petugas parkir, atau staf layanan sering kali menjadi indikator kepribadian yang lebih kuat dibandingkan cara ia memperlakukan pasangan kencannya.

Psikologi menyebut bahwa manusia menggunakan berbagai petunjuk sosial (social cues) untuk memprediksi bagaimana seseorang akan bersikap dalam hubungan jangka panjang.

Jika seseorang mudah marah, meremehkan, atau berbicara dengan nada kasar kepada orang lain, calon pasangan dapat berpikir bahwa suatu hari perilaku tersebut juga akan diarahkan kepadanya.

Sebaliknya, sikap sopan, menghargai, dan sabar memberikan sinyal bahwa seseorang memiliki empati dan pengendalian diri yang baik.

4. Terlalu Banyak Membahas Mantan

Mantan pasangan memang bagian dari masa lalu, tetapi membahasnya secara berlebihan saat kencan pertama sering kali menjadi tanda bahaya.

Menurut psikologi hubungan, kebiasaan ini dapat menunjukkan bahwa seseorang belum sepenuhnya selesai dengan hubungan sebelumnya. Lawan bicara mungkin merasa dirinya hanya menjadi pelarian atau pembanding.

Selain itu, terlalu sering menjelekkan mantan juga bisa memberikan kesan bahwa orang tersebut sulit bertanggung jawab atas konflik dalam hubungan.

Jika topik mengenai hubungan sebelumnya muncul, cukup bahas secara singkat dan objektif. Fokuskan percakapan pada masa kini serta harapan terhadap hubungan yang sehat di masa depan.

5. Tidak Konsisten antara Perkataan dan Perilaku

Kepercayaan mulai terbentuk sejak pertemuan pertama. Karena itu, inkonsistensi kecil sekalipun bisa menimbulkan keraguan.

Misalnya, seseorang mengaku menghargai waktu tetapi datang terlambat tanpa meminta maaf. Atau mengatakan dirinya pendengar yang baik, namun terus memotong pembicaraan.

Dalam psikologi, manusia cenderung lebih mempercayai perilaku dibandingkan kata-kata. Ketika ucapan dan tindakan tidak selaras, otak akan menangkap adanya ketidakjujuran atau kurangnya integritas.

Orang yang konsisten biasanya dianggap lebih dapat dipercaya, sehingga peluang untuk melanjutkan hubungan pun meningkat.

6. Terlalu Cepat Membicarakan Masa Depan Bersama

Merasa cocok sejak awal memang menyenangkan. Namun membicarakan pernikahan, jumlah anak, atau rencana hidup bersama pada kencan pertama sering kali membuat lawan bicara merasa tertekan.

Fenomena ini berkaitan dengan konsep relationship pacing, yaitu kecepatan perkembangan hubungan. Hubungan yang berkembang terlalu cepat dapat memunculkan rasa tidak nyaman karena kedekatan emosional belum terbentuk secara alami.

Banyak orang membutuhkan waktu untuk mengenal karakter, nilai hidup, dan kecocokan sebelum membahas komitmen yang lebih serius.

Lebih baik fokus membangun koneksi yang nyaman terlebih dahulu. Ketika hubungan berkembang secara alami, pembicaraan mengenai masa depan akan terasa jauh lebih relevan dan tidak memaksa.

Mengapa Kesan Pertama Sangat Berpengaruh?

Psikologi menjelaskan adanya fenomena first impression dan halo effect. Dalam beberapa menit pertama bertemu, otak sudah mulai membentuk penilaian mengenai apakah seseorang terlihat hangat, dapat dipercaya, menyenangkan, atau justru sebaliknya.

Penilaian awal ini memang tidak selalu akurat, tetapi cukup kuat untuk memengaruhi keputusan berikutnya, termasuk apakah seseorang ingin bertemu lagi.

Karena itu, perilaku sederhana seperti menjaga kontak mata, tersenyum dengan tulus, mendengarkan secara aktif, dan menunjukkan rasa hormat sering kali memiliki dampak yang lebih besar dibandingkan penampilan fisik semata.

Penutup

Kesempatan untuk mendapatkan kencan kedua tidak ditentukan oleh kesempurnaan. Tidak ada orang yang tampil tanpa cela saat pertemuan pertama. Namun, psikologi menunjukkan bahwa orang cenderung ingin melanjutkan hubungan dengan seseorang yang membuat mereka merasa dihargai, didengarkan, aman, dan nyaman.

Menghindari kebiasaan seperti mendominasi percakapan, sibuk dengan ponsel, bersikap kasar kepada orang lain, terlalu banyak membahas mantan, tidak konsisten antara ucapan dan tindakan, serta terburu-buru membicarakan masa depan dapat meningkatkan peluang terciptanya hubungan yang lebih positif.

Pada akhirnya, kencan pertama bukanlah ajang untuk tampil sempurna, melainkan kesempatan untuk menunjukkan versi diri yang autentik, penuh empati, dan menghargai orang lain. Sikap-sikap inilah yang sering menjadi alasan seseorang berkata, "Aku ingin bertemu dengannya lagi."***
Editor: Novia Tri Astuti
Tags

Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore