Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 3 Agustus 2026 | 15.45 WIB

6 Strategi Sederhana untuk Mengajak Seseorang Kencan Secara Tidak Langsung

seseorang yang yang mengajak orang lain untuk kencan. (Magnific)

 

 
JawaPos.com - Mengajak seseorang berkencan sering kali menjadi momen yang menegangkan. Rasa takut ditolak, khawatir membuat suasana menjadi canggung, atau tidak yakin apakah perasaan kita akan diterima membuat banyak orang memilih memendam perasaan mereka. Padahal, menurut psikologi sosial, ketertarikan romantis tidak selalu harus diungkapkan secara langsung. Ada banyak cara yang lebih alami untuk mengetahui apakah seseorang juga memiliki minat yang sama.


Pendekatan tidak langsung bukan berarti bermain dengan perasaan atau memberikan harapan palsu. Sebaliknya, strategi ini memberi ruang bagi kedua belah pihak untuk saling mengenal tanpa tekanan. Ketika hubungan berkembang secara bertahap, rasa nyaman dan kepercayaan cenderung tumbuh lebih kuat.

Dilansir dari Psychology Today pada Minggu (2/8), terdapat enam strategi sederhana yang dapat membantu Anda mengajak seseorang berkencan secara lebih halus dan alami.

1. Mulailah dengan Aktivitas yang Bersifat Santai

Alih-alih langsung mengatakan, "Maukah kamu berkencan denganku?", cobalah mengajak orang tersebut melakukan aktivitas yang terdengar kasual.

Misalnya:

"Aku dengar ada kafe baru yang menarik. Mau coba minggu ini?"
"Film itu katanya bagus. Kalau kamu belum nonton, kita bisa pergi bareng."

Ajakan seperti ini tidak memberikan tekanan bahwa itu adalah sebuah "kencan resmi". Namun, tetap memberi kesempatan untuk menghabiskan waktu berdua.

Dari sudut pandang psikologi, aktivitas bersama dapat meningkatkan rasa kedekatan karena kedua orang berbagi pengalaman yang sama. Semakin banyak pengalaman positif yang dibangun bersama, semakin besar peluang munculnya hubungan emosional.

2. Cari Kesamaan Minat Terlebih Dahulu

Hubungan yang sehat biasanya dibangun dari kesamaan nilai atau ketertarikan.

Perhatikan hal-hal yang mereka sukai, misalnya:

musik tertentu,
olahraga,
kuliner,
buku,
fotografi,
atau hobi lainnya.

Ketika menemukan kesamaan, gunakan itu sebagai alasan untuk bertemu.

Contohnya:

"Kamu juga suka hiking ya? Minggu depan ada jalur baru yang ingin aku coba."

Ajakan seperti ini terasa alami karena memiliki tujuan yang jelas selain sekadar bertemu.

Selain itu, orang cenderung merasa lebih nyaman dengan mereka yang memiliki minat serupa. Fenomena ini dikenal dalam psikologi sebagai similarity attraction, yaitu kecenderungan seseorang menyukai orang lain yang memiliki kesamaan dengan dirinya.

3. Bangun Komunikasi yang Konsisten

Sebelum mengajak bertemu, bangunlah komunikasi yang menyenangkan terlebih dahulu.

Tidak perlu mengirim pesan sepanjang hari.

Yang lebih penting adalah:

merespons dengan tulus,
menunjukkan ketertarikan pada cerita mereka,
sesekali berbagi pengalaman pribadi,
dan memberikan perhatian yang sewajarnya.

Komunikasi yang konsisten menciptakan rasa akrab. Saat seseorang sudah terbiasa berbicara dengan Anda, ajakan bertemu akan terasa lebih natural.

Namun, hindari mengirim pesan secara berlebihan hingga membuat mereka merasa kewalahan. Memberi ruang juga merupakan bagian penting dari komunikasi yang sehat.

4. Gunakan Momen yang Tepat

Waktu sangat memengaruhi bagaimana seseorang menerima sebuah ajakan.

Misalnya, setelah:

obrolan yang menyenangkan,
tertawa bersama,
menyelesaikan proyek bersama,
atau ketika mereka sedang menceritakan sesuatu yang ingin dilakukan.

Contohnya:

"Kamu tadi bilang ingin mencoba restoran Jepang baru. Kalau masih tertarik, kita bisa pergi akhir pekan nanti."

Karena ajakan tersebut muncul dari percakapan sebelumnya, orang lain akan merasa bahwa Anda benar-benar mendengarkan, bukan sekadar mencari alasan untuk bertemu.

Hal sederhana seperti ini dapat memberikan kesan positif yang kuat.

5. Berikan Kesempatan untuk Menolak dengan Nyaman

Salah satu kesalahan yang sering dilakukan adalah membuat ajakan terasa seperti tuntutan.

Padahal, setiap orang berhak menerima maupun menolak tanpa merasa bersalah.

Misalnya:

"Kalau kamu lagi sibuk tidak apa-apa. Mungkin lain waktu."

Kalimat seperti ini menunjukkan bahwa Anda menghargai waktu dan pilihan mereka.

Dari sudut pandang psikologi, ketika seseorang tidak merasa dipaksa, mereka justru lebih mungkin memberikan respons yang jujur dan positif.

Sebaliknya, tekanan sering kali membuat orang memilih menolak meskipun sebenarnya tertarik.

6. Perhatikan Respons Mereka Sebelum Melangkah Lebih Jauh

Mengajak seseorang bertemu hanyalah langkah awal.

Perhatikan bagaimana mereka merespons.

Beberapa tanda positif misalnya:

mereka ikut menjaga percakapan tetap hidup,
sering mengajukan pertanyaan balik,
bersedia meluangkan waktu,
menunjukkan antusiasme saat bertemu,
atau sesekali mengajak Anda lebih dulu.

Sebaliknya, jika mereka sering menolak tanpa pernah menawarkan waktu alternatif, membalas pesan dengan sangat singkat secara konsisten, atau tampak tidak tertarik untuk berinteraksi, penting untuk menghormati sinyal tersebut.

Menghargai batasan orang lain merupakan bagian penting dari membangun hubungan yang sehat. Ketertarikan tidak selalu berbalas, dan menerima kenyataan itu dengan lapang justru menunjukkan kedewasaan emosional.

Kesalahan yang Sebaiknya Dihindari

Selain menerapkan strategi di atas, ada beberapa hal yang sebaiknya tidak dilakukan:

Mengirim pesan terus-menerus ketika belum mendapat balasan.
Memaksa seseorang memberikan jawaban saat itu juga.
Menggunakan rasa bersalah agar mereka menerima ajakan.
Berpura-pura menjadi orang lain hanya untuk menarik perhatian.
Terlalu cepat menganggap setiap sikap ramah sebagai tanda ketertarikan romantis.

Hubungan yang sehat dibangun atas dasar kenyamanan, saling menghormati, dan komunikasi yang jujur, bukan tekanan atau manipulasi.

Penutup

Mengajak seseorang berkencan secara tidak langsung bukan berarti bermain teka-teki atau menyembunyikan niat selamanya. Tujuannya adalah menciptakan suasana yang nyaman sehingga kedua belah pihak memiliki kesempatan untuk saling mengenal tanpa merasa tertekan.

Mulailah dengan aktivitas yang santai, bangun komunikasi yang konsisten, manfaatkan kesamaan minat, pilih waktu yang tepat, berikan ruang bagi mereka untuk menentukan pilihan, dan perhatikan respons yang diberikan. Jika ketertarikan memang tumbuh di kedua sisi, hubungan biasanya akan berkembang secara alami.

Pada akhirnya, keberanian untuk mengajak seseorang bertemu memang penting, tetapi yang lebih penting adalah menghormati apa pun jawabannya. Baik diterima maupun ditolak, Anda telah menunjukkan keberanian, kejujuran, dan rasa hormat—tiga kualitas yang menjadi fondasi hubungan yang sehat.***
Editor: Novia Tri Astuti
Tags

Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore