Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 5 Agustus 2026 | 00.08 WIB

Jika Anda Ingin Menjalin Kembali Hubungan yang Telah Usai, Lakukan 7 Perilaku Ini Menurut Psikologi

seseorang yang menjalin hubungan yang telah usai. (Magnific)

 

 
JawaPos.com - Mengakhiri sebuah hubungan bukanlah pengalaman yang mudah. Perasaan kehilangan, penyesalan, hingga harapan untuk kembali bersama sering kali muncul, terutama ketika hubungan tersebut pernah dipenuhi kenangan indah. Tidak sedikit orang yang bertanya-tanya apakah hubungan yang telah berakhir masih memiliki kesempatan untuk diperbaiki.


Menurut psikologi, kembali menjalin hubungan dengan mantan bukanlah sesuatu yang mustahil. Namun, keberhasilannya tidak bergantung pada rayuan atau sekadar mengungkapkan rasa rindu. Yang jauh lebih penting adalah perubahan perilaku, kematangan emosional, dan kemampuan kedua belah pihak untuk memperbaiki pola hubungan yang sebelumnya bermasalah.

Hubungan yang sehat tidak dibangun hanya karena cinta, tetapi juga karena rasa saling percaya, komunikasi yang baik, dan kesiapan untuk bertumbuh bersama. Jika penyebab perpisahan tidak pernah diselesaikan, maka kemungkinan besar masalah yang sama akan muncul kembali ketika hubungan dimulai lagi.

Dilansir dari Psychology Today pada Selasa (4/8), terdapat tujuh perilaku yang disarankan berdasarkan berbagai temuan dalam psikologi hubungan.

1. Berikan Ruang dan Waktu Setelah Perpisahan

Banyak orang melakukan kesalahan dengan terus menghubungi mantan sesaat setelah hubungan berakhir. Padahal, secara psikologis, setiap individu membutuhkan waktu untuk menenangkan emosi dan memproses pengalaman yang baru saja terjadi.

Memberikan ruang bukan berarti menyerah. Sebaliknya, hal ini menunjukkan bahwa Anda menghormati batasan orang lain sekaligus memberi kesempatan bagi diri sendiri untuk berpikir lebih jernih.

Ketika emosi sudah lebih stabil, keputusan yang diambil cenderung lebih rasional dibandingkan keputusan yang didorong oleh rasa sedih atau panik.

2. Lakukan Evaluasi Diri Secara Jujur

Sebelum berharap hubungan dapat kembali, cobalah bertanya kepada diri sendiri: apa yang sebenarnya menyebabkan hubungan itu berakhir?

Psikologi menekankan pentingnya refleksi diri. Evaluasi ini bukan untuk menyalahkan diri sendiri, melainkan memahami kontribusi masing-masing pihak terhadap konflik yang terjadi.

Mungkin selama ini komunikasi kurang terbuka, terlalu mudah cemburu, sulit mengendalikan emosi, atau kurang memberikan perhatian. Dengan memahami penyebabnya, Anda memiliki kesempatan untuk memperbaiki diri sehingga tidak mengulangi pola yang sama.

3. Fokus Menjadi Pribadi yang Lebih Baik

Salah satu cara terbaik untuk meningkatkan peluang memperbaiki hubungan adalah benar-benar berkembang sebagai individu.

Gunakan waktu setelah perpisahan untuk meningkatkan kualitas diri, baik secara emosional, fisik, maupun profesional. Misalnya dengan memperluas keterampilan, menjaga kesehatan, memperbaiki pola hidup, atau memperdalam hobi yang positif.

Perubahan yang tulus lebih bermakna dibandingkan perubahan yang dilakukan hanya demi menarik perhatian mantan. Ketika seseorang melihat Anda berkembang, kesan positif akan muncul secara alami.

4. Bangun Komunikasi Secara Perlahan dan Sehat

Jika situasi sudah memungkinkan, mulailah berkomunikasi kembali dengan cara yang santai dan penuh rasa hormat.

Hindari langsung membahas keinginan untuk balikan. Sebaliknya, bangun percakapan yang ringan dan nyaman agar kedua belah pihak merasa aman untuk kembali berinteraksi.

Psikologi komunikasi menunjukkan bahwa hubungan yang dipenuhi rasa aman lebih mudah berkembang dibandingkan hubungan yang dipenuhi tekanan atau tuntutan.

5. Tunjukkan Perubahan Melalui Tindakan

Salah satu prinsip penting dalam psikologi adalah bahwa perilaku lebih kuat daripada kata-kata.

Jika dahulu Anda mudah marah, tunjukkan bahwa kini Anda lebih mampu mengendalikan emosi. Jika sebelumnya kurang menghargai pasangan, buktikan bahwa Anda kini lebih peduli dan mampu mendengarkan.

Perubahan yang konsisten akan lebih mudah dipercaya dibandingkan sekadar janji bahwa Anda akan berubah.

6. Bangun Kembali Kepercayaan

Kepercayaan merupakan fondasi utama setiap hubungan. Jika hubungan berakhir karena adanya kebohongan, pengabaian, atau pelanggaran komitmen, maka membangun kembali kepercayaan membutuhkan waktu.

Jangan berharap semuanya pulih dalam hitungan hari. Bersikaplah jujur, konsisten, dan bertanggung jawab terhadap setiap tindakan.

Dalam psikologi hubungan, kepercayaan terbentuk melalui pengalaman positif yang terjadi secara berulang, bukan melalui permintaan maaf semata.

7. Terima Apa Pun Hasilnya dengan Dewasa

Perilaku terakhir yang tidak kalah penting adalah menerima kenyataan bahwa tidak semua hubungan harus kembali.

Walaupun Anda sudah berusaha memperbaiki diri dan menunjukkan perubahan positif, mantan tetap memiliki hak untuk memilih jalan hidupnya sendiri.

Menerima keputusan tersebut bukan berarti gagal, melainkan menunjukkan kedewasaan emosional. Justru sikap ini menjadi tanda bahwa Anda telah berkembang sebagai pribadi.

Jika akhirnya hubungan kembali terjalin, Anda dapat memulainya dengan fondasi yang lebih sehat. Namun jika tidak, proses tersebut tetap memberi manfaat berupa pengalaman, pembelajaran, dan pertumbuhan diri.

Mengapa Kesempatan Kedua Bisa Berhasil?

Penelitian dalam psikologi hubungan menunjukkan bahwa sebagian pasangan memang berhasil membangun kembali hubungan setelah berpisah. Namun, keberhasilan itu biasanya terjadi ketika kedua pihak sama-sama menyadari kesalahan masa lalu, bersedia berubah, dan memiliki komitmen untuk membangun pola hubungan yang lebih sehat.

Sebaliknya, jika hubungan hanya didasarkan pada rasa kesepian, ketergantungan emosional, atau nostalgia, maka risiko mengalami konflik yang sama akan jauh lebih besar.

Penutup

Menghidupkan kembali hubungan yang telah usai bukanlah perkara mengejar seseorang tanpa henti. Yang lebih penting adalah menjadi pribadi yang lebih matang, memahami penyebab perpisahan, memperbaiki cara berkomunikasi, serta menghormati keputusan masing-masing.

Ketujuh perilaku di atas tidak menjamin hubungan akan kembali seperti semula. Namun, langkah-langkah tersebut dapat meningkatkan peluang terciptanya hubungan yang lebih sehat apabila kedua belah pihak memang masih memiliki keinginan untuk bersama.

Pada akhirnya, hubungan yang baik bukan sekadar tentang kembali bersama, melainkan tentang bagaimana dua orang mampu tumbuh, saling menghargai, dan menciptakan masa depan yang lebih baik daripada masa lalu.***
Editor: Novia Tri Astuti
Tags

Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore