Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 12 Mei 2026 | 03.01 WIB

Kenali 5 Fakta Phone Anxiety yang Bisa Ganggu Kehidupan Sosial dan Produktivitas

Ilustrasi penderita phone anxiety (Freepik) - Image

Ilustrasi penderita phone anxiety (Freepik)

JawaPos.com – Sebagian orang merasa gugup saat menerima atau melakukan panggilan telepon.

Namun, kondisi tersebut bisa berkembang menjadi gangguan kecemasan yang dikenal sebagai phone anxiety atau telephobia apabila rasa takut muncul secara berlebihan dan mengganggu aktivitas sehari-hari.

Berikut 5 fakta penting mengenai phone anxiety yang perlu dipahami karena dapat memengaruhi kehidupan sosial hingga produktivitas seseorang, seperti dilansir dari laman Better Up pada Senin (11/5).

1.     Phone Anxiety Bukan Sekadar Rasa Canggung Saat Menelepon

Phone anxiety merupakan kondisi kecemasan yang membuat seseorang merasa takut atau tertekan ketika harus berbicara melalui telepon. Penderitanya tidak hanya merasa malu, tetapi juga mengalami kekhawatiran berlebihan terhadap respons lawan bicara. Banyak orang takut dianggap tidak kompeten, salah berbicara, atau tidak mampu menjawab pertanyaan dengan tepat. Akibatnya, panggilan telepon sering kali menjadi situasi yang sangat menegangkan bagi penderita.

2.     Pengalaman Buruk Bisa Menjadi Pemicu Utama

Sejumlah ahli menduga pengalaman negatif di masa lalu dapat menjadi penyebab munculnya phone anxiety. Misalnya, seseorang pernah dimarahi, dipermalukan, atau mengalami komunikasi buruk saat berbicara melalui telepon.

Selain pengalaman pribadi, faktor kepribadian pemalu, gangguan kecemasan sosial, hingga tekanan pekerjaan juga dapat memperburuk kondisi ini. Kombinasi faktor psikologis dan lingkungan turut meningkatkan risiko seseorang mengalami telephobia.

3.     Gejalanya Bisa Bersifat Fisik dan Emosional

Phone anxiety tidak hanya menimbulkan rasa takut secara emosional, tetapi juga memunculkan gejala fisik tertentu. Sebagian penderita mengalami jantung berdebar, tangan berkeringat, suara gemetar, atau rasa panik ketika telepon berbunyi. Tidak sedikit pula yang memilih menghindari panggilan dan lebih nyaman menggunakan pesan teks atau surat elektronik. Kondisi tersebut dapat berlangsung sebelum, saat, hingga setelah percakapan telepon selesai dilakukan.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore