
seseorang yang terus menerus meminta maaf. (Freepik/The Yuri Arcurs Collection)
JawaPos.com - Kebiasaan meminta maaf adalah hal yang pada dasarnya positif. Ia mencerminkan empati, kesadaran diri, dan tanggung jawab sosial.
Namun ketika seseorang terutama perempuan meminta maaf secara berlebihan, bahkan untuk hal-hal kecil atau yang bukan kesalahannya, hal itu sering kali memiliki akar psikologis yang lebih dalam.
Dalam banyak kasus, perilaku ini tidak muncul begitu saja. Ia terbentuk dari pengalaman masa lalu, pola asuh, dinamika sosial, hingga tekanan budaya yang menuntut perempuan untuk selalu “menyenangkan orang lain.”
Sayangnya, perempuan yang memiliki kecenderungan ini sering kali juga tumbuh dalam lingkungan yang penuh kritik, penolakan, atau validasi yang minim. Akibatnya, mereka terbiasa menenangkan situasi dengan satu kata: “maaf.”
Dilansir dari Expert Editor, menurut perspektif psikologi, ada sejumlah ungkapan menyakitkan yang kerap mereka dengar—baik secara langsung maupun tersirat—yang memperkuat kebiasaan tersebut.
1. “Kamu terlalu sensitif”
Kalimat ini tampak sederhana, tetapi dampaknya besar. Ketika emosi seseorang dianggap berlebihan, ia belajar bahwa perasaannya tidak valid.
Akhirnya, untuk menghindari konflik atau penolakan, ia memilih meminta maaf bahkan sebelum benar-benar mengungkapkan perasaannya.
2. “Ini salah kamu”
Penyalahkan yang terus-menerus, terutama sejak kecil, dapat membuat seseorang menginternalisasi rasa bersalah.
Dalam psikologi, ini sering dikaitkan dengan learned guilt, yaitu kondisi di mana seseorang merasa bertanggung jawab atas hampir segala hal yang terjadi di sekitarnya—bahkan yang di luar kendalinya.
3. “Kalau kamu tidak begitu, ini tidak akan terjadi”
Kalimat ini memperkuat keyakinan bahwa dirinya adalah sumber masalah. Lama-kelamaan, muncul pola pikir:
“Lebih baik aku minta maaf duluan daripada disalahkan.”
Ini adalah bentuk mekanisme perlindungan diri.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Ariel NOAH 18 Tahun Menduda, Dekat dengan Wulan Guritno di Ultah ke-45
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
7 Kebiasaan yang Bikin Ban Motor Cepat Botak, Mana yang pernah Kamu Lakukan?
Viral Pegawai BGN Sindir Korban Keracunan MBG Sambil Makan Chicken Katsu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sudah Tak Jadi Menkeu, Uang Rp 100 Ribu Bertanda Tangan Purbaya Malah Diburu
10 Kali Sidang Kasus Kuota Haji, Saksi Beberkan Tak Ada Dugaan Kerugian Negara
Psikolog Umum Kompeten dan Siap Berikan Layanan di Puskesmas, Pendidikan, Organisasi serta Komunitas
Tak Lagi jadi Menkeu, Momen Purbaya Makan Bakso Berdua Istri dan Kembali Nyetir Sendiri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022