
seseorang yang terus menerus meminta maaf. (Freepik/The Yuri Arcurs Collection)
JawaPos.com - Kebiasaan meminta maaf adalah hal yang pada dasarnya positif. Ia mencerminkan empati, kesadaran diri, dan tanggung jawab sosial.
Namun ketika seseorang terutama perempuan meminta maaf secara berlebihan, bahkan untuk hal-hal kecil atau yang bukan kesalahannya, hal itu sering kali memiliki akar psikologis yang lebih dalam.
Dalam banyak kasus, perilaku ini tidak muncul begitu saja. Ia terbentuk dari pengalaman masa lalu, pola asuh, dinamika sosial, hingga tekanan budaya yang menuntut perempuan untuk selalu “menyenangkan orang lain.”
Sayangnya, perempuan yang memiliki kecenderungan ini sering kali juga tumbuh dalam lingkungan yang penuh kritik, penolakan, atau validasi yang minim. Akibatnya, mereka terbiasa menenangkan situasi dengan satu kata: “maaf.”
Dilansir dari Expert Editor, menurut perspektif psikologi, ada sejumlah ungkapan menyakitkan yang kerap mereka dengar—baik secara langsung maupun tersirat—yang memperkuat kebiasaan tersebut.
1. “Kamu terlalu sensitif”
Kalimat ini tampak sederhana, tetapi dampaknya besar. Ketika emosi seseorang dianggap berlebihan, ia belajar bahwa perasaannya tidak valid.
Akhirnya, untuk menghindari konflik atau penolakan, ia memilih meminta maaf bahkan sebelum benar-benar mengungkapkan perasaannya.
2. “Ini salah kamu”
Penyalahkan yang terus-menerus, terutama sejak kecil, dapat membuat seseorang menginternalisasi rasa bersalah.
Dalam psikologi, ini sering dikaitkan dengan learned guilt, yaitu kondisi di mana seseorang merasa bertanggung jawab atas hampir segala hal yang terjadi di sekitarnya—bahkan yang di luar kendalinya.
3. “Kalau kamu tidak begitu, ini tidak akan terjadi”
Kalimat ini memperkuat keyakinan bahwa dirinya adalah sumber masalah. Lama-kelamaan, muncul pola pikir:
“Lebih baik aku minta maaf duluan daripada disalahkan.”
Ini adalah bentuk mekanisme perlindungan diri.

Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
Prediksi Skor PSMS Medan vs Port FC Piala Presiden 2026: Debut Bruno Moreira Usai Tinggalkan Persebaya Surabaya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kronologi Tewasnya Satpam Jatiluhur Purwakarta: Rekam Vandalisme hingga Tewas Terborgol
Prediksi Susunan Pemain PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Port Lions Masih Terlalu Digdaya!
Profil Fajar Listyantara, Legenda PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta yang Meninggal Dunia Akibat Gagal Ginjal
5 Bintang Sepak Bola yang Alami Kenaikan Nilai Pasar setelah Piala Dunia FIFA 2026
Prediksi PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Ujian Berat Ayam Kinantan Hadapi Sang Juara Bertahan
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Momentum Green Force Unjuk Gigi
