Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 25 April 2026 | 15.45 WIB

Orang yang Meremehkan Diri Sendiri Sering Melakukan 8 Kesalahan Ini Menurut Psikologi

seseorang yang meremehkan dirinya sendiri. (Freepik/freepik) - Image

seseorang yang meremehkan dirinya sendiri. (Freepik/freepik)



JawaPos.com - Meremehkan diri sendiri bukan sekadar sikap rendah hati, dalam banyak kasus, ini justru merupakan pola pikir yang merugikan. 

Dalam psikologi, kondisi ini sering berkaitan dengan low self-esteem (harga diri rendah), yang dapat memengaruhi cara seseorang berpikir, merasa, dan bertindak dalam kehidupan sehari-hari.

Orang yang terbiasa meremehkan dirinya sendiri sering tidak menyadari bahwa mereka terjebak dalam pola kesalahan yang berulang.

Dilansir dari Expert Editor, terdapat delapan kesalahan umum yang sering dilakukan, beserta penjelasan psikologisnya.

1. Terlalu Fokus pada Kekurangan

Alih-alih melihat gambaran diri secara utuh, mereka cenderung hanya memperhatikan kelemahan. Dalam psikologi kognitif, ini disebut sebagai negative bias, yaitu kecenderungan otak untuk lebih menyoroti hal negatif dibandingkan positif.

Akibatnya, sekecil apa pun kesalahan terasa besar, sementara pencapaian justru dianggap tidak berarti.

2. Mengabaikan Pencapaian Sendiri

Orang dengan kecenderungan meremehkan diri sering berkata:

“Ah, itu cuma keberuntungan.”
“Semua orang juga bisa kok.”

Ini dikenal sebagai discounting the positive, yaitu mekanisme mental yang menolak mengakui keberhasilan sebagai sesuatu yang valid.

3. Membandingkan Diri Secara Tidak Sehat

Perbandingan sosial memang normal, tetapi menjadi masalah ketika:

Selalu membandingkan diri dengan yang “lebih hebat”
Mengabaikan proses dan konteks

Psikologi menyebut ini sebagai upward social comparison yang tidak adaptif, karena justru menurunkan rasa percaya diri.

4. Takut Gagal Secara Berlebihan

Karena merasa dirinya “tidak cukup baik,” mereka cenderung:

Menghindari tantangan
Tidak mencoba hal baru

Padahal, dalam teori growth mindset, kegagalan adalah bagian penting dari proses belajar. Ketakutan ini justru menghambat perkembangan diri.

5. Terlalu Bergantung pada Validasi Orang Lain

Harga diri mereka sangat ditentukan oleh:

Pujian
Pengakuan
Penilaian eksternal

Dalam psikologi, ini disebut external validation dependency. Masalahnya, ketika validasi itu tidak datang, mereka langsung merasa tidak berharga.

6. Menggunakan Self-Talk Negatif

Dialog internal mereka sering dipenuhi kalimat seperti:

“Aku bodoh.”
“Aku pasti gagal.”
“Aku nggak pantas.”

Ini disebut negative self-talk, dan jika dibiarkan terus-menerus, dapat memperkuat keyakinan negatif tentang diri sendiri.

7. Sulit Menerima Pujian

Alih-alih menerima pujian dengan sederhana, mereka cenderung:

Menolak
Merendahkan kembali diri sendiri
Mengalihkan topik

Secara psikologis, ini terjadi karena pujian bertentangan dengan citra diri negatif yang sudah tertanam.

8. Menetapkan Standar yang Tidak Realistis

Ironisnya, banyak orang yang meremehkan diri justru menetapkan standar terlalu tinggi. Ketika gagal mencapainya, mereka semakin merasa tidak mampu.

Ini berkaitan dengan perfectionism maladaptive, yaitu perfeksionisme yang justru merusak kesehatan mental.

Penutup

Meremehkan diri sendiri sering dianggap sebagai bentuk kerendahan hati, padahal dalam banyak kasus, ini adalah tanda bahwa seseorang belum memiliki hubungan yang sehat dengan dirinya sendiri.

Mengubah pola ini memang tidak instan. Namun, langkah awal yang penting adalah menyadari kesalahan-kesalahan tersebut. Dari sana, seseorang bisa mulai membangun self-awareness, mengembangkan pola pikir yang lebih realistis, dan perlahan memperbaiki cara memandang diri sendiri.

Pada akhirnya, menghargai diri bukan berarti menjadi sombong—melainkan memahami bahwa setiap individu memiliki nilai yang layak diakui, termasuk diri kita sendiri.***
Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore