Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 24 April 2026 | 01.56 WIB

9 Strategi Menghentikan Kecanduan Doomscrolling yang Terbukti Berhasil Menurut Ahli

Ilustrasi, seseorang yang kecanduan doomscrolling. Freepik/ freepik. - Image

Ilustrasi, seseorang yang kecanduan doomscrolling. Freepik/ freepik.

JawaPos.com - Aktivitas doomscrolling lebih banyak memberikan dampak negatif, terutama untuk kesehatan mental. Meski demikian, scrolling social media membuat Anda mengetahui perkembangan berita terkini.

Terkait fenomena tersebut, Dr. Aditi Nerurkar, seorang dosen di Divisi Kesehatan Global dan Kedokteran Sosial di Harvard Medical School mengatakan bahwa setiap individu perlu tetap terinformasi, tapi bukan dengan mengorbankan kesehatan mentalnya.

Jadi, diperlukan strategi untuk menciptakan batasan digital sehingga kesehatan fisik dan mental terjaga. Dilansir JawaPos.com dari harvardhealthpublishing pada Kamis (23/4), berikut ini sembilan strategi menghentikan kecanduan doomscrolling yang terbukti berhasil menurut ahli.

1. Jauhkan Ponsel dari Meja Samping Tempat Tidur

Bukan berarti ponsel Anda tidak boleh ada di kamar tidur, hanya saja menjauhkan ponsel dari jangkauan Anda, sehingga Anda tidak secara kompulsif meraihnya saat bangun tidur.

Dengan demikian, Anda akan membiasakan diri bangun dengan cahaya, melihat pasangan tidur Anda, pergi ke kamar mandi dan menyikat gigi, serta menciptakan penyangga terhadap respons stres. Hal yang paling penting, stres akibat kecanduan doomscrolling akan berkurang, demikian yang diungkapkan Dr. Nerurkar.

2. Lakukan Hal yang Sama di Ruang Kerja

Terapkan kebiasaan pertama di ruang kerja Anda. Anda dapat meletakkan ponsel di laci meja atau 10 kaki atau lebih jauh dari tempat Anda berada selama jam kerja.

3. Jangan Membawa Ponsel ke Meja Makan

Jauhkan ponsel lebih dari jangkauan lengan Anda dan atur ke mode senyap.

4. Ubah Layar Ponsel ke Tampilan Abu-Abu (Grayscale)

Mengubah tampilan ke grayscale atau mengurangi tingkat saturasi warna di layar ponsel.
 
Tampilan layar yang seperti itu secara otomatis membuat aktivitas menggulir layar kurang menarik, sehingga akan mengurangi intensitas doomscrolling Anda.

5. Nonaktifkan Notifikasi

Dr. Nerurkar mengungkapkan, menonaktifkan notifikasi sama halnya membangun beberapa batasan. Lebih lanjut, Dr. Nerurkar mengajak Anda merenung, 'Apakah Anda yang menggunakan perangkat ataukah perangkat yang menggunakan Anda?'.

6. Fokus pada Berita Komunitas (Lokal)

Berita utama lokal cenderung optimis dan lebih menggembirakan. Jadi, tetaplah berada di lingkungan tempat Anda tinggal, demikian yang dikatakan Dr. Richard Mollica, seorang profesor psikiatri di Harvard Medical School.

7. Katakan Saja Tidak

Katakan kepada semua orang yang membagikan cerita-cerita menyedihkan atau penuh kekerasan bahwa Anda tidak tertarik. Ini berarti Anda memegang kendali pada hidup Anda sendiri dan tidak menyerahkan kekuatan Anda pada orang lain.

8. Fokus pada Hal-Hal Baik


Dr. Mollica menyarankan Anda yang kecanduan doomscrolling untuk berbagi pengalaman emosional positif dengan orang lain, misalnya menjadi sukarelawan di badan amal.

Anda juga dapat mengikuti kegiatan yang membebaskan emosi, seperti kelas tari atau jalan-jalan di alam.

9. Konsultasi Dokter

Terakhir, jika strategi di atas tidak berhasil, Anda perlu konsultasi dengan dokter. Dr. Mollica mengatakan kalau sebagian kecil orang benar-benar membutuhkan bantuan profesional untuk masalah tertentu yang sangat sulit mereka atasi sendiri.***
Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore