
Membaca adalah salah satu kebiasaan harian yang bisa membangun kekayaan luar biasa (freepik)
JawaPos.com – Pada kesuksesan finansial jarang lahir dari keberuntungan semata. Sebagaimana investor legendaris dunia, Warren Buffett berulang kali menekankan bahwa kekayaan dibangun dari kebiasaan kecil yang dilakukan konsisten setiap hari.
Bukan soal gaya hidup mewah, melainkan disiplin, karakter dan pola pikir jangka panjang. Menariknya, berbagai penelitian psikologi dan ekonomi perilaku membuktikan bahwa kebiasaan-kebiasaan sederhana ini sangat berhubungan kuat dengan pertumbuhan finansial dan kesuksesan jangka panjang.
Dilansir dari laman Global English Editing, Sabtu (14/2) berikut beberapa kebiasaan harian yang bisa membangun kekayaan besar :
Buffet terkenal menghabiskan sebagian besar waktunya untuk membaca. Membaca memperluas wawasan, mempertajam analisis dan memperkaya sudut pandang sebelum mengambil keputusan finansial.
Buffet juga percaya bahwa kunci membuat keputusan yang tepat terutama investasi terletak pada pembelajaran berkelanjutan. Dengan membaca, Anda bisa mendapatkan sudut pandang, pengetahuan dan wawasan yang dapat membantu Anda membuat pilihan yang bijak.
Uniknya lagi, Warren Buffet menghabiskan 80% waktunya setiap hari untuk membaca dan ia mengatakan sebagian besar kesuksesannya dengan kebiasaan ini.
Penelitian dalam Journal of Applied Psychology menunjukkan bahwa pembelajaran berkelanjutan meningkatkan kualitas pengambilan keputusan.
Dalam kehidupan sehari-hari, Anda bisa membaca 20-30 menit tentang keuangan, bisnis atau pengembangan diri yang dapat memperluas modal intelektual.
Buffet dikenal hidup sederhana meski kekayaannya luar biasa dan menekankan pentingnya kebiasaan ini dalam membangun kekayaan. Ia berpegang pada prinsip bahwa semakin banyak tabungan akan menghasilkan semakin banyak peluang investasi.
Buffet memiliki prinsip yang jelas bahwa jangan habiskan apa yang tersisa setelah menabung tetapi tabung dulu sebelum membelanjakan.
Studi dari Journal of Consumer Research menemukan bahwa hidup hemat berhubungan langsung dengan stabilitas finansial jangka panjang. Contohnya menahan diri dari membeli barang impulsif dan mengalokasikan dana untuk investasi atau tabungan.
Salah satu strategi Warren Buffet adalah berinvestasi pada apa yang dia ketahui dan pahami secara menyeluruh. Dia menegaskan bahwa pengetahuan melahirkan kepercayaan diri dan kepercayaan diri mendorong pengambilan keputusan.
Hal ini tercermin dalam portofolio investasinya. Terlepas dari booming teknologi dalam beberapa tahun terakhir, Buffet menahan diri untuk tidak berinvestasi di sektor teknologi sampai ia yakin dengan pemahamannya tentang sektor tersebut.
Intinya Buffet selalu menekankan pentingnya berinvestasi hanya pada bidang yang benar-benar dipahami. Hal ini mengurangi risiko keputusan emosional.
Sang peramal dari Omaha berpendapat bahwa kunci kesuksesan adalah melakukan hal yang benar setiap hari. Intinya tidak ada ruang untuk kesalahan dan tidak ada ruang untuk penundaan.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Guruh Soekarnoputra Meninggal, Ini Daftar Anak Soekarno yang Masih Hidup dan Sudah Tiada
Prediksi Skor Hong Kong vs Laos di FIFA ASEAN Cup: Duel Seru Berpotensi Imbang di Kai Tak Stadium
Prediksi Skor Slovakia vs Moldova di Liga Nations UEFA: Sokoli Borong Gol di Futbal Tatran Aréna
Prediksi Skor Albania vs Belarus di Liga Nations UEFA: Kuq e Zinjtë Menang Tipis Hadapi Tim Tamu
Prediksi Skor Bulgaria vs Luksemburg: Duel Ketat, Tuan Rumah Diunggulkan
Prediksi Skor Kamboja vs Myanmar di FIFA ASEAN Cup: Singa Asia Berpeluang Menang Tipis
Prediksi Skor Kuwait vs Irak di Arabian Gulf Cup: Laga Sengit Rawan Berakhir Imbang
Prediksi Skor Makedonia Utara vs Swiss di Liga Nations UEFA: Nati Pesta Gol di Kandang Lawan
Prediksi Skor Lithuania vs Azerbaijan di UEFA Nations League: Duel Ketat Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Slovenia vs Skotlandia: Sesko Absen, Era Baru Pocognoli Dimulai di Ljubljana

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022