
Bill Gates dan Warren Buffet / Foto: (Fortune)
JawaPos.com — Warren Buffett mengakhiri salah satu kemitraan filantropi terbesar dalam sejarah setelah hampir dua dekade menyalurkan donasi kepada Gates Foundation. Keputusan investor legendaris berusia 95 tahun itu menandai bergesernya arah distribusi kekayaan salah satu orang terkaya di dunia ke yayasan yang dikelola keluarganya sendiri.
Tahun ini, mantan CEO Berkshire Hathaway tersebut mendonasikan 12 juta saham Berkshire Hathaway Kelas B senilai hampir USD 6 miliar atau sekitar Rp108,54 triliun (kurs Rp18.090 per dolar AS) kepada organisasi amal. Berbeda dari 19 tahun sebelumnya, Gates Foundation, yayasan yang didirikan Bill Gates dan Melinda French Gates, tidak lagi menerima bagian dari donasi tersebut. Padahal, sejak 2006 Buffett telah menyumbangkan sekitar USD 48 miliar kepada yayasan itu.
Dilansir dari Fortune, Rabu (15/7/2026), perubahan arah filantropi tersebut terjadi setelah hubungan Buffett dan Bill Gates mulai renggang dalam beberapa tahun terakhir. Keretakan itu mulai terlihat setelah perceraian Gates dengan Melinda French Gates pada 2021 dan semakin disorot akibat dugaan keterkaitan Gates dengan mendiang Jeffrey Epstein.
Dalam pengumumannya, Buffett menyatakan seluruh sisa kekayaannya akan diarahkan kepada empat yayasan keluarga yang telah lama terkait dengannya. “Tentu saja, kematian tidak dapat diprediksi, tetapi seluruh sisa saham saya akan disumbangkan kepada empat yayasan tersebut, dengan cara apa pun, paling lambat 31 Desember 2034,” tulis Buffett.
Dari donasi tahun ini, porsi terbesar sebesar 9 juta saham senilai sekitar USD 4,5 miliar diberikan kepada Susan Thompson Buffett Foundation, yayasan yang didirikan Buffett pada 1964 dan dinamai berdasarkan mendiang istrinya.
Sementara itu, masing-masing 1 juta saham senilai sekitar USD 500 juta dialokasikan kepada Howard G. Buffett Foundation yang dikelola putranya Howard Buffett, NoVo Foundation yang dijalankan putranya Peter Buffett, serta Sherwood Foundation yang didirikan dan diawasi oleh putrinya, Susie Buffett. Dengan keputusan tersebut, sisa saham Berkshire Hathaway milik Buffett yang kini bernilai sekitar USD 140 miliar akan disalurkan kepada empat yayasan keluarga itu paling lambat 2034.
Langkah ini dinilai signifikan karena pada 2006 Buffett membuat komitmen yang disebutnya sebagai janji “tidak dapat dibatalkan” untuk terus mendukung Gates Foundation selama Bill Gates atau Melinda French Gates masih hidup dan aktif dalam organisasi tersebut. Namun, bulan lalu The Wall Street Journal melaporkan Buffett menunda donasi pertengahan tahunnya sambil menunggu hasil investigasi firma hukum WilmerHale mengenai kemungkinan keterkaitan yayasan itu dengan Jeffrey Epstein.
Retaknya hubungan kedua tokoh filantropi dunia sebenarnya telah terlihat sejak 2021 ketika Buffett mengundurkan diri sebagai wali Gates Foundation setelah 15 tahun. Saat itu dia menyatakan, “Tujuan saya 100 persen selaras dengan tujuan yayasan, dan keterlibatan fisik saya sama sekali tidak diperlukan untuk mencapainya.” Namun, dalam wawancara dengan CNBC pada Maret lalu, Buffett mengakui, “Ada banyak hal yang sebelumnya tidak saya ketahui.”
Ketegangan kembali menguat pada 2024 ketika Buffett memastikan Gates Foundation tidak akan menerima dana dari harta warisannya. Dokumen Departemen Kehakiman Amerika Serikat yang dirilis tahun ini juga kembali menyoroti hubungan Gates dengan Jeffrey Epstein. Meski demikian, hingga saat ini, Gates tidak dituduh terlibat dalam tindakan kriminal Epstein.
Dalam keterangan tertulis kepada Komite Pengawasan DPR AS bulan lalu, Gates menyatakan, “Dalam pekerjaan yang saya lakukan, reputasi adalah dasar membangun kemitraan yang menyelamatkan nyawa. Bertemu Epstein adalah kesalahan penilaian yang sangat serius dan membuat pekerjaan itu berada dalam risiko.”

Atlet Golf Putri Indonesia Diduga Diculik, Sedang Rayakan Ultah Nenek di Restoran Tiba-tiba Disergap 5 Pria
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Rekor Pertemuan Lengkap Argentina vs Spanyol, Mencari Juara Sejati di Final Piala Dunia 2026
Alasan Mengapa Jude Bellingham Menampar Pemain Argentina Setelah Inggris Tersingkir dari Piala Dunia 2026
Analisis Prediksi Bursa Prancis vs Inggris di Piala Dunia 2026: Les Bleus Lebih Dijagokan Rebut Posisi Ketiga
Analisis Prediksi Bursa Spanyol vs Argentina di Piala Dunia 2026: La Roja Lebih Dijagokan Juara Piala Dunia 2026
Usai Timnas Inggris Gagal ke Final Piala Dunia 2026, Gary Neville dan Roy Keane Saling Adu Pendapat
Presiden Prabowo Hadiri Panen Raya TNI: Hari Ini Saya Bahagia
Profil Simson Rarameha Ngadang alias Temon: Lulusan Psikologi UI yang Memilih Jadi Komedian
Komedian Temon Kristen Tapi Punya Banyak Istri, Begini Kata Pihak Keluarga
