
Ilustrasi- Berhadapan denga seorang NPD (Drazen Zigic- freepik)
JawaPos.com - Memiliki atasan di kantor dengan gangguan kepribadian narsistik atau Narcissistic Personality Disorder (NPD) sangat merepotkan. Atasan model NDP ini kerap menunjukkan pola perilaku menekan bawahan secara sistematis, terutama mereka yang berada di level manajerial menengah.
Pada posisi ini, karakter NPD justru terlihat paling jelas karena yang bersangkutan memiliki bawahan, rekan selevel, sekaligus atasan.
Psikiater RSKJ Dharmawangsa, Dr. Ashton Kandouw, Sp.KJ, menjelaskan bahwa dalam dunia kerja, individu dengan NPD umumnya memiliki tiga “jurus” utama untuk mempertahankan kuasa dan superioritasnya.
“Saya selalu bilang bahwa orang NPD itu kalau di pekerjaan tuh jurusnya tuh ada tiga. Injak, sikut, jilat," ujarnya dalam kanal podcast RSKJ Dharmawangsa, dikutip Selasa (20/1).
Ia menerangkan, perilaku “menginjak” biasanya ditujukan langsung kepada bawahan. Cirinya, aasan NPD cenderung tidak mengizinkan anak buahnya berkembang atau menunjukkan performa yang lebih baik. Penilaian kerja sering dibuat rendah, bahkan hasil kerja bawahan yang baik kerap diambil alih dan diklaim sebagai pencapaian pribadi.
“Jadi orang seperti ini tidak akan ngasih penilaian yang baik pada bawahannya atau bahkan kadang-kadang kerjaan bawahannya yang bagus diambil diklaim sama dia terus dipresentasi seolah-olah kayak dia doang yang paling capek ngerjain sendiri,” kata Dr. Ashton.
Selain itu, atasan dengan karakter ini juga kerap mempersulit bawahan dengan kritik berlebihan pada hal-hal sepele, bukan untuk memperbaiki kualitas kerja, melainkan untuk menjatuhkan mental dan kepercayaan diri.
Dalam praktiknya, Dr. Ashton menyebut bahwa atasan NPD juga sering mencari-cari kesalahan, terutama jika bawahan disukai banyak rekan kerja atau dinilai kompeten. Berbagai tugas kemudian dijadikan alat untuk menyalahkan dan membangun citra negatif terhadap bawahan tersebut.
“Kenapa nih enggak begini? Kenapa itu enggak begitu? Yang enggak penting-ngenting dijadiin cara buat ngeritik dan jatuhin lagi,” jelasnya.
Dr. Ashton menambahkan, perilaku menginjak ini bertujuan memastikan tidak ada bawahan yang merasa lebih unggul atau melampaui dirinya. Dalam banyak kasus, atasan NPD juga menahan promosi atau kenaikan jabatan anak buah sampai dirinya sendiri naik posisi terlebih dahulu.
Selain itu, bentuk lain dari dominasi terlihat saat bawahan tengah mempersiapkan proyek penting. Di menit-menit terakhir, atasan NPD bisa tiba-tiba mengubah seluruh keputusan atau konsep yang sudah disepakati.
“Ini dilakukan semata-mata untuk menunjukkan kuasa dan dominasi,” tegasnya.
Menurut Dr. Ashton, tindakan tersebut memberikan kepuasan tersendiri bagi individu dengan NPD.
“Mereka ingin menunjukkan bahwa mereka bisa melakukan apa pun, kapan pun, tanpa memedulikan dampaknya bagi orang lain,” pungkasnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Daftar Lengkap Korban Tenggelamnya Kapal Virgo Transport 8 yang Berhasil Dievakuasi
Profil Anthony Xie, Suami Audi Marissa yang Digugat Cerai: Beberapa Tahun Berkarier di Taiwan-China
Prediksi Skor Genoa vs Sudtirol di Coppa Italia: Grifone Berburu Gol di Stadio Ferraris
Profil Kanaya Whu: Vokalis MK9 Bentukan Dedi Mulyadi, Meninggal di Usia 35 Tahun
Prediksi Bursa Skor Shamal vs Al Ittihad di Liga Champions Asia, Peluang Tim Tamu Kuasai Tanah Arab
Prediksi Skor Rayo Vallecano vs Espanyol di Liga Spanyol: Misi Berat Emil Audero di Kandang
Prediksi Skor Villarreal vs Real Betis di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang
Sebut MBG Tak Bermasalah, Sudaryono: Yang Bikin Ramai Guru, Ortu, Wartawan, Hingga LSM
Prediksi Skor Reading vs Brentford di Carabao Cup: The Bees Bakal Sengat Tuan Rumah
Prediksi Skor Torino vs Roma di Liga Italia: Giallorossi Siap Obrak-abrik Markas Il Toro

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022