Ilustrasi kebiasaan lama yang masih dilakukan oleh orang-orang yang pernah hidup serba pas-pasan, meskipun kini telah mencapai kehidupan yang jauh lebih mapan. (freepik/ shurkin_son)
JawaPos.com - Banyak orang yang dulu menjalani hidup dalam keterbatasan menyadari bahwa masuk ke fase kehidupan yang lebih mapan tidak serta-merta menghapus kebiasaan-kebiasaan lama yang terbentuk dari pengalaman masa sulit.
Meskipun penghasilan sudah stabil, tabungan mulai terkumpul, dan kebutuhan dapat dipenuhi tanpa terlalu banyak berpikir, ada pola-pola perilaku yang tetap melekat dan muncul tanpa disadari.
Kebiasaan ini bukan sekadar sisa dari masa lalu, tetapi menjadi bagian dari cara mereka dalam memandang uang, keamanan, dan kenyamanan hidup.
Dilansir dari laman Global English Editing pada Minggu (14/12), berikut merupakan 7 kebiasaan lama yang masih dilakukan oleh orang-orang yang pernah hidup serba pas-pasan, meskipun kini telah mencapai kehidupan yang jauh lebih mapan.
1. Kebiasaan Membeli Barang dalam Jumlah Banyak
Orang yang tumbuh dalam kondisi ekonomi yang terbatas biasanya memiliki kebiasaan untuk membeli barang dalam jumlah besar saat melihat diskon.
Hal ini terjadi karena mereka dulu harus memastikan kebutuhan terpenuhi untuk jangka panjang, terutama ketika belum tentu ada uang untuk membeli ulang di kemudian hari.
Meskipun kini kondisi keuangan mereka sudah jauh lebih stabil, kebiasaan menghitung harga per unit dan mempertimbangkan apakah perlu membeli lebih banyak masih melekat dalam diri mereka.
Rasanya ada kepuasan tersendiri ketika bisa mendapatkan harga terbaik, sehingga tanpa disadari kebiasaan itu terus terbawa hingga sekarang.
2. Merasa Bersalah Saat Ingin Memanjakan Diri
Kebiasaan hidup hemat membuat mereka sering merasa tidak nyaman saat ingin membeli sesuatu yang sebenarnya sepele, seperti minuman favorit atau barang kecil yang tidak mendesak.
Dulu, setiap pengeluaran harus dipikirkan berulang kali, sehingga membeli hal-hal yang tidak esensial sering dianggap sebagai pemborosan.
Karena itu, meski kini mereka mampu untuk membeli tanpa beban, perasaan bersalah tersebut masih muncul.

Prediksi Skor Selandia Baru vs Mesir di Piala Dunia 2026: Mohamed Salah Jadi Tumpuan Libas All Whites
Kapolri Kenang Warisan Bung Karno, Tegaskan Semangat Pemimpin Bangsa Harus Terus Dijaga
Prediksi Skor Ekuador vs Curacao di Piala Dunia 2026: La Tri Wajib Menang demi Lolos ke Babak 32 Besar
Prediksi Skor Uruguay vs Tanjung Verde di Piala Dunia 2026: Kecerdikan Marcelo Bielsa Hadapi Blue Sharks
Prediksi Skor Jerman vs Pantai Gading di Piala Dunia 2026: Ujian Sesungguhnya Die Mannschaft di Grup E
Prediksi Skor Belgia vs Iran di Piala Dunia 2026: Kevin de Bruyne Jadi Pembeda Ladeni Perlawanan Team Melli
Gabriel Budi Blak-blakan, Agen Pemain Persebaya Surabaya Ungkap Sosok Paling Berkesan
Prediksi Skor Spanyol vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: La Roja Wajib Menang Demi Lolos ke 32 Besar
Prediksi Susunan Pemain Timnas Jepang vs Tunisia: Hiroki Ito Sudah Kantongi Kekuatan Lawan!
Prediksi Susunan Pemain Timnas Ekuador vs Curacao: Alan Franco Sudah Lupakan Kekalahan di Laga Perdana
