Ilustrasi tas siaga bencana/freepik
JawaPos.com-Bencana alam datang dan tidak akan pernah bisa diprediksi. Hidup di tengah daerah rawan bencana membuat anda harus selalu siaga untuk menyiapkan berbagai perlengkapan yang dapat membantu bertahan hidup.
72 jam atau tiga hari pertama setelah bencana adalah waktu paling kritis. Oleh karena itu, anda memerlukan dukungan perlengkapan dasar untuk menunjang keselamatan.
Salah satunya melalui tas siaga bencana. Tas ini berfungsi sebagai persiapan awal agar anda tetap dapat bertahan di tengah kondisi kritis dan situasi yang bencana yang mencekam.
Biasanya tas siaga bencana ini dibuat dari bahan waterproof yang tahan air sehingga aman digunakan saat cuaca hujan ataupun terendam.
Setiap anggota keluarga juga perlu memahami pentingnya memiliki tas ini, agar mereka dapat bertahan minimal 72 jam sebelum bantuan datang.
Saat bencana terjadi, dan anda sudah menyiapkan tas siaga bencana, setidaknya anda memiliki peluang lebih besar untuk menyelamatkan diri tanpa perlu kebingungan memilih barang apa saja yang harus dibawa.
Merangkum informasi dari laman /bpbd.pangkalpinangkota.go.id dan /bpbd.bandungkab.go.id berikut delapan perlengkapan penting yang wajib ada di dalam setiap tas siaga bencana anda.
Dokumen penting
Dokumen adalah salah satu benda krusial yang harus disiapkan di dalam tas siaga bencana. Dokumen penting berguna untuk mengidentifikasi saat anda dan keluarga membutuhkan bantuan resmi. Selain itu, dokumen juga diperlukan untuk mengklaim kerusakan ataupun ganti rugi pasca bencana. Beberapa dokumen yang perlu anda persiapkan antara lain KTP, KK, BPJS, SIM, sertifikat, buku nikah, serta kontak darurat,
Obat
Obat-obatan dan perlengkapan kesehatan juga merupakan kebutuhan utama untuk mencegah penyakit dan menangani luka saat bencana terjadi. Anda perlu mempersiapkan P3K untuk mengobati luka sesegera mungkin agar tidak terinfeksi, masker dan hand sanitizer juga penting untuk melindungi anda dari penyakit menular dan kondisi lingkungan yang tidak higienis selama masa evakuasi. Selain itu, obat-obatan pribadi seperti paracetamol, obat maag, obat asma, dan obat darah tinggi juga sangat esensial terutama saat anda berada di dalam situasi darurat bencana.
Makanan instan
Makanan instan sangat berguna bagi anda untuk bertahan hidup dalam 72 jam pertama saat bencana terjadi. Sembari menunggu bantuan logistik, anda masih memiliki cadangan makanan dari emergency kit di dalam tas siaga bencana. Beberapa makanan yang wajib ada di dalam tas siaga bencana antara lain adalah mie instan, sarden, makanan fermentasi, air mineral, serta perlengkapan makan seperti sendok dan piring plastik.

Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kronologi Tewasnya Satpam Jatiluhur Purwakarta: Rekam Vandalisme hingga Tewas Terborgol
Donald Trump Terjebak! Perang Iran Seret Presiden AS ke Krisis Politik dan Militer
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Profil Mitchell Baker: Striker Naturalisasi Timnas Indonesia Berdarah Yogyakarta, Debut Gemilang di Piala AFF 2026
Profil Aripat, Suami Nathalie Holscher: Dari Sales hingga Menjadi Pengusaha
Profil Santyka Fauziah, Kekasih Sule yang Didoakan Nathalie Holscher Segera Menikah
Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Sempat ‘Hilang’ dari Bangku Cadangan saat Timnas Indonesia Gulung Kamboja, John Herdman Ungkap Alasannya
