
Ilustrasi breadcrumbing (Dok. Freepik)
JawaPos.com - Dalam hubungan modern baik romantis maupun pertemanan sering muncul dinamika yang membingungkan ketika seseorang memberi perhatian, muncul, lalu menghilang, hanya untuk muncul kembali tanpa kejelasan. Fenomena inilah yang dikenal sebagai breadcrumbing.
Melansir dari laman Hello Sehat, breadcrumbing adalah perilaku memberi sinyal minat secara tidak konsisten, pelaku menjaga agar korbannya tertarik meskipun tak bermaksud membangun hubungan yang nyata.
Sedangkan menurut Alodokter, breadcrumbing termasuk bentuk pelecehan emosional yang memanipulasi seseorang dimana pelaku memberi harapan palsu, untuk kemudian menggantung atau mencabut kehadirannya tanpa penjelasan.
Karena sifatnya yang samar namun berdampak emosional kuat, memahami pengertian dan penyebab breadcrumbing menjadi penting agar seseorang bisa mengenali ketika dirinya sedang mengalami fenomena ini dan bukan hanya salah tafsir atau terus bertahan dalam ketidakjelasan.
Berikut adalah 6 penyebab seseorang melakukan breadcrumbing:
1. Ketidakmampuan atau Keengganan untuk Berkomitmen
Salah satu akar utama breadcrumbing adalah pelaku yang sebenarnya tidak siap atau tidak tertarik dengan komitmen, mereka mungkin menikmati perhatian dan interaksi tanpa ingin tanggung jawab yang lebih.
2. Tak Ingin Melepaskan atau Mengakhiri Suatu Hubungan
Meski sudah tak bersama atau sudah ada hubungan lain, pelaku tetap melakukan breadcrumbing sebagai cara "mengamankan" opsi atau tetap merasakan kehadiran emosional seseorang tanpa kejelasan.
3. Kebutuhan Akan Validasi dan Perhatian yang Mudah Didapatkan
Beberapa orang melakukan breadcrumbing karena mereka kekurangan koneksi emosional sehat atau merasa kesepian, mereka terus memberi "potongan perhatian" agar tetap merasa diinginkan tanpa harus benar-benar terlibat.
4. Manipulasi dan Kontrol Emosional dalam Hubungan
Breadcrumbing bisa menjadi bagian dari rangkaian manipulasi emosional, pelaku memberi harapan sesaat, membuat korban merasa terikat, padahal tujuan utamanya adalah kontrol dan bukan membangun kedekatan asli.
5. Pola Komunikasi Digital yang Tak Konsisten
Dengan kemudahan media sosial dan aplikasi chat, breadcrumbing semakin sering terjadi melalui pesan singkat, tanda suka, komentar yang semuanya memberi kesan "ada" tapi tanpa tindakan konkret atau pertemuan nyata.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Borneo FC vs Persija Jakarta: Macan Kemayoran Menang Tipis di Samarinda
Prediksi Skor Lyon vs Auxerre di Liga Prancis: Les Gones Berpeluang Menang Telak di Groupama!
Prediksi Skor Newcastle United vs Bournemouth di Liga Inggris: The Magpies Tak Ingin Malu di Kandang
Prediksi Skor Hoffenheim vs Borussia Dortmund di Liga Jerman: Kans Die Borussen Gondol 3 Poin
Prediksi Skor Bhayangkara FC vs Persebaya Surabaya: Green Force Diprediksi Menang Tipis di Lampung
Prediksi Arema FC vs Isenmulang Kalteng FC: Singo Edan Diprediksi Menang di Kanjuruhan
Santri Cilik Tegur Bacaan Alquran Nusron Wahid: Ayat Alquran Jangan Diacak-acak!
Prediksi Skor Werder Bremen vs RB Leipzig di Liga Jerman: Die Bullen Bisa Gondol 3 Poin
Prediksi Skor Brentford vs Sunderland di Liga Inggris: The Bees Berpeluang Gasak Tim Tamu!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
