
Ilustrasi seseorang yang memiliki kepribadian introvert. (Freepik)
JawaPos.com – Sebuah penelitian terbaru mengungkap bahwa individu introvert memiliki tingkat aktivitas pemikiran yang lebih tinggi di otak dibandingkan dengan individu ekstrovert.
Aktivitas otak yang lebih intens membuat kaum introvert lebih aktif secara mental dibandingkan dengan kaum ekstrovert.
Peneliti menjelaskan bahwa tingkat aktivitas mental yang tinggi pada orang introvert memungkinkan mereka memproses lebih banyak informasi dalam waktu yang singkat.
Kondisi ini menunjukkan bahwa otak introvert bekerja lebih dalam dalam menelaah berbagai hal yang mereka hadapi. Hal tersebut menjadi salah satu alasan mengapa kaum introvert cenderung berpikir mendalam dalam setiap tindakan dan perkataannya.
Berikut 5 hal yang harus dilakukan seorang introvert guna mengatasi saat sedang berpikiran secara berlebihan, seperti dilansir dari laman Introvert Dear.
Mencari sekaligus melakukan hal yang disuka merupakan hal yang paling penting untuk dilakukan oleh kaum introvert saat sedang berpikiran overthinking.
Baik itu melalui mendengarkan musik, membaca buku atau menonton film bagus dengan meringkuk di tempat tidur.
Kenyamanan adalah hal nomor satu yang kita cari saat kita tidak bisa mendapatkan kembali fokus. Apa pun yang dapat membantu Anda menenangkan diri.
Keluarkan jurnal dan tuliskan semua hal yang membuat Anda stres. Cobalah membuat daftar pro dan kontra. Terkadang hal tersebut dapat mengabaikan sisi kontra dan hanya fokus terhadap sisi yang pro.
Jika Anda ingin sedikit mengubah keadaan, cobalah untuk hanya mencantumkan kekurangannya. Berfokus pada kekurangan akan mengingatkan Anda tentang apa yang akan Anda hadapi dalam jangka panjang.
Jika Anda merasa lebih mudah untuk mencantumkan kekurangan, itu mungkin petunjuk bahwa Anda tidak boleh melakukan apa pun yang ingin Anda lakukan.
Ini tidak berlaku untuk semua orang, tetapi menangis dapat melepaskan semua stres yang terpendam sekaligus sangat bermanfaat, terutama di malam hari. Menariknya, setelah menangis beberapa saat, pernapasan dan detak jantung kita melambat, dan kita memasuki kondisi emosional yang lebih tenang.
Menurut Judith Orloff yakni penulis buku bertajuk ‘Emotional Freedom’. Air mata dapat melepaskan hormon dan racun lain yang terkumpul di tubuh kita saat kita stres.
Salah satu penelitian juga menunjukkan bahwa menangis merangsang hormon endorfin, yang merupakan hormon yang secara alami meredakan rasa sakit dan membuat kita merasa senang.
Sebagai orang introvert sering kali menunda beberapa hal yang berkaitan dengan keputusan penting karena kita mencari solusi yang sempurna atau tepat dimana hal itu menyebabkan seseorang berpikir berlebihan.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Trisha JKT48 Ingin “Ayo Senyumlah” Jadi Energi Positif di Tengah Situasi Sulit
Prediksi Skor Fiorentina vs Napoli: Peluang I Partenopei Petik 3 Poin di Stadion Artemio Franchi
Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor Getafe vs Malaga di Liga Spanyol: Azulones Libas Perlawanan Tim Tamu
Prediksi Skor Lyon vs Rennes di Liga Prancis: Les Gones Garansi 3 Poin di Parc Olympique Lyonnais
Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Real Betis di Liga Spanyol: Los Verdiblancos Menang Lagi
Prediksi Skor Schalke 04 vs Elversberg di Liga Jerman: Duel Tim Papan Tengah Rawan Imbang
Prediksi Skor PSM vs Persita di Super League: Pendekar Cisadane Curi 3 Poin di B.J. Habibie
Prediksi Skor Villarreal vs Levante di Liga Spanyol: Kapal Selam Kuning Libas Tim Tamu

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022