
seseorang yang menghindari percakapan mendalam (Freepik/Lifestylememory)
JawaPos.com - Ada banyak alasan mengapa seseorang tampak enggan terlibat dalam percakapan mendalam.
Mereka bisa ramah, lucu, dan mudah bergaul dalam obrolan ringan, tetapi ketika topik mulai menyinggung perasaan, masa lalu, atau kerentanan pribadi—mereka perlahan mundur, mengganti topik, atau bahkan diam.
Dalam psikologi, perilaku ini sering kali bukan sekadar “tidak suka bicara hal berat”, melainkan cermin dari rasa tidak aman yang tersembunyi.
Setiap manusia punya lapisan-lapisan emosional, dan sebagian orang memilih untuk menutupinya karena rasa takut yang belum disadari.
Dilansir dari Geediting pada Senin (13/10), terdapat delapan bentuk rasa tidak aman yang sering menjadi alasan di balik kecenderungan menghindari percakapan mendalam.
1. Takut Diadili: Ketika Keaslian Terasa Berisiko
Sebagian orang menolak membuka diri karena takut dihakimi. Mereka belajar dari pengalaman bahwa menunjukkan diri apa adanya sering berujung pada kritik, penolakan, atau ejekan.
Akibatnya, mereka membangun tembok pelindung berupa percakapan ringan yang aman—tentang cuaca, pekerjaan, atau hal-hal sepele—agar tidak perlu menunjukkan sisi rapuhnya.
Dalam psikologi sosial, ini disebut impression management—usaha menjaga citra diri agar tetap positif di mata orang lain.
Ironisnya, semakin kuat keinginan untuk “terlihat baik”, semakin jauh seseorang dari kedekatan emosional yang sebenarnya.
2. Rasa Tak Layak Dicintai: Ketika Kedekatan Terasa Menakutkan
Mereka yang merasa tidak cukup berharga sering menolak kedekatan emosional karena takut ditinggalkan setelah orang lain tahu “siapa mereka sebenarnya.”
Ini adalah bentuk fear of intimacy, di mana seseorang merasa cinta dan penerimaan sejati adalah sesuatu yang tidak pantas mereka dapatkan.
Alih-alih membiarkan orang masuk ke ruang batin, mereka memilih menjaga jarak aman agar tidak terluka.
Akibatnya, hubungan mereka sering berhenti di permukaan—hangat tapi hampa, akrab tapi tak pernah benar-benar dekat.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Susunan Pemain Denmark vs Portugal: Ruben Dias Siap Bawa Pulang Kemenangan
Prediksi Skor Israel vs Kosovo di UEFA Nations League: Dardanet Berpeluang Menang Tipis
Prediksi Skor Irlandia vs Austria di Liga Nations UEFA: Das Team Curi Poin
Alyssa Daguise Sedih Wajah Baby Soso Terekspos ke Publik
Prediksi Skor Vietnam vs Pakistan di FIFA ASEAN Cup: Golden Star Warriors Lumat Habis Shaheens
Injury Time Timnas Indonesia vs Bangladesh Jadi 7 Menit, John Herdman Beri Penjelasan
Prediksi Skor Polandia vs Rumania di Liga Nations UEFA: Biało-czerwoni Berburu Kemenangan
Fakta Sebenarnya Soal Hubungan Ashanty dengan Azriel Hermansyah
Prediksi Israel vs Kosovo di UEFA Nations League: Duel Ketat, Tim Tamu Berpeluang Menang
Gelar Pertemuan, BEM UI, SEMA UGM, dan KM ITB Sepakat Gelar Aksi Besar dalam Waktu Dekat

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022