Ilustrasi otak manusia dengan cahaya yang merepresentasikan aktivitas neuron, menggambarkan proses kerja memori dan indra. (Dok. pngtree)
JawaPos.com – Selama ini, manusia mengenal lima indra utama: penglihatan, pendengaran, penciuman, perasa, dan peraba. Namun, sebuah penelitian terbaru menunjukkan bahwa mungkin saja otak manusia akan bekerja lebih baik bila memiliki tujuh indra.
Menurut laporan dari Skolkovo Institute of Science and Technology (Skoltech), tim peneliti di sana berhasil mengembangkan model matematis untuk memahami cara kerja memori.
Hasilnya, yang dipublikasikan dalam jurnal Scientific Reports, menunjukkan bahwa kapasitas memori manusia bisa mencapai titik optimal ketika setiap konsep diingat berdasarkan tujuh “fitur” atau dimensi, bukan lima seperti yang selama ini diasosiasikan dengan pancaindra.
“Kesimpulan kami memang masih bersifat spekulatif jika diterapkan pada manusia. Namun siapa tahu, manusia di masa depan bisa saja berevolusi memiliki indra tambahan, seperti kemampuan merasakan medan magnet atau radiasi,” ujar Professor Nikolay Brilliantov, salah satu penulis studi tersebut.
“Yang menarik, ketika setiap konsep dalam memori digambarkan dalam tujuh ciri utama, jumlah objek yang bisa disimpan otak mencapai titik maksimum.”
Dari Pisang ke Ruang Konseptual
Penelitian ini melanjutkan tradisi ilmiah yang sudah dimulai sejak awal abad ke-20, yaitu dengan memodelkan unit dasar memori yang disebut engram. Engram merupakan kumpulan neuron di berbagai bagian otak yang aktif bersamaan ketika seseorang mempelajari atau mengingat sesuatu.
Setiap engram mewakili satu konsep yang digambarkan lewat sekumpulan ciri atau pengalaman sensorik. Misalnya, konsep tentang sebuah pisang mencakup bentuk dan warna (penglihatan), aroma (penciuman), rasa (perasa), serta tekstur (peraba). Dengan kata lain, di dalam “ruang konseptual” otak, pisang diwakili oleh lima dimensi yang sesuai dengan kelima indra tersebut.
Namun, model matematis yang dikembangkan oleh para peneliti menunjukkan hasil berbeda. Mereka menemukan bahwa kapasitas memori, yakni jumlah konsep berbeda yang bisa disimpan secara stabil akan mencapai titik puncak jika ruang konseptual tersebut memiliki tujuh dimensi.
Implikasi untuk Kecerdasan Buatan
Dikutip dari Science Daily, para peneliti menegaskan bahwa angka tujuh ini tidak bergantung pada detail model atau sifat rangsangan sensorik tertentu. Dengan kata lain, tujuh muncul sebagai angka yang “alami” dan konsisten dalam simulasi berbagai kondisi.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Prediksi Skor Fiorentina vs Napoli: Peluang I Partenopei Petik 3 Poin di Stadion Artemio Franchi
Ariel NOAH 18 Tahun Menduda, Dekat dengan Wulan Guritno di Ultah ke-45
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Real Betis di Liga Spanyol: Los Verdiblancos Menang Lagi
Prediksi Skor Getafe vs Malaga di Liga Spanyol: Azulones Libas Perlawanan Tim Tamu
Prediksi Skor Villarreal vs Levante di Liga Spanyol: Kapal Selam Kuning Libas Tim Tamu
Prediksi Skor Schalke 04 vs Elversberg di Liga Jerman: Duel Tim Papan Tengah Rawan Imbang
Prediksi Skor Parma vs Genoa di Liga Italia: Duel Tim Papan Bawah Berakhir Imbang
Prediksi Skor FC Twente vs PSV Eindhoven: Pemuncak Klasemen Berpeluang Pesta Gol

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022