Logo JawaPos
Author avatar - Image
16 September 2025, 20.18 WIB

Tiongkok Kembangkan AI​ SpikingBrain-1.0, Cara Kerjanya Mirip Saraf Otak Manusia

Ilustrasi otak manusia dengan sorotan pada area memori dan perhatian, menggambarkan temuan jalur ganda yang memengaruhi daya ingat lansia. (Dok. Canva) - Image

Ilustrasi otak manusia dengan sorotan pada area memori dan perhatian, menggambarkan temuan jalur ganda yang memengaruhi daya ingat lansia. (Dok. Canva)

JawaPos.com - ​Para peneliti di Tiongkok telah berhasil menciptakan sebuah sistem kecerdasan buatan (AI) baru bernama SpikingBrain-1.0. Model ini dirancang untuk mendobrak dominasi arsitektur Transformer, yang dikenal boros energi, yang menjadi dasar bagi model-model AI populer seperti ChatGPT. 

Bahkan, SpikingBrain-1.0 mengambil inspirasi dari cara kerja saraf otak manusia, membuka jalan baru menuju komputasi yang jauh lebih hemat daya.

​Dikembangkan oleh tim dari Institut Otomasi, Akademi Ilmu Pengetahuan Tiongkok, SpikingBrain-1.0 adalah jaringan saraf spiking berskala besar. Alih-alih mengandalkan jaringan dan data yang terus diperbesar seperti model AI arus utama, model ini memungkinkan kecerdasan untuk muncul dari "neuron spiking". Mekanisme ini membuat proses pelatihannya menjadi sangat efisien.

Seperti dilansir dari laman ​China Global National Network (CGTN), performa AI ini sebanding dengan banyak model gratis yang bisa diunduh. Namun SpikingBrain-1.0 hanya membutuhkan sekitar 2 persen dari data yang biasanya dibutuhkan oleh AI populer. 

Efisiensi ini terlihat paling jelas ketika model ini memproses data dalam jumlah besar. Dalam salah satu pengujian, SpikingBrain-1.0 menunjukkan peningkatan kecepatan 26,5 kali lipat dibandingkan arsitektur Transformer ketika menghasilkan token pertama dari konteks satu juta token. 

Kecepatan ini menjadikannya sangat ideal untuk tugas-tugas yang memerlukan analisis data besar dan rumit, seperti dokumen hukum dan medis, fisika energi tinggi, atau pengurutan DNA.

Menariknya, ​SpikingBrain-1.0 dilatih dan dioperasikan sepenuhnya menggunakan platform GPU domestik Tiongkok, yaitu MetaX C550. Hal ini menandai langkah penting bagi Tiongkok dalam membangun ekosistem AI yang mandiri. 

Di sisi lain, para peneliti telah merilis model ini untuk diunduh secara gratis, lengkap dengan laporan teknis dalam dua bahasa.

​Menurut Xu Bo, Direktur Institut Otomasi, model ini membuka jalur teknis non-Transformer untuk pengembangan AI generasi baru dan diharapkan dapat menginspirasi desain chip neuromorfik berdaya rendah di masa depan. 

Pengembangan SpikingBrain-1.0 ini merupakan kelanjutan dari keberhasilan sebelumnya, di mana lembaga yang sama berkolaborasi dengan para ilmuwan Swiss untuk mengembangkan chip neuromorfik bernama "Speck" yang sangat hemat energi dan hanya mengonsumsi daya 0,42 miliwatt.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore