
Ilustrasi makanan yang disimpan di dalam toples (Dok. Freepik)
JawaPos.com - Beberapa orang memiliki cukup waktu untuk memasak makanan dari bahan segar, namun ada pula yang tidak memiliki kesempatan untuk melakukan hal tersebut. Karena keterbatasan waktu, mereka cenderung lebih sering mengonsumsi makanan siap saji.
Jenis-jenis makanan ini mudah ditemukan di toko-toko maupun restoran. Meskipun sebagian makanan disiapkan atau dimasak langsung oleh pihak restoran pada hari itu juga, ada pula yang sudah dimasak jauh sebelum akhirnya dibeli oleh konsumen. Agar makanan ini tetap segar atau layak konsumsi hingga kurun waktu tertentu, pihak produsen menggunakan pengawet makanan.
Terdapat beberapa macam pengawet alami yang dapat digunakan untuk masakan rumahan. Namun, karena pengawet alami belum tentu cocok untuk makanan cepat saji, diciptakanlah pengawet makanan buatan dari bahan kimia. Dilansir dari ACS Distance Education, bahan-bahan kimia ini dapat disemprotkan pada bagian luar atau ditambahkan langsung ke dalam makanan.
Meskipun pengawet makanan sintetis terdengar mengkhawatirkan bagi konsumen, sebenarnya banyak di antaranya yang didapatkan dari sumber alami. Berikut adalah beberapa contoh pengawet makanan sintetis yang umum digunakan:
Sulfit
Dilansir dari Food Safety Institute, sulfur dioksida dan sulfit adalah pengawet makanan terumum yang berfungsi untuk mencegah pertumbuhan bakteri dan jamur pada makanan. Kedua bahan kimia ini juga mencegah pencoklatan enzimatik dan nonenzimatik, sehingga dapat mempertahankan penampilan makanan olahan.
Sulfit paling sering digunakan pada buah-buahan kering untuk melindungi warna buah, anggur alkohol untuk mencegah pertumbuhan bakteri selama fermentasi, dan jus buah untuk menjaga kesegaran dan warna.
Menurut Australian Institute of Food Safety, sulfit dapat ditemukan di kemasan dengan berbagai nama, seperti potassium metabisulfite, sodium metabisulfite, sodium sulfite, atau sodium bisulfite. Sulfit dianggap sebagai pengawet yang aman, namun dapat berdampak buruk terhadap penderita asma.
Benzoat
Benzoat juga merupakan salah satu pengawet makanan yang digunakan untuk mencegah, bahkan membunuh, pertumbuhan sel-sel jamur. Benzoat bekerja lebih baik pada tingkat keasaman di bawah pH 4.5. Pengawet ini sering digunakan pada minuman berkarbonasi, acar, tepung, pasta gigi, obat, saus, dan bumbu.
Benzoat dapat ditemukan tertulis pada kemasan sebagai asam benzoat atau sodium benzoat. Yang kedua terkadang lebih sering digunakan karena lebih mudah larut di air. Walaupun benzoat efektif menghentikan pertumbuhan mikroba, benzoat juga mengandung sedikit karsinogen.
Sorbat
Sorbat dapat ditemukan pada kemasan dengan nama asam sorbat, potassium sorbate, dan kalsium sorbat. Pengawet ini sangat efektif melawan pertumbuhan ragi dan jamur, serta terdapat sedikit efek terhadap bakteri.
Sama seperti benzoat, sorbat bekerja lebih baik di lingkungan yang asam. Namun, karena sorbat tidak terlalu memengaruhi rasa pada makanan, perusahaan lebih menyukainya. Makanan yang sering menggunakan sorbat adalah produk roti-rotian untuk mencegah pertumbuhan jamur, keju untuk mencegah jamur selama proses pematangan, dan alkohol untuk mencegah refermentasi pada alkohol manis.
Nitrat

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
9 Rekomendasi Mall Terbaik di Sidoarjo untuk Belanja, Kuliner, dan Tempat Nongkrong Bersama Keluarga
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal Moto3 Prancis 2026! Start Posisi 6, Veda Ega Pratama Buka Peluang Podium di Moto3 Prancis 2026
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
